<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Komoditas Ekspor Terbesar Sepanjang 2019, dari BBM hingga Logam Mulia</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sepanjang 2019 mencapai USD167,53 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153397/10-komoditas-ekspor-terbesar-sepanjang-2019-dari-bbm-hingga-logam-mulia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153397/10-komoditas-ekspor-terbesar-sepanjang-2019-dari-bbm-hingga-logam-mulia"/><item><title>10 Komoditas Ekspor Terbesar Sepanjang 2019, dari BBM hingga Logam Mulia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153397/10-komoditas-ekspor-terbesar-sepanjang-2019-dari-bbm-hingga-logam-mulia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153397/10-komoditas-ekspor-terbesar-sepanjang-2019-dari-bbm-hingga-logam-mulia</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 20:39 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/320/2153397/10-komoditas-ekspor-terbesar-sepanjang-2019-dari-bbm-hingga-logam-mulia-oX30lj3rMu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdagangan Ekspor dan dan Impor di Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/320/2153397/10-komoditas-ekspor-terbesar-sepanjang-2019-dari-bbm-hingga-logam-mulia-oX30lj3rMu.jpg</image><title>Perdagangan Ekspor dan dan Impor di Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sepanjang 2019 mencapai USD167,53 miliar. Kinerja ini mengalami penurunan 6,49% dibandingkan tahun 2018 yang mencapai USD180,01 miliar.
&quot;Penurunan total ekspor sepanjang tahun 2019 ini memang cukup tajam dari tahun 2018,&quot; kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Berdasarkan sektornya, realiasi itu berasal dari migas sebesar USD12,54 miliar, pertanian USD3,61 miliar, industri pengolahan USD126,57 miliar, serta tambang dan lainnya sebesar USD24,81 miliar.
Baca Juga: Turun, Ekspor Sepanjang 2019 Capai USD167,53 Miliar
Kecuk, sapaan akrabnya, menjelaskan, sepanjang 2019 kontribusi ekspor Indonesia masih didominasi kelompok bahan bakar mineral (BBM) sebesar 14,35% dengan nilai USD22,22 miliar. Serta dari kelompok lemak dan minyak hewan/nabati dengan kontribusi 11,37% atau senilai USD17,61 miliar.
&quot;Jadi dominasi komoditas masih sama seperti tahun sebelumnya,&quot; imbuh dia.
Sementara berdasarkan negara tujuan ekspor, sepanjang 2019 China masih menjadi pasar utama Indonesia dengan nilai mencapai USD25,85 miliar atau 16,68% dari total ekspor. Lalu Amerika Serikat sebesar USD17,68 miliar atau 11,41% dari total ekspor.
Baca Juga: Ekspor Desember Naik, Penyumbangnya Produk Pertanian
Kemudian disusul Jepang dengan nilai USD13,75 miliar dengan dominasi 8,87%, India dengan nilai ekspor USD11,66 miliar atau setara dengan dominasi sebesar 7,53%, serta Singapura dengan nilai USD9,07 miliar atau setara 5,85% dari total ekspor.
&quot;Secara keseluruhan ekspor ke ASEAN mencapai USD35,65 miliar atau 23% dari total ekspor, dan ke Uni Eropa sebesar USD14,32 miliar atau 9,24% dari total ekspor,&quot; kata Kecuk.
Berikut realisasi ekspor 10 kelompok komoditas utama Indonesia di sepanjang tahun 2019:
1. Bahan bakar mineral (BBM) sebesar USD22,22 miliar, turun 9,70% dari 2018 yang sebesar USD24,61 miliar. Dominasi 14,35% terhadap total ekspor.
2. Lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD17,61 miliar, turun 13,44% dari 2018 yang sebesar USD20,34 miliar. Dominasi 11,37% terhadap total ekspor.
3. Mesin dan perlengkapan elektrik sebesar USD8,54 miliar, turun 3,55% dari 2018 yang sebesar USD8,85 miliar. Dominasi 5,51% terhadap total ekspor.
4. Kendaraan dan bagiannya sebesar USD8,16 miliar, naik 8,06% dari 2018 yang sebesar USD7,55 miliar. Dominasi 5,27% terhadap total ekspor.
5. Besi dan baja sebesar USD7,41 miliar, naik 28,76% dari 2018 yang sebesar USD5,75 miliar. Dominasi 4,78% terhadap total ekspor.6. Logam mulia, perhiasan/permata sebesar USD6,62 miliar, naik 18,15%  dari 2018 yang sebesar USD6,38 miliar. Dominasi 4,27% terhadap total  ekspor.
7. Karet dan barang dari karet sebesar USD6,02 miliar, turun 5,60%  dari 2018 yang sebesar USD6,38 miliar. Dominasi 3,89% terhadap total  ekspor.
8. Mesin dan peralatan mekanis sebesar USD5,43 miliar, turun 7,41%  dari 2018 yang sebesar USD5,86 miliar. Dominasi 3,50% terhadap total  ekspor.
9. Pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) sebesar USD4,48 miliar,  turun 0,24% dari 2018 yang sebesar USD4,49 miliar. Dominasi 2,89%  terhadap total ekspor.
10. Alas kaki sebesar USD4,41 miliar, turun 13,70% dari 2018 yang sebesar USD5,11 miliar. Dominasi 2,85% terhadap total ekspor.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sepanjang 2019 mencapai USD167,53 miliar. Kinerja ini mengalami penurunan 6,49% dibandingkan tahun 2018 yang mencapai USD180,01 miliar.
&quot;Penurunan total ekspor sepanjang tahun 2019 ini memang cukup tajam dari tahun 2018,&quot; kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Berdasarkan sektornya, realiasi itu berasal dari migas sebesar USD12,54 miliar, pertanian USD3,61 miliar, industri pengolahan USD126,57 miliar, serta tambang dan lainnya sebesar USD24,81 miliar.
Baca Juga: Turun, Ekspor Sepanjang 2019 Capai USD167,53 Miliar
Kecuk, sapaan akrabnya, menjelaskan, sepanjang 2019 kontribusi ekspor Indonesia masih didominasi kelompok bahan bakar mineral (BBM) sebesar 14,35% dengan nilai USD22,22 miliar. Serta dari kelompok lemak dan minyak hewan/nabati dengan kontribusi 11,37% atau senilai USD17,61 miliar.
&quot;Jadi dominasi komoditas masih sama seperti tahun sebelumnya,&quot; imbuh dia.
Sementara berdasarkan negara tujuan ekspor, sepanjang 2019 China masih menjadi pasar utama Indonesia dengan nilai mencapai USD25,85 miliar atau 16,68% dari total ekspor. Lalu Amerika Serikat sebesar USD17,68 miliar atau 11,41% dari total ekspor.
Baca Juga: Ekspor Desember Naik, Penyumbangnya Produk Pertanian
Kemudian disusul Jepang dengan nilai USD13,75 miliar dengan dominasi 8,87%, India dengan nilai ekspor USD11,66 miliar atau setara dengan dominasi sebesar 7,53%, serta Singapura dengan nilai USD9,07 miliar atau setara 5,85% dari total ekspor.
&quot;Secara keseluruhan ekspor ke ASEAN mencapai USD35,65 miliar atau 23% dari total ekspor, dan ke Uni Eropa sebesar USD14,32 miliar atau 9,24% dari total ekspor,&quot; kata Kecuk.
Berikut realisasi ekspor 10 kelompok komoditas utama Indonesia di sepanjang tahun 2019:
1. Bahan bakar mineral (BBM) sebesar USD22,22 miliar, turun 9,70% dari 2018 yang sebesar USD24,61 miliar. Dominasi 14,35% terhadap total ekspor.
2. Lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD17,61 miliar, turun 13,44% dari 2018 yang sebesar USD20,34 miliar. Dominasi 11,37% terhadap total ekspor.
3. Mesin dan perlengkapan elektrik sebesar USD8,54 miliar, turun 3,55% dari 2018 yang sebesar USD8,85 miliar. Dominasi 5,51% terhadap total ekspor.
4. Kendaraan dan bagiannya sebesar USD8,16 miliar, naik 8,06% dari 2018 yang sebesar USD7,55 miliar. Dominasi 5,27% terhadap total ekspor.
5. Besi dan baja sebesar USD7,41 miliar, naik 28,76% dari 2018 yang sebesar USD5,75 miliar. Dominasi 4,78% terhadap total ekspor.6. Logam mulia, perhiasan/permata sebesar USD6,62 miliar, naik 18,15%  dari 2018 yang sebesar USD6,38 miliar. Dominasi 4,27% terhadap total  ekspor.
7. Karet dan barang dari karet sebesar USD6,02 miliar, turun 5,60%  dari 2018 yang sebesar USD6,38 miliar. Dominasi 3,89% terhadap total  ekspor.
8. Mesin dan peralatan mekanis sebesar USD5,43 miliar, turun 7,41%  dari 2018 yang sebesar USD5,86 miliar. Dominasi 3,50% terhadap total  ekspor.
9. Pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) sebesar USD4,48 miliar,  turun 0,24% dari 2018 yang sebesar USD4,49 miliar. Dominasi 2,89%  terhadap total ekspor.
10. Alas kaki sebesar USD4,41 miliar, turun 13,70% dari 2018 yang sebesar USD5,11 miliar. Dominasi 2,85% terhadap total ekspor.</content:encoded></item></channel></rss>
