<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wallpaper Rusak Akibat Banjir? Ini Cara Memperbaikinya</title><description>Pada awal tahun 2020 kemarin, banyak sekali pemukiman warga yang terendam banjir dengan ketinggian yang berbeda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/470/2153291/wallpaper-rusak-akibat-banjir-ini-cara-memperbaikinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/470/2153291/wallpaper-rusak-akibat-banjir-ini-cara-memperbaikinya"/><item><title>Wallpaper Rusak Akibat Banjir? Ini Cara Memperbaikinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/470/2153291/wallpaper-rusak-akibat-banjir-ini-cara-memperbaikinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/470/2153291/wallpaper-rusak-akibat-banjir-ini-cara-memperbaikinya</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/470/2153291/wallpaper-rusak-akibat-banjir-ini-cara-memperbaikinya-fJLnI6Up1c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wallpaper (Bobvila)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/470/2153291/wallpaper-rusak-akibat-banjir-ini-cara-memperbaikinya-fJLnI6Up1c.jpg</image><title>Wallpaper (Bobvila)</title></images><description>JAKARTA - Pada awal tahun 2020 kemarin, banyak sekali pemukiman warga yang terendam banjir dengan ketinggian yang berbeda. Bukan hanya banjir, curah hujan yang tinggi disertai angin kencang juga membuat beberapa atap rumah bocor.

Biasanya seusai banjir surut akan meninggalkan lumpur yang menempel di perabotan rumah hingga dinding rumah. Kalau tidak cepat dibersihkan, akan dapat membuat dinding tersebut menjadi lembab dan mengeluarkan bau tak sedap.

Jika kita memakai wallpaper untuk dinding rumah maka itu akan mulai mengelupas, hal ini umumnya terjadi pada rumah yang usianya sudah tua dibandingkan dengan rumah lainnya. Alasannya adalah seiring bertambah tuanya usia rumah jumlah kelembapan yang terlalu banyak dapat mengurangi kerekatan lem yang ada di belakang kertas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bukan China, KKP Tangkap 3 Kapal Asing Vietnam di Natuna
Jumlah lem yang kurang atau tidak sesuai dengan besarnya wallpaper juga dapat menyebabkan masalah, atau pemasangan yang dilakukan tidak benar juga patut disalahkan. Untungnya, memperbaiki wallpaper yang mulai mengelupas adalah hal mudah.

Melansir dari bobvilia.com, Jakarta, Rabu (15/1/2020), berikut ini adalah beberapa cara untuk memperbaiki wallpaper dinding rumah yang mulai mengelupas akibat terendam banjir.
 
&amp;nbsp;Baca juga: China 'Wara-wiri' di Natuna, Ternyata Menyimpan 2 Ikan yang Spesial
&amp;nbsp;
 
1. Pasang kembali wallpaper yang mengelupas

Jika wallpaper kamu basah dan mulai terkelupas sedikit demi sedikit, diharapkan untuk dilepas perlahan-lahan. Tunggulah mengering dari basah kebocoran tersebut.

Setelah mengering, gunakan kuas kecil untuk memberikan perekat kembali di dinding-dinding untuk menjadi pelapis antara dinding dengan wallpaper. Gunakan kain atau spons lembab untuk menyeka perekat yang salah tempel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jepang Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Perairan Natuna
 
2. Perbaiki wallpaper yang terlihat menggelembung

Sebelum kamu mencoba memperbaikinya, rasakan area yang menggelembung dengan jarimu. Setelah ketemu daerah mana yang menggelembung, isi jarum suntik dengan lem perengkat. Masukkan ujung jarum suntik melalui kertas langsung ke dalam gelembung dan dorong sedikit.

Kemudian ratakan kertas dengan rol jahitan, dan gunakan kain lembab atau spons untuk membersihkan perekat tambahan yang mungkin telah terjepit.
3. Hapus benda asing yang ada di dinding dengan hati-hati

Jika selama pemasangan wallpaper tidak dengan hati-hati maka bisa  meninggalkan setitik kotoran, kalau terlalu banyak dapat kotoran itu  dapat mengurangi kerekatan lem pada kertas.

Saat kamu merasakan ada kotoran yang menempel, potong celah kecil di  kertas dengan pisau Exacto atau pisau cukur, kemudian lepaskan benda itu  dengan pinset. Selanjutnya, suntikkan perekat wallpaper di belakang  celah dengan jarum suntik dan ratakan kembali dengan rol benang jahit.  Akhiri dengan kain lembab atau spons untuk membersihkan sisa perekat.

 
4. Tindakan pencegahan yang tepat

Saat memasang wallpaper baru, persiapkan permukaan, ratakan dengan  baik, dan pertahankan kelembaban ideal di ruangan untuk menghindari  wallpaper terkelupas dan bergelembung.

Pastikan dinding benar-benar bersih dari debu dan puing-puing sebelum  memulai pekerjaan, untuk mengurangi kemungkinan benda asing  terperangkap dan menyebabkan masalah lain. Ratakan kertas dari bagian  tengah ke luar, alih-alih dari atas ke bawah atau ke luar. Hal ini  membuat kecil kemungkinan gelembung udara akan terperangkap di bawah  kertas.

Saat merapikan kertas dinding, berhati-hatilah agar tidak terlalu  banyak meremas lem. Perekat yang terlalu sedikit di area jahitan dapat  menyebabkan wallpaper mengelupas nantinya.

Seiring waktu, kelembaban dapat melemahkan perekat wallpaper. Gunakan  dehumidifier, jika perlu, untuk memastikan bahwa kamar dengan wallpaper  tetap pada kelembaban 40 hingga 50%.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada awal tahun 2020 kemarin, banyak sekali pemukiman warga yang terendam banjir dengan ketinggian yang berbeda. Bukan hanya banjir, curah hujan yang tinggi disertai angin kencang juga membuat beberapa atap rumah bocor.

Biasanya seusai banjir surut akan meninggalkan lumpur yang menempel di perabotan rumah hingga dinding rumah. Kalau tidak cepat dibersihkan, akan dapat membuat dinding tersebut menjadi lembab dan mengeluarkan bau tak sedap.

Jika kita memakai wallpaper untuk dinding rumah maka itu akan mulai mengelupas, hal ini umumnya terjadi pada rumah yang usianya sudah tua dibandingkan dengan rumah lainnya. Alasannya adalah seiring bertambah tuanya usia rumah jumlah kelembapan yang terlalu banyak dapat mengurangi kerekatan lem yang ada di belakang kertas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bukan China, KKP Tangkap 3 Kapal Asing Vietnam di Natuna
Jumlah lem yang kurang atau tidak sesuai dengan besarnya wallpaper juga dapat menyebabkan masalah, atau pemasangan yang dilakukan tidak benar juga patut disalahkan. Untungnya, memperbaiki wallpaper yang mulai mengelupas adalah hal mudah.

Melansir dari bobvilia.com, Jakarta, Rabu (15/1/2020), berikut ini adalah beberapa cara untuk memperbaiki wallpaper dinding rumah yang mulai mengelupas akibat terendam banjir.
 
&amp;nbsp;Baca juga: China 'Wara-wiri' di Natuna, Ternyata Menyimpan 2 Ikan yang Spesial
&amp;nbsp;
 
1. Pasang kembali wallpaper yang mengelupas

Jika wallpaper kamu basah dan mulai terkelupas sedikit demi sedikit, diharapkan untuk dilepas perlahan-lahan. Tunggulah mengering dari basah kebocoran tersebut.

Setelah mengering, gunakan kuas kecil untuk memberikan perekat kembali di dinding-dinding untuk menjadi pelapis antara dinding dengan wallpaper. Gunakan kain atau spons lembab untuk menyeka perekat yang salah tempel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jepang Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Perairan Natuna
 
2. Perbaiki wallpaper yang terlihat menggelembung

Sebelum kamu mencoba memperbaikinya, rasakan area yang menggelembung dengan jarimu. Setelah ketemu daerah mana yang menggelembung, isi jarum suntik dengan lem perengkat. Masukkan ujung jarum suntik melalui kertas langsung ke dalam gelembung dan dorong sedikit.

Kemudian ratakan kertas dengan rol jahitan, dan gunakan kain lembab atau spons untuk membersihkan perekat tambahan yang mungkin telah terjepit.
3. Hapus benda asing yang ada di dinding dengan hati-hati

Jika selama pemasangan wallpaper tidak dengan hati-hati maka bisa  meninggalkan setitik kotoran, kalau terlalu banyak dapat kotoran itu  dapat mengurangi kerekatan lem pada kertas.

Saat kamu merasakan ada kotoran yang menempel, potong celah kecil di  kertas dengan pisau Exacto atau pisau cukur, kemudian lepaskan benda itu  dengan pinset. Selanjutnya, suntikkan perekat wallpaper di belakang  celah dengan jarum suntik dan ratakan kembali dengan rol benang jahit.  Akhiri dengan kain lembab atau spons untuk membersihkan sisa perekat.

 
4. Tindakan pencegahan yang tepat

Saat memasang wallpaper baru, persiapkan permukaan, ratakan dengan  baik, dan pertahankan kelembaban ideal di ruangan untuk menghindari  wallpaper terkelupas dan bergelembung.

Pastikan dinding benar-benar bersih dari debu dan puing-puing sebelum  memulai pekerjaan, untuk mengurangi kemungkinan benda asing  terperangkap dan menyebabkan masalah lain. Ratakan kertas dari bagian  tengah ke luar, alih-alih dari atas ke bawah atau ke luar. Hal ini  membuat kecil kemungkinan gelembung udara akan terperangkap di bawah  kertas.

Saat merapikan kertas dinding, berhati-hatilah agar tidak terlalu  banyak meremas lem. Perekat yang terlalu sedikit di area jahitan dapat  menyebabkan wallpaper mengelupas nantinya.

Seiring waktu, kelembaban dapat melemahkan perekat wallpaper. Gunakan  dehumidifier, jika perlu, untuk memastikan bahwa kamar dengan wallpaper  tetap pada kelembaban 40 hingga 50%.</content:encoded></item></channel></rss>
