<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Kredit Perbankan Masih Didominasi Bank Besar</title><description>OJK menyebut, pertumbuhan kredit perbankan yang sebesar 6,08% di dominasi penyaluran kredit bank BUKU IV.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153777/pertumbuhan-kredit-perbankan-masih-didominasi-bank-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153777/pertumbuhan-kredit-perbankan-masih-didominasi-bank-besar"/><item><title>Pertumbuhan Kredit Perbankan Masih Didominasi Bank Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153777/pertumbuhan-kredit-perbankan-masih-didominasi-bank-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153777/pertumbuhan-kredit-perbankan-masih-didominasi-bank-besar</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2020 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/16/320/2153777/pertumbuhan-kredit-perbankan-masih-didominasi-bank-besar-TAAl5qop4g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/16/320/2153777/pertumbuhan-kredit-perbankan-masih-didominasi-bank-besar-TAAl5qop4g.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, pertumbuhan kredit perbankan yang sebesar 6,08% di dominasi penyaluran kredit bank BUKU IV yang tumbuh 7,8% yoy. Pertumbuhan ini lebih rendah dari tahun 2018 yang sebesar 12,26%.
Lalu BUKU III tumbuh 2,4% yoy, jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang tumbuh 12,32%. Untuk BUKU II penyaluran kredit tumbuh 8,38%, lebih rendah dari 2018 yang tumbuh 8,81%. Sebaliknya, BUKU I tumbuh 6,37%, lebih tinggi dari realisasi di 2018 yang sebesar 2,32%.
Baca Juga: Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 6,08% sepanjang 2019
 
&quot;Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh sektor konstruksi yang tumbuh 14,6% yoy dan rumah tangga tumbuh 6,59% yoy,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, OJK pun mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross perbankan sebesar 2,5%. Mengalami kenaikan dari tahun 2018 dengan NPL gross 2,37%.
Baca Juga: Menko Airlangga Beberkan Penyebab Kredit Perbankan Tumbuh Melambat di 2019
 
Sedangkan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan mencapai 23,3%. Lalu tingkat likuiditas tercatat cukup dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 93,6%.
Kemudian net interest margin (NIM) tercatat turun menjadi 4,9% dari 5,1% di tahun 2018. Rata-rata suku bunga kredit juga tercatat turun dari 10,8% di akhir 2018 menjadi 10,5% di akhir 2019.
&amp;ldquo;Dari data ini kami optimistis stabilitas sektor perbankan ke depan akan tetap terjaga, meski pertumbuhan kredit masih berhati-hati dengan ruang likuiditas yang menyempit namun risiko kredit terjaga dengan baik,&amp;rdquo; kata Wimboh.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, pertumbuhan kredit perbankan yang sebesar 6,08% di dominasi penyaluran kredit bank BUKU IV yang tumbuh 7,8% yoy. Pertumbuhan ini lebih rendah dari tahun 2018 yang sebesar 12,26%.
Lalu BUKU III tumbuh 2,4% yoy, jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang tumbuh 12,32%. Untuk BUKU II penyaluran kredit tumbuh 8,38%, lebih rendah dari 2018 yang tumbuh 8,81%. Sebaliknya, BUKU I tumbuh 6,37%, lebih tinggi dari realisasi di 2018 yang sebesar 2,32%.
Baca Juga: Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 6,08% sepanjang 2019
 
&quot;Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh sektor konstruksi yang tumbuh 14,6% yoy dan rumah tangga tumbuh 6,59% yoy,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, OJK pun mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross perbankan sebesar 2,5%. Mengalami kenaikan dari tahun 2018 dengan NPL gross 2,37%.
Baca Juga: Menko Airlangga Beberkan Penyebab Kredit Perbankan Tumbuh Melambat di 2019
 
Sedangkan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan mencapai 23,3%. Lalu tingkat likuiditas tercatat cukup dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 93,6%.
Kemudian net interest margin (NIM) tercatat turun menjadi 4,9% dari 5,1% di tahun 2018. Rata-rata suku bunga kredit juga tercatat turun dari 10,8% di akhir 2018 menjadi 10,5% di akhir 2019.
&amp;ldquo;Dari data ini kami optimistis stabilitas sektor perbankan ke depan akan tetap terjaga, meski pertumbuhan kredit masih berhati-hati dengan ruang likuiditas yang menyempit namun risiko kredit terjaga dengan baik,&amp;rdquo; kata Wimboh.</content:encoded></item></channel></rss>
