<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu Retno Rayu Pengusaha Vietnam Investasi di Indonesia   </title><description>Retno menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dibukanya jalur penerbangan langsung Indonesia- Vietnam oleh maskapai Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153829/menlu-retno-rayu-pengusaha-vietnam-investasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153829/menlu-retno-rayu-pengusaha-vietnam-investasi-di-indonesia"/><item><title>Menlu Retno Rayu Pengusaha Vietnam Investasi di Indonesia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153829/menlu-retno-rayu-pengusaha-vietnam-investasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/16/320/2153829/menlu-retno-rayu-pengusaha-vietnam-investasi-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2020 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/16/320/2153829/menlu-retno-rayu-pengusaha-vietnam-investasi-di-indonesia-CdYo6IPtrz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno Ketemu Pengusaha Vietnam. (Foto: Okezone.com/Kemenlu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/16/320/2153829/menlu-retno-rayu-pengusaha-vietnam-investasi-di-indonesia-CdYo6IPtrz.jpg</image><title>Menlu Retno Ketemu Pengusaha Vietnam. (Foto: Okezone.com/Kemenlu)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan pertemuan dengan Country Market Manager Traveloka Vietnam Huynh May Thy dan General Director Hai Nam Co. Ltd, Mrs. Nguyen Thi Thu Sac, perusahaan importir perikanan di Ho Chi Minh City. Pertemuan tersebut dalam rangka mendorong investasi Vietnam di Indonesia.
Saat bertemu dengan Traveloka Vietnam, Retno menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dibukanya jalur penerbangan langsung Indonesia- Vietnam oleh maskapai Indonesia.
Baca Juga: Segera Serahkan RUU Omnibus Law ke DPR, Jokowi: Mohon Diselesaikan dalam 100 Hari
&amp;ldquo;Saya telah dan akan terus berkomunikasi dengan Menlu Vietnam untuk memfasilitasi izin pembukaan jalur langsung tersebut bagi maskapai-maskapai Indonesia,&amp;rdquo; tegas Retno, dalam keterangannya, Kamis (16/1/2020).
Pemri turut mendorong peningkatan konektivitas udara Indonesia-Vietnam melalui pembukaan  dua jalur penerbangan langsung Ho Chi Minh City&amp;ndash;Bali pada 2019. Pembukaan penerbangan langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan RI ke Vietnam sebesar  20% dan jumlah wisatawan Vietnam ke Indonesia sebesar 21% pada 2019.
Baca Juga: Jokowi: RUU Omnibus Law Diajukan ke DPR Minggu Ini
Pihak Traveloka menyampaikan bahwa terbatasnya pilihan penerbangan langsung menjadikan harga tiket masih mahal. Pembukaan jalur penerbangan langsung oleh maskapai Indonesia akan berdampak signifikan pada peningkatan arus wisatawan.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Hai Nam Co. Ltd, salah satu  importir produk perikanan, Menlu dorong peningkatan impor produk  perikanan Indonesia dari perusahaan tersebut. Tahun lalu, Hai Nam Co.  Ltd mengimpor produk perikanan senilai kurang lebih USD2,5 juta dari  Indonesia.
&amp;ldquo;Selain peningkatan impor produk perikanan Indonesia, Indonesia juga  harapkan Hai Nam Co. Ltd dapat melakukan investasi joint venture dengan  perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik pengolahan perikanan di  Indonesia,&amp;rdquo; ujar Menlu.
Sehubungan dengan hal tersebut, Indonesia mengundang Chairman Hai Nam  Co. Ltd. berkunjung ke Indonesia untuk melihat potensi perikanan di  beberapa daerah di Indonesia termasuk di Natuna.




</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan pertemuan dengan Country Market Manager Traveloka Vietnam Huynh May Thy dan General Director Hai Nam Co. Ltd, Mrs. Nguyen Thi Thu Sac, perusahaan importir perikanan di Ho Chi Minh City. Pertemuan tersebut dalam rangka mendorong investasi Vietnam di Indonesia.
Saat bertemu dengan Traveloka Vietnam, Retno menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dibukanya jalur penerbangan langsung Indonesia- Vietnam oleh maskapai Indonesia.
Baca Juga: Segera Serahkan RUU Omnibus Law ke DPR, Jokowi: Mohon Diselesaikan dalam 100 Hari
&amp;ldquo;Saya telah dan akan terus berkomunikasi dengan Menlu Vietnam untuk memfasilitasi izin pembukaan jalur langsung tersebut bagi maskapai-maskapai Indonesia,&amp;rdquo; tegas Retno, dalam keterangannya, Kamis (16/1/2020).
Pemri turut mendorong peningkatan konektivitas udara Indonesia-Vietnam melalui pembukaan  dua jalur penerbangan langsung Ho Chi Minh City&amp;ndash;Bali pada 2019. Pembukaan penerbangan langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan RI ke Vietnam sebesar  20% dan jumlah wisatawan Vietnam ke Indonesia sebesar 21% pada 2019.
Baca Juga: Jokowi: RUU Omnibus Law Diajukan ke DPR Minggu Ini
Pihak Traveloka menyampaikan bahwa terbatasnya pilihan penerbangan langsung menjadikan harga tiket masih mahal. Pembukaan jalur penerbangan langsung oleh maskapai Indonesia akan berdampak signifikan pada peningkatan arus wisatawan.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Hai Nam Co. Ltd, salah satu  importir produk perikanan, Menlu dorong peningkatan impor produk  perikanan Indonesia dari perusahaan tersebut. Tahun lalu, Hai Nam Co.  Ltd mengimpor produk perikanan senilai kurang lebih USD2,5 juta dari  Indonesia.
&amp;ldquo;Selain peningkatan impor produk perikanan Indonesia, Indonesia juga  harapkan Hai Nam Co. Ltd dapat melakukan investasi joint venture dengan  perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik pengolahan perikanan di  Indonesia,&amp;rdquo; ujar Menlu.
Sehubungan dengan hal tersebut, Indonesia mengundang Chairman Hai Nam  Co. Ltd. berkunjung ke Indonesia untuk melihat potensi perikanan di  beberapa daerah di Indonesia termasuk di Natuna.




</content:encoded></item></channel></rss>
