<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Naik Lagi di Akhir Pekan</title><description>Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik USD9,8 pada akhir perdagangan 17 Januari 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/18/320/2154632/harga-emas-berjangka-naik-lagi-di-akhir-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/18/320/2154632/harga-emas-berjangka-naik-lagi-di-akhir-pekan"/><item><title>Harga Emas Berjangka Naik Lagi di Akhir Pekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/18/320/2154632/harga-emas-berjangka-naik-lagi-di-akhir-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/18/320/2154632/harga-emas-berjangka-naik-lagi-di-akhir-pekan</guid><pubDate>Sabtu 18 Januari 2020 08:20 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/18/320/2154632/harga-emas-berjangka-naik-lagi-di-akhir-pekan-4gYgXluhvr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/18/320/2154632/harga-emas-berjangka-naik-lagi-di-akhir-pekan-4gYgXluhvr.jpg</image><title>Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik USD9,8 pada akhir perdagangan 17 Januari 2020. Namun selama sepekan ini kenaikan harga emas masih tertahan penguatan bursa saham AS yang mencapai rekor baru.
Baca Juga: Harga Emas Turun, Paladium Cetak Rekor Tertinggi
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik 0,63% dan ditutup pada USD1.560,30 per ounce. Kenaikan masih terbatas karena di sisi bursa saham, indeks Dow Jones Industrial Average terus naik dan stabil di atas 29.300 poin. Begitu pula indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq Composite mengikuti kenaikan Dow.

Adanya sentimen pasar saham mencapai rekor tertinggi dan Amerika Serikat-China menandatangani perjanjian perdagangan fase-satu, harga emas hampir tidak dapat peluang kenaikan yang kuat di minggu ini. Namun masih ada beberapa investor yang beralih ke emas untuk mendiversifikasi risiko, demi mengantisipasi fluktuasi pasar saham.
Baca juga: Turun Lagi, Emas Antam Dijual Rp777.000/Gram
Adapun logam mulia lainnya, perak Maret naik 13,4 sen atau 0,75% menjadi ditutup pada USD18,073 per ounce. Platinum April naik USD23,60 atau 2,36% menjadi menetap di USD1.024,80 per ons. Demikian dilansir dari laman Xinhua, Sabtu (18/1/2020).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik USD9,8 pada akhir perdagangan 17 Januari 2020. Namun selama sepekan ini kenaikan harga emas masih tertahan penguatan bursa saham AS yang mencapai rekor baru.
Baca Juga: Harga Emas Turun, Paladium Cetak Rekor Tertinggi
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik 0,63% dan ditutup pada USD1.560,30 per ounce. Kenaikan masih terbatas karena di sisi bursa saham, indeks Dow Jones Industrial Average terus naik dan stabil di atas 29.300 poin. Begitu pula indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq Composite mengikuti kenaikan Dow.

Adanya sentimen pasar saham mencapai rekor tertinggi dan Amerika Serikat-China menandatangani perjanjian perdagangan fase-satu, harga emas hampir tidak dapat peluang kenaikan yang kuat di minggu ini. Namun masih ada beberapa investor yang beralih ke emas untuk mendiversifikasi risiko, demi mengantisipasi fluktuasi pasar saham.
Baca juga: Turun Lagi, Emas Antam Dijual Rp777.000/Gram
Adapun logam mulia lainnya, perak Maret naik 13,4 sen atau 0,75% menjadi ditutup pada USD18,073 per ounce. Platinum April naik USD23,60 atau 2,36% menjadi menetap di USD1.024,80 per ons. Demikian dilansir dari laman Xinhua, Sabtu (18/1/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
