<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Cek Kesiapan Infrastruktur di Labuan Bajo</title><description>Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penumpang di Bandara Labuan Bajo hingga 4 juta penumpang per tahun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155041/menhub-cek-kesiapan-infrastruktur-di-labuan-bajo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155041/menhub-cek-kesiapan-infrastruktur-di-labuan-bajo"/><item><title>Menhub Cek Kesiapan Infrastruktur di Labuan Bajo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155041/menhub-cek-kesiapan-infrastruktur-di-labuan-bajo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155041/menhub-cek-kesiapan-infrastruktur-di-labuan-bajo</guid><pubDate>Minggu 19 Januari 2020 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/19/320/2155041/menhub-cek-kesiapan-infrastruktur-di-labuan-bajo-SD9Zfpmi3j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Labuan Bajo. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/19/320/2155041/menhub-cek-kesiapan-infrastruktur-di-labuan-bajo-SD9Zfpmi3j.jpg</image><title>Labuan Bajo. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini. Dirinya akan melihat kesiapan sejumlah infrastruktur transportasi untuk mendukung daerah yang menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas atau 5 Bali Baru.
&quot;Hari Minggu siang ini rencananya Pak Menhub akan berangkat ke Labuan Bajo, untuk melihat kesiapan pelabuhan, bandara dan sejumlah infrastruktur transportasi lainnya yang sedang dilakukan pengembangan,&amp;rdquo; jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (19/1/2020).
Baca Juga: Sirkuit MotoGP Mandalika Punya Akses Jalan Maret 2021
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Kemenhub telah menetapkan Konsorsium Cardig Aero Service (CAS) sebagai pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp1,2 triliun dan estimasi total nilai biaya operasional Rp5,7 triliun.
Diharapkan dengan skema ini selain dapat mengurangi ketergantungan anggaran terhadap APBN yang terbatas, juga dapat semakin meningkatkan pelayanan Bandara, karena salah satu anggota konsorsium CAS adalah pengelola Bandara Changi, Singapura yang telah terbukti memiliki kompetensi dalam memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa angkutan udara.
Baca Juga: Tinjau Persiapan G20 di Labuan Bajo, Menko Luhut: Saya Pura-Pura Liburan
Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penumpang di Bandara Labuan Bajo hingga 4 juta penumpang per tahun dan kargo sebesar 3.500 ton pada 2024.
Selain bandara, infrastruktur transportasi yang tengah disiapkan pemerintah yaitu, Pelabuhan Labuan Bajo. Pelabuhan ini nantinya akan dibagi menjadi dua, yang sudah eksisting saat ini sebagai pelabuhan khusus penumpang.Sedangkan untuk terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke  lokasi yang lain yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari lokasi  pelabuhan eksisting saat ini.Untuk pelabuhan eksisting, akan dilakukan  perpanjangan dermaga eksisting sepanjang 245 meter menjadi 300 meter,  memperpanjang trestle yang semula 44 meter menjadi 134 meter,  pembangunan reklamasi seluas 40 x 50 meter persegi, serta dalam jangka  menengah akan membangun terminal penumpang baru.
Sementara pelabuhan multipurpose yang akan berfungsi sebagai  pelabuhan khusus kargo dan curah cair ini akan dibangun oleh PT Pelindo  III (Persero) dan dilengkapi lapangan penumpukan peti kemas serta  terminal curah cair. Dermaga ini rencananya akan dapat disandari kapal  berkapasitas 25.000 DWT.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini. Dirinya akan melihat kesiapan sejumlah infrastruktur transportasi untuk mendukung daerah yang menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas atau 5 Bali Baru.
&quot;Hari Minggu siang ini rencananya Pak Menhub akan berangkat ke Labuan Bajo, untuk melihat kesiapan pelabuhan, bandara dan sejumlah infrastruktur transportasi lainnya yang sedang dilakukan pengembangan,&amp;rdquo; jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (19/1/2020).
Baca Juga: Sirkuit MotoGP Mandalika Punya Akses Jalan Maret 2021
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Kemenhub telah menetapkan Konsorsium Cardig Aero Service (CAS) sebagai pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp1,2 triliun dan estimasi total nilai biaya operasional Rp5,7 triliun.
Diharapkan dengan skema ini selain dapat mengurangi ketergantungan anggaran terhadap APBN yang terbatas, juga dapat semakin meningkatkan pelayanan Bandara, karena salah satu anggota konsorsium CAS adalah pengelola Bandara Changi, Singapura yang telah terbukti memiliki kompetensi dalam memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa angkutan udara.
Baca Juga: Tinjau Persiapan G20 di Labuan Bajo, Menko Luhut: Saya Pura-Pura Liburan
Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penumpang di Bandara Labuan Bajo hingga 4 juta penumpang per tahun dan kargo sebesar 3.500 ton pada 2024.
Selain bandara, infrastruktur transportasi yang tengah disiapkan pemerintah yaitu, Pelabuhan Labuan Bajo. Pelabuhan ini nantinya akan dibagi menjadi dua, yang sudah eksisting saat ini sebagai pelabuhan khusus penumpang.Sedangkan untuk terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke  lokasi yang lain yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari lokasi  pelabuhan eksisting saat ini.Untuk pelabuhan eksisting, akan dilakukan  perpanjangan dermaga eksisting sepanjang 245 meter menjadi 300 meter,  memperpanjang trestle yang semula 44 meter menjadi 134 meter,  pembangunan reklamasi seluas 40 x 50 meter persegi, serta dalam jangka  menengah akan membangun terminal penumpang baru.
Sementara pelabuhan multipurpose yang akan berfungsi sebagai  pelabuhan khusus kargo dan curah cair ini akan dibangun oleh PT Pelindo  III (Persero) dan dilengkapi lapangan penumpukan peti kemas serta  terminal curah cair. Dermaga ini rencananya akan dapat disandari kapal  berkapasitas 25.000 DWT.</content:encoded></item></channel></rss>
