<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Mahalnya Harga Cabai di Awal 2020</title><description>Harga cabai dalam beberapa waktu ini mengalami kenaikan karena stok di petani berkurang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155064/terungkap-ternyata-ini-penyebab-mahalnya-harga-cabai-di-awal-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155064/terungkap-ternyata-ini-penyebab-mahalnya-harga-cabai-di-awal-2020"/><item><title>Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Mahalnya Harga Cabai di Awal 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155064/terungkap-ternyata-ini-penyebab-mahalnya-harga-cabai-di-awal-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/19/320/2155064/terungkap-ternyata-ini-penyebab-mahalnya-harga-cabai-di-awal-2020</guid><pubDate>Minggu 19 Januari 2020 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/19/320/2155064/terungkap-ternyata-ini-penyebab-mahalnya-harga-cabai-di-awal-2020-usyIAj6VV2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Cabai Naik (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/19/320/2155064/terungkap-ternyata-ini-penyebab-mahalnya-harga-cabai-di-awal-2020-usyIAj6VV2.jpg</image><title>Harga Cabai Naik (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Harga cabai dalam beberapa waktu ini  mengalami kenaikan karena stok di petani berkurang. Hal itu membuat harga cabai saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram (Kg).
Menurut Ketua Asosiasi Agribis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid, berkurangnya stok cabai karena ketidakpastian perubahan iklim. Dia mengatakan, petani sudah mulai menanam pada Agustus 2019 untuk mengantisipasi musim kemarau.
Baca Juga: Turun Tipis, Harga Cabai Masih Rp79.000/Kg
Namun hingga Desember, ternyata kondisi cuaca tidak berubah. Kemarau berkepanjangan membuat produktivitas petani cabai berkurang.
Baca Juga: Harga Cabai Makin 'Pedas', Dijual Rp79.375/Kg
Abdul mengatakan, petani sebenarnya memprediksi musim tanam dibulan tersebut bagus karena biasanya musim hujan.  Namun karena ketidakpastian cuaca, membuat sebagian hasil panen kurang baik.
&quot;Cabai yang ditanam pada bulan Desember dan November pun layu akibat kekeringan. Sehingga menyebabkan para petani menanam ulang di bulan berikutnya,&quot; ujar Abdul saat dihubungi Okezone, Minggu (19/1/2020).Setelah itu, cuaca pada Januari  2020 kembali berubah. Saat petani  kembali mulai tanam, justru mendapat hujan dengan intesitas sangat  tinggi. Tanaman cabai itu rusak sehingga produksi di Januari 2020  berkurang.
Seperti diketahui, harga cabai saat ini melambung tinggi, bedasarkan  Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), dilansir dari situs  Info Pangan Jakarta hari ini, harga cabai merah besar dan cabai rawit  merah masih di kisaran Rp74.655/kg  sampai Rp79.344/kg.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga cabai dalam beberapa waktu ini  mengalami kenaikan karena stok di petani berkurang. Hal itu membuat harga cabai saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram (Kg).
Menurut Ketua Asosiasi Agribis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid, berkurangnya stok cabai karena ketidakpastian perubahan iklim. Dia mengatakan, petani sudah mulai menanam pada Agustus 2019 untuk mengantisipasi musim kemarau.
Baca Juga: Turun Tipis, Harga Cabai Masih Rp79.000/Kg
Namun hingga Desember, ternyata kondisi cuaca tidak berubah. Kemarau berkepanjangan membuat produktivitas petani cabai berkurang.
Baca Juga: Harga Cabai Makin 'Pedas', Dijual Rp79.375/Kg
Abdul mengatakan, petani sebenarnya memprediksi musim tanam dibulan tersebut bagus karena biasanya musim hujan.  Namun karena ketidakpastian cuaca, membuat sebagian hasil panen kurang baik.
&quot;Cabai yang ditanam pada bulan Desember dan November pun layu akibat kekeringan. Sehingga menyebabkan para petani menanam ulang di bulan berikutnya,&quot; ujar Abdul saat dihubungi Okezone, Minggu (19/1/2020).Setelah itu, cuaca pada Januari  2020 kembali berubah. Saat petani  kembali mulai tanam, justru mendapat hujan dengan intesitas sangat  tinggi. Tanaman cabai itu rusak sehingga produksi di Januari 2020  berkurang.
Seperti diketahui, harga cabai saat ini melambung tinggi, bedasarkan  Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), dilansir dari situs  Info Pangan Jakarta hari ini, harga cabai merah besar dan cabai rawit  merah masih di kisaran Rp74.655/kg  sampai Rp79.344/kg.</content:encoded></item></channel></rss>
