<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Butuh Bos yang Paham Dunia Penerbangan hingga Bermoral Baik</title><description>PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) saat ini tengah mencari posisi Direktur Utama yang baru untuk menggantikan Ari Askhara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/20/320/2155327/garuda-butuh-bos-yang-paham-dunia-penerbangan-hingga-bermoral-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/20/320/2155327/garuda-butuh-bos-yang-paham-dunia-penerbangan-hingga-bermoral-baik"/><item><title>Garuda Butuh Bos yang Paham Dunia Penerbangan hingga Bermoral Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/20/320/2155327/garuda-butuh-bos-yang-paham-dunia-penerbangan-hingga-bermoral-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/20/320/2155327/garuda-butuh-bos-yang-paham-dunia-penerbangan-hingga-bermoral-baik</guid><pubDate>Senin 20 Januari 2020 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/20/320/2155327/garuda-butuh-bos-yang-paham-dunia-penerbangan-hingga-moral-baik-S4J7Rzxalm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/20/320/2155327/garuda-butuh-bos-yang-paham-dunia-penerbangan-hingga-moral-baik-S4J7Rzxalm.jpg</image><title>Garuda (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) saat ini tengah mencari posisi Direktur Utama yang baru untuk menggantikan Ari Askhara. Rencana penunjukan Direktur Utama yang baru ini akan dilakukan pada 22 Januari mendatang lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Baca Juga: Erick Tohir Segera Tunjuk Bos Baru Garuda, dari Internal atau Eksternal?
Pengamat Penerbangan Gatot Raharjo mengatakan, Garuda Indonesia memerlukan sosok yang berpengalaman dalam bidang transportasi udara. Tak hanya itu, sosok bos baru Garuda ini harus memiliki latar belakang bisnis yang bagus.
&quot;Diperlukan dirut yang menguasai tentang transportasi udara dan mempunyai visi ke depan terkait bisnis,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Senin (20/1/2020).
Baca Juga: Kriteria Dirut Baru Garuda: Harus Jujur, Berani dan Bersih
Menurut Gatot, dengan pengetahuan soal penerbangan, maka calon bos baru ini bisa menyelaraskan antara operasional dan bisnis. Hal ini juga tidak akan terjadi lagi kasus overtime yang dijalani oleh para awak kabin.
&quot;Sehingga tidak ada cerita awak pesawat yang bekerja melebihi jam kerja yang sudah ada aturan keselamatannya,&quot; ucapnya.Gatot juga percaya jika pemimpin dengan jiwa bisnis yang kuat ini  bisa mencari terobosan-terobosan baru untuk mendongkrak kinerja  perusahaan. Karena selama ini permasalahan yang dialami oleh Garuda  adalah masalah keuangan karena beberapa tahun lalu selalu merugi.
&quot;Dengan jiwa bisnis yang kuat dia bisa mencari terobosan dengan  pemikiran out of the box, tetapi masih dalam koridor keselamatan  penerbangan,&quot; kata Gatot.
Selain itu, sosok bos baru Garuda ini juga membutuhkan sosok yang  memiliki leadership yang kuat. Karena dirinya meyakini mereka yang tidak  mempunyai jiwa leadership yang kuat tidak akan dipercaya dan didengar  oleh para karyawan Garuda.
&quot;Juga seseorang yang mempunyai jiwa leadership yang kuat, karena  Garuda sudah mempunyai sistem yang mapan dan SDM yang mumpuni. Seseorang  yang tidak punya leadership kuat akan gagal di Garuda dan tidak akan  dipercaya karyawan,&quot; katanya.Selain itu lanjut Gatot, bos baru Garuda juga harus memiliki koneksi   yang bagus baik dengan regulator maupun denan operator, sehingga ketika   memiliki kebijakan ataupun terjadi suatu masalah bisa saling bertukar   pendapat dengan stakeholder yang terkait.
&quot;Juga harus punya koneksi dengan regulator dan operator sehingga   berani beradu argumen dan bisa bersama-sama mencari pemecahan masalah di   penerbangan nasional,&quot; kata Gatot
Lalu yang terakhir adalah harus memiliki moral yang baik, sehingga   kasus-kasus penyelundupan barang-barang seperti yang terjadi pada eranya   Ari Askhara tidak akan terjadi lagi.
&quot;Dan tentu saja juga moral yang baik agar kasus-kasus penyelundupan   itu tidak terulang kembali. Jika tidak, maka akan terjebak lagi dalam   rutinitas dan tidak akan bisa menyelesaikan masalah, bahkan justru   mungkin bisa malah memperburuk kondisi Garuda,&quot; kata Gatot.</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) saat ini tengah mencari posisi Direktur Utama yang baru untuk menggantikan Ari Askhara. Rencana penunjukan Direktur Utama yang baru ini akan dilakukan pada 22 Januari mendatang lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Baca Juga: Erick Tohir Segera Tunjuk Bos Baru Garuda, dari Internal atau Eksternal?
Pengamat Penerbangan Gatot Raharjo mengatakan, Garuda Indonesia memerlukan sosok yang berpengalaman dalam bidang transportasi udara. Tak hanya itu, sosok bos baru Garuda ini harus memiliki latar belakang bisnis yang bagus.
&quot;Diperlukan dirut yang menguasai tentang transportasi udara dan mempunyai visi ke depan terkait bisnis,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Senin (20/1/2020).
Baca Juga: Kriteria Dirut Baru Garuda: Harus Jujur, Berani dan Bersih
Menurut Gatot, dengan pengetahuan soal penerbangan, maka calon bos baru ini bisa menyelaraskan antara operasional dan bisnis. Hal ini juga tidak akan terjadi lagi kasus overtime yang dijalani oleh para awak kabin.
&quot;Sehingga tidak ada cerita awak pesawat yang bekerja melebihi jam kerja yang sudah ada aturan keselamatannya,&quot; ucapnya.Gatot juga percaya jika pemimpin dengan jiwa bisnis yang kuat ini  bisa mencari terobosan-terobosan baru untuk mendongkrak kinerja  perusahaan. Karena selama ini permasalahan yang dialami oleh Garuda  adalah masalah keuangan karena beberapa tahun lalu selalu merugi.
&quot;Dengan jiwa bisnis yang kuat dia bisa mencari terobosan dengan  pemikiran out of the box, tetapi masih dalam koridor keselamatan  penerbangan,&quot; kata Gatot.
Selain itu, sosok bos baru Garuda ini juga membutuhkan sosok yang  memiliki leadership yang kuat. Karena dirinya meyakini mereka yang tidak  mempunyai jiwa leadership yang kuat tidak akan dipercaya dan didengar  oleh para karyawan Garuda.
&quot;Juga seseorang yang mempunyai jiwa leadership yang kuat, karena  Garuda sudah mempunyai sistem yang mapan dan SDM yang mumpuni. Seseorang  yang tidak punya leadership kuat akan gagal di Garuda dan tidak akan  dipercaya karyawan,&quot; katanya.Selain itu lanjut Gatot, bos baru Garuda juga harus memiliki koneksi   yang bagus baik dengan regulator maupun denan operator, sehingga ketika   memiliki kebijakan ataupun terjadi suatu masalah bisa saling bertukar   pendapat dengan stakeholder yang terkait.
&quot;Juga harus punya koneksi dengan regulator dan operator sehingga   berani beradu argumen dan bisa bersama-sama mencari pemecahan masalah di   penerbangan nasional,&quot; kata Gatot
Lalu yang terakhir adalah harus memiliki moral yang baik, sehingga   kasus-kasus penyelundupan barang-barang seperti yang terjadi pada eranya   Ari Askhara tidak akan terjadi lagi.
&quot;Dan tentu saja juga moral yang baik agar kasus-kasus penyelundupan   itu tidak terulang kembali. Jika tidak, maka akan terjebak lagi dalam   rutinitas dan tidak akan bisa menyelesaikan masalah, bahkan justru   mungkin bisa malah memperburuk kondisi Garuda,&quot; kata Gatot.</content:encoded></item></channel></rss>
