<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Bagaimana Nasib UMKM?</title><description>Teten akan menyiapkan anggaran khusus untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/21/320/2156254/subsidi-gas-elpiji-3-kg-akan-dicabut-bagaimana-nasib-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/21/320/2156254/subsidi-gas-elpiji-3-kg-akan-dicabut-bagaimana-nasib-umkm"/><item><title>   Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Bagaimana Nasib UMKM?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/21/320/2156254/subsidi-gas-elpiji-3-kg-akan-dicabut-bagaimana-nasib-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/21/320/2156254/subsidi-gas-elpiji-3-kg-akan-dicabut-bagaimana-nasib-umkm</guid><pubDate>Selasa 21 Januari 2020 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/21/320/2156254/subsidi-gas-elpiji-3-kg-akan-dicabut-bagaimana-nasib-umkm-96hmmuwAkZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gas Elpiji 3 Kg (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/21/320/2156254/subsidi-gas-elpiji-3-kg-akan-dicabut-bagaimana-nasib-umkm-96hmmuwAkZ.jpg</image><title>Gas Elpiji 3 Kg (Foto: Okezone)</title></images><description> 
TANGERANG - Menteri Koperasi dan UKM atau Usaha Kecil dan Menegah, Teten Masduki menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan anggaran khusus untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut dilakukan terkait dengan adanya rencana pencabutan subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg) yang meresahkan pelaku UMKM.

&quot;Anggaran untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentu kita siapkan, triliunan sudah pasti itu. Tinggal nantinya, kita lihat keputusan selanjutnya, apakah nantinya gas bersubsidi itu akan dicabut atau sebaliknya,&quot; katanya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Tangerang, Selasa (21/1/2020).
Baca Juga: Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Dialihkan ke Penerima, BPKN: Itu Lebih Pas
Dia menjelaskan, bantuan tersebut berupa voucher subsidi dan akan diberikan kepada pihak-pihak yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi. Selain itu, bantuan juga akan diberikan dengan sistem transfer bank dan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

&quot;Untuk penyaluran bantuan itu, nantinya ada kemungkinan dua cara, yang pertama kita terbitkan voucher bersubsidi dan yang kedua kita terapkan sistem transfer melalui rekening bank. Makanya nanti, kita akan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendata by name by address para UMKM yang memang berhak menerima gas bersubsidi itu,&quot; katanya.
Penerima subsidi akan diutamakan bagi pelaku usaha di sektor mikro  yang sebagian besar menjalankan bisnis di bidang kuliner yang tentunya  sangat bergantung pada harga gas elpiji.

&quot;Terutama ya disektor mikro. Nah, nanti kalau sudah terdata by name  by address, langsung kooridnasi ke kita sebagai pendamping yang  kemudian, kita serahkan ke Kementerian ESDM,&quot; ujarnya.

Teten menilai pencabutan subsidi pada gas elpiji bertujuan untuk  menghindari penyimpangan penyaluran barang bersubsidi. Sebab, selama ini  pendistribusian gas bersubsidi tidak tepat sasaran. Dirinya kemudian  mencotohkan, banyak pelaku usaha yang sudah mapan ataupun masyarakat  yang masuk dalam kategori ekonomi menengah atas, malah menggunakan gas  bersubsisi.

&quot;Distribusi gas melon itu banyak penyimpangan misalnya banyak orang  yang mampu atau orang kaya justru menggunakan gas melon. Saya tahu  rencana itu dikaitkan supaya subsidi itu tepat sasaran kepada si miskin  yang butuh subsidi, ditambah anggaran subsidi tidak salah sasaran atau  terbuang begitu saja. Maka dari itu, sekarang kita masih ikuti rencana  yang ada,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, wacana pencabutan subsidi pada gas elpiji ukuran 3 kg  atau yang biasa disebut gas melon menuai keresahan di kalangan pelaku  usaha khususnya di sektor mikro. Harga gas tersebut akan melonjak  mengikuti harga pasar.</description><content:encoded> 
TANGERANG - Menteri Koperasi dan UKM atau Usaha Kecil dan Menegah, Teten Masduki menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan anggaran khusus untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut dilakukan terkait dengan adanya rencana pencabutan subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg) yang meresahkan pelaku UMKM.

&quot;Anggaran untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentu kita siapkan, triliunan sudah pasti itu. Tinggal nantinya, kita lihat keputusan selanjutnya, apakah nantinya gas bersubsidi itu akan dicabut atau sebaliknya,&quot; katanya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Tangerang, Selasa (21/1/2020).
Baca Juga: Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Dialihkan ke Penerima, BPKN: Itu Lebih Pas
Dia menjelaskan, bantuan tersebut berupa voucher subsidi dan akan diberikan kepada pihak-pihak yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi. Selain itu, bantuan juga akan diberikan dengan sistem transfer bank dan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

&quot;Untuk penyaluran bantuan itu, nantinya ada kemungkinan dua cara, yang pertama kita terbitkan voucher bersubsidi dan yang kedua kita terapkan sistem transfer melalui rekening bank. Makanya nanti, kita akan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendata by name by address para UMKM yang memang berhak menerima gas bersubsidi itu,&quot; katanya.
Penerima subsidi akan diutamakan bagi pelaku usaha di sektor mikro  yang sebagian besar menjalankan bisnis di bidang kuliner yang tentunya  sangat bergantung pada harga gas elpiji.

&quot;Terutama ya disektor mikro. Nah, nanti kalau sudah terdata by name  by address, langsung kooridnasi ke kita sebagai pendamping yang  kemudian, kita serahkan ke Kementerian ESDM,&quot; ujarnya.

Teten menilai pencabutan subsidi pada gas elpiji bertujuan untuk  menghindari penyimpangan penyaluran barang bersubsidi. Sebab, selama ini  pendistribusian gas bersubsidi tidak tepat sasaran. Dirinya kemudian  mencotohkan, banyak pelaku usaha yang sudah mapan ataupun masyarakat  yang masuk dalam kategori ekonomi menengah atas, malah menggunakan gas  bersubsisi.

&quot;Distribusi gas melon itu banyak penyimpangan misalnya banyak orang  yang mampu atau orang kaya justru menggunakan gas melon. Saya tahu  rencana itu dikaitkan supaya subsidi itu tepat sasaran kepada si miskin  yang butuh subsidi, ditambah anggaran subsidi tidak salah sasaran atau  terbuang begitu saja. Maka dari itu, sekarang kita masih ikuti rencana  yang ada,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, wacana pencabutan subsidi pada gas elpiji ukuran 3 kg  atau yang biasa disebut gas melon menuai keresahan di kalangan pelaku  usaha khususnya di sektor mikro. Harga gas tersebut akan melonjak  mengikuti harga pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
