<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih BNI Naik 2,5% Jadi Rp15,3 Triliun di 2019</title><description>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengantongi laba bersih sebesar Rp15,38 triliun sepanjang tahun 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/278/2156733/laba-bersih-bni-naik-2-5-jadi-rp15-3-triliun-di-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/278/2156733/laba-bersih-bni-naik-2-5-jadi-rp15-3-triliun-di-2019"/><item><title>Laba Bersih BNI Naik 2,5% Jadi Rp15,3 Triliun di 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/278/2156733/laba-bersih-bni-naik-2-5-jadi-rp15-3-triliun-di-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/278/2156733/laba-bersih-bni-naik-2-5-jadi-rp15-3-triliun-di-2019</guid><pubDate>Rabu 22 Januari 2020 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/22/278/2156733/laba-bersih-bni-naik-2-5-jadi-rp15-3-triliun-di-2019-6Q0W9uz696.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers Laporan Keuangan BNI (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/22/278/2156733/laba-bersih-bni-naik-2-5-jadi-rp15-3-triliun-di-2019-6Q0W9uz696.jpeg</image><title>Konferensi Pers Laporan Keuangan BNI (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengantongi laba bersih sebesar Rp15,38 triliun sepanjang tahun 2019. Realisasi itu hanya tumbuh 2,5% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,02 triliun. Padahal, pada tahun 2018 BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,3% yoy dari posisi Rp13,62 triliun pada akhir 2017.
&quot;Kinerja anak usaha berhasil menyumbang 11,6% dari laba yang diperoleh grup BNI di 2019. Kontribusi kelima anak usaha terhadap kinerja BNI tumbuh 33,3% secara yoy,&quot; ujar Direktur Keuangan BNI Ario Bimo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
Baca Juga: BNI Hong Kong Konsisten Promosikan Investasi dan Ekspor Indonesia
 
Dia menjelaskan, pertumbuhan laba bersih perseroan pada tahun lalu ditopang penyaluran kredit yang naik 8,6% yoy menjadi Rp556,77 triliun. Hal ini membuat pendapatan bunga (net interest income/NII) sebesar Rp36,6 triliun atau 3,3% dari tahun sebelumnya Rp35,45 triliun.
&quot;Pertumbuhan NII tersebut mampu menjaga ROE (return on equity) pada posisi 14% di akhir tahun 2019,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Fokus di LinkAja, BNI Tak Lagi Uji Coba dengan WeChat dan Alipay
 
Seiring dengan peningkatan NII, bank pelat merah ini juga mencatatkan peningkatan pendapatan non bunga (fee based income/FBI) sebesar 18,1% menjadi Rp11,36% dari tahun sebelumnya Rp9,62 triliun. Realisasi FBI ini, 27,4% di antaranya berasal dari aktivitas bisnis internasional BNI melalui kantor-kantor BNI cabang luar negeri.
Sementara itu, kinerja keuangan perseroan juga didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp6,1% jadi Rp614,31 triliun. Pada tahun 2018, BNI tercatat menghimpun DPK sebesar Rp578,78 triliun. Pada akhir 2019, aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan 4,6% yoy menjadi Rp845,61 triliun dari tahun sebelumnya Rp808,57 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengantongi laba bersih sebesar Rp15,38 triliun sepanjang tahun 2019. Realisasi itu hanya tumbuh 2,5% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,02 triliun. Padahal, pada tahun 2018 BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,3% yoy dari posisi Rp13,62 triliun pada akhir 2017.
&quot;Kinerja anak usaha berhasil menyumbang 11,6% dari laba yang diperoleh grup BNI di 2019. Kontribusi kelima anak usaha terhadap kinerja BNI tumbuh 33,3% secara yoy,&quot; ujar Direktur Keuangan BNI Ario Bimo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
Baca Juga: BNI Hong Kong Konsisten Promosikan Investasi dan Ekspor Indonesia
 
Dia menjelaskan, pertumbuhan laba bersih perseroan pada tahun lalu ditopang penyaluran kredit yang naik 8,6% yoy menjadi Rp556,77 triliun. Hal ini membuat pendapatan bunga (net interest income/NII) sebesar Rp36,6 triliun atau 3,3% dari tahun sebelumnya Rp35,45 triliun.
&quot;Pertumbuhan NII tersebut mampu menjaga ROE (return on equity) pada posisi 14% di akhir tahun 2019,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Fokus di LinkAja, BNI Tak Lagi Uji Coba dengan WeChat dan Alipay
 
Seiring dengan peningkatan NII, bank pelat merah ini juga mencatatkan peningkatan pendapatan non bunga (fee based income/FBI) sebesar 18,1% menjadi Rp11,36% dari tahun sebelumnya Rp9,62 triliun. Realisasi FBI ini, 27,4% di antaranya berasal dari aktivitas bisnis internasional BNI melalui kantor-kantor BNI cabang luar negeri.
Sementara itu, kinerja keuangan perseroan juga didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp6,1% jadi Rp614,31 triliun. Pada tahun 2018, BNI tercatat menghimpun DPK sebesar Rp578,78 triliun. Pada akhir 2019, aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan 4,6% yoy menjadi Rp845,61 triliun dari tahun sebelumnya Rp808,57 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
