<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendag Prediksi Harga Cabai Terus Naik hingga Akhir Februari</title><description>Kemendag memperkirakan kenaikan harga cabai masih akan bertahan hingga akhir Februari 2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156600/kemendag-prediksi-harga-cabai-terus-naik-hingga-akhir-februari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156600/kemendag-prediksi-harga-cabai-terus-naik-hingga-akhir-februari"/><item><title>Kemendag Prediksi Harga Cabai Terus Naik hingga Akhir Februari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156600/kemendag-prediksi-harga-cabai-terus-naik-hingga-akhir-februari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156600/kemendag-prediksi-harga-cabai-terus-naik-hingga-akhir-februari</guid><pubDate>Rabu 22 Januari 2020 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/22/320/2156600/kemendag-prediksi-harga-cabai-terus-naik-hingga-akhir-februari-U4S4gKB9RP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Cabai Naik. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/22/320/2156600/kemendag-prediksi-harga-cabai-terus-naik-hingga-akhir-februari-U4S4gKB9RP.jpg</image><title>Harga Cabai Naik. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan kenaikan harga cabai masih akan bertahan hingga akhir Februari 2020. Hal ini sesuai dengan pantau langsung di Pasar Induk Kramat Jati serta informasi dari Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia (AACI).
&amp;ldquo;Harga cabai masih bertahan dengan harga tertinggi hingga akhir Februari 2020,&amp;rdquo; ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto, saat dihubungi Okezone, Rabu (22/1/2020).
Baca Juga: Sentra Produksi Cabai di Banyuwangi, Lumajang hingga Jember Rusak
Dia mengatakan, kenaikan harga karena kurangnnya produksi cabai, di mana hasil panen rusak di sentra produksi seperti Banyuwangi, Lumajang dan Jember rusak. Penyebabnya karena meningkatnya penyakit pada tanaman cabai serta kondisi kekurangan air pada November-Desember 2019.
&amp;ldquo;Daerah sentra produksi yang cabainya rusak seperti di Banyuwangi, Lumajang, dan Jember akibat meningkatnya penyakit pada tanaman cabai,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebagai antisipasinya, Kemendag terus melakukaan koordinasi dengan Kementan untuk mendapatkan informasi sentra tanaman cabai yang akan panen. Kementan dengan Dinas di daerah juga mendorong untuk peningkatan produksi cabai.
Baca Juga: Harga Cabai Tertinggi di Palembang, Tembus Rp95.000/Kg
&amp;ldquo;Antisipasi yang dilakukan kemendag adalah koordinasi dengan Kementan untuk informasi dari daerah sentra yang akan panen,&amp;rdquo; kata Suhanto.Berdasarkan pantauan Kemendag bekerjasama dengan Dinas Provinsi dan  Kab/Kota yg membidangi perdagangan, harga rata-rata nasional komoditi  cabai per 20 Januari 2020 mengalami kenaikan dibanding seminggu lalu  dengan rincian sebagai berikut:
Cabe merah keriting naik 4,78% menjadi Rp42.156/kg, tertinggi di Jakarta Rp67.500/kg.
Cabe merah besar naik 7,62% menjadi Rp47.224/kg, tertinggi di Jakarta Rp77.727/kg.
Cabe rawit merah naik 21,15% menjadi Rp62.831/kg, tertinggi di Palembang Rp95.000/kg.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan kenaikan harga cabai masih akan bertahan hingga akhir Februari 2020. Hal ini sesuai dengan pantau langsung di Pasar Induk Kramat Jati serta informasi dari Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia (AACI).
&amp;ldquo;Harga cabai masih bertahan dengan harga tertinggi hingga akhir Februari 2020,&amp;rdquo; ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto, saat dihubungi Okezone, Rabu (22/1/2020).
Baca Juga: Sentra Produksi Cabai di Banyuwangi, Lumajang hingga Jember Rusak
Dia mengatakan, kenaikan harga karena kurangnnya produksi cabai, di mana hasil panen rusak di sentra produksi seperti Banyuwangi, Lumajang dan Jember rusak. Penyebabnya karena meningkatnya penyakit pada tanaman cabai serta kondisi kekurangan air pada November-Desember 2019.
&amp;ldquo;Daerah sentra produksi yang cabainya rusak seperti di Banyuwangi, Lumajang, dan Jember akibat meningkatnya penyakit pada tanaman cabai,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebagai antisipasinya, Kemendag terus melakukaan koordinasi dengan Kementan untuk mendapatkan informasi sentra tanaman cabai yang akan panen. Kementan dengan Dinas di daerah juga mendorong untuk peningkatan produksi cabai.
Baca Juga: Harga Cabai Tertinggi di Palembang, Tembus Rp95.000/Kg
&amp;ldquo;Antisipasi yang dilakukan kemendag adalah koordinasi dengan Kementan untuk informasi dari daerah sentra yang akan panen,&amp;rdquo; kata Suhanto.Berdasarkan pantauan Kemendag bekerjasama dengan Dinas Provinsi dan  Kab/Kota yg membidangi perdagangan, harga rata-rata nasional komoditi  cabai per 20 Januari 2020 mengalami kenaikan dibanding seminggu lalu  dengan rincian sebagai berikut:
Cabe merah keriting naik 4,78% menjadi Rp42.156/kg, tertinggi di Jakarta Rp67.500/kg.
Cabe merah besar naik 7,62% menjadi Rp47.224/kg, tertinggi di Jakarta Rp77.727/kg.
Cabe rawit merah naik 21,15% menjadi Rp62.831/kg, tertinggi di Palembang Rp95.000/kg.</content:encoded></item></channel></rss>
