<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Cabai Tinggi, Imbas Pergeseran Panen ke Bulan Maret</title><description>Kenaikan harga cabai di beberapa pasar di wilayah Indonesia masih akan berlanjut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156755/harga-cabai-tinggi-imbas-pergeseran-panen-ke-bulan-maret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156755/harga-cabai-tinggi-imbas-pergeseran-panen-ke-bulan-maret"/><item><title>Harga Cabai Tinggi, Imbas Pergeseran Panen ke Bulan Maret</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156755/harga-cabai-tinggi-imbas-pergeseran-panen-ke-bulan-maret</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/320/2156755/harga-cabai-tinggi-imbas-pergeseran-panen-ke-bulan-maret</guid><pubDate>Rabu 22 Januari 2020 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/22/320/2156755/harga-cabai-tinggi-imbas-pergeseran-panen-ke-bulan-maret-N9UXBa9U9o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/22/320/2156755/harga-cabai-tinggi-imbas-pergeseran-panen-ke-bulan-maret-N9UXBa9U9o.jpg</image><title>Cabai (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kenaikan harga cabai di beberapa pasar di wilayah Indonesia masih akan berlanjut. Hal ini dikarenakan berkurangnya pasokan imbas dari masa panen yang bergeser.

Dari pantauan Kemendag dan informasi dari AACI bahwa kondisi persediaan cabai di Pasar Induk Kramat Jati  pasokannya berada di kisaran 90 ton/hari. Persediaan ini pun berada di bawah batas normal yang sebanyak100-125 ton/ hari.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemendag Prediksi Harga Cabai Terus Naik hingga Akhir Februari
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto Sastrosudarmo mengatakan, harga cabai masih akan bertahan tinggi sampai akhir Februari 2020. Hal ini dikatakan karena menunggu masa panen sampai akhir Maret 2020.

&quot;Sementara musim panen akan berlangsung bulan Maret 2020-April 2020,&quot; ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sentra Produksi Cabai di Banyuwangi, Lumajang hingga Jember Rusak 
Kondisi berkurangnya pasokan tersebut membuat para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati bersaing untuk mendapatkan pasokan cabai dari sentra produksi di pulau Jawa dengan pasar Induk lainnya seperti Pasar Induk Tanah Tinggi dan Cibitung, yang akhirnya berdampak pada naiknya harga.Menanggapi hal ini, Kementrian Perdagangan berkoordinasi dengan  Kementrian Pertanian untuk mendapatkan informasi dari sentra-sentra  tanaman cabai yang akan panen. Kementan bekerja sama dengan dinas-dinas  daerah untuk meningkatkan produksi cabai.

&quot;Pastinya kami koordinasi dengan Kementan untuk mendapatkan informasi  mengenai sentra-sentra tanaman cabe yang akan panen. Kementan bekerja  sama dengan dinas-dinas di daerah untuk mendorong peningkatan produksi  cabai,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kenaikan harga cabai di beberapa pasar di wilayah Indonesia masih akan berlanjut. Hal ini dikarenakan berkurangnya pasokan imbas dari masa panen yang bergeser.

Dari pantauan Kemendag dan informasi dari AACI bahwa kondisi persediaan cabai di Pasar Induk Kramat Jati  pasokannya berada di kisaran 90 ton/hari. Persediaan ini pun berada di bawah batas normal yang sebanyak100-125 ton/ hari.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemendag Prediksi Harga Cabai Terus Naik hingga Akhir Februari
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto Sastrosudarmo mengatakan, harga cabai masih akan bertahan tinggi sampai akhir Februari 2020. Hal ini dikatakan karena menunggu masa panen sampai akhir Maret 2020.

&quot;Sementara musim panen akan berlangsung bulan Maret 2020-April 2020,&quot; ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sentra Produksi Cabai di Banyuwangi, Lumajang hingga Jember Rusak 
Kondisi berkurangnya pasokan tersebut membuat para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati bersaing untuk mendapatkan pasokan cabai dari sentra produksi di pulau Jawa dengan pasar Induk lainnya seperti Pasar Induk Tanah Tinggi dan Cibitung, yang akhirnya berdampak pada naiknya harga.Menanggapi hal ini, Kementrian Perdagangan berkoordinasi dengan  Kementrian Pertanian untuk mendapatkan informasi dari sentra-sentra  tanaman cabai yang akan panen. Kementan bekerja sama dengan dinas-dinas  daerah untuk meningkatkan produksi cabai.

&quot;Pastinya kami koordinasi dengan Kementan untuk mendapatkan informasi  mengenai sentra-sentra tanaman cabe yang akan panen. Kementan bekerja  sama dengan dinas-dinas di daerah untuk mendorong peningkatan produksi  cabai,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
