<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Program Unggulan Atasi Backlog Rumah di Indonesia</title><description>Masalah defisit perumahan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan kebutuhan dan pasokan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156692/3-program-unggulan-atasi-backlog-rumah-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156692/3-program-unggulan-atasi-backlog-rumah-di-indonesia"/><item><title>3 Program Unggulan Atasi Backlog Rumah di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156692/3-program-unggulan-atasi-backlog-rumah-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156692/3-program-unggulan-atasi-backlog-rumah-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 22 Januari 2020 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/22/470/2156692/3-program-unggulan-atasi-backlog-rumah-di-indonesia-eUePTMxung.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/22/470/2156692/3-program-unggulan-atasi-backlog-rumah-di-indonesia-eUePTMxung.jpg</image><title>Ilustrasi Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan program unggulan untuk mengatasi kekurangan rumah (backlog) perumahan. Masalah defisit perumahan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan kebutuhan dan pasokan, utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam rangka mencukupi kebutuhan rumah tersebut, Kementerian PUPR menyiapkan program perumahan berbasis komunitas, pembangunan perumahan berskala besar yang terintegrasi Kotaku, dan penyempurnaan skema perumahan untuk ASN/TNI/Polri dan generasi milenial.
Baca Juga: Pembangunan 177.472 Rumah di RI Dapat Subsidi
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, ketiga program unggulan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan berbagai stakeholder perumahan sehingga capaian pembangunan perumahan bisa terlaksana dengan baik di lapangan.
&amp;ldquo;Ketiga program tersebut akan kami laksanakan dan integrasikan pada 2020 karena kebutuhan rumah masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya,&amp;rdquo; ujar Khalawi, dilansir dari Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
Pertama, Program Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas. Program ini diperuntukkan bagi komunitas profesi tertentu dan belum pernah mendapatkan program subsidi pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Baca Juga: Pembeli 177.471 Rumah Dapat Bantuan Subsidi Tahun Ini
Dalam pelaksanaannya, program ini akan terintegrasi dengan program Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dan bantuan pembiayaan perumahan Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Program kedua, pembangunan perumahan skala besar yang terintegrasi dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan melibatkan pengembang besar.
Dalam hal ini para pengembang diharapkan dapat terlibat aktif dengan  melaksanakan pembangunan dengan Pola Hunian Berimbang meliputi rumah  sederhana, rumah menengah, dan rumah mewah.
&amp;ldquo;Program yang ketiga adalah proses finalisasi skema penyediaan  perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) / TNI / Polri serta skema  perumahan untuk generasi millenials. Kami juga sedang melakukan  pembahasan tentang pokok-pokok perubahan dalam Revisi Peraturan Menteri  PUPR tentang Hunian Berimbang,&amp;rdquo; ujar Khalawi.
Progres Program Satu Juta Rumah hingga akhir 2019 mencapai 1.257.852  unit. Sementara total capaian pembangunan rumah selama lima tahun mulai  2015 hingga 2019 berjumlah 4.800.170 unit rumah. Dari angka capaian 2019  tersebut tercatat pembangunan rumah untuk MBR jumlahnya sekitar 945.161  unit dan rumah untuk non MBR sekitar 312.691 unit rumah.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan program unggulan untuk mengatasi kekurangan rumah (backlog) perumahan. Masalah defisit perumahan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan kebutuhan dan pasokan, utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam rangka mencukupi kebutuhan rumah tersebut, Kementerian PUPR menyiapkan program perumahan berbasis komunitas, pembangunan perumahan berskala besar yang terintegrasi Kotaku, dan penyempurnaan skema perumahan untuk ASN/TNI/Polri dan generasi milenial.
Baca Juga: Pembangunan 177.472 Rumah di RI Dapat Subsidi
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, ketiga program unggulan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan berbagai stakeholder perumahan sehingga capaian pembangunan perumahan bisa terlaksana dengan baik di lapangan.
&amp;ldquo;Ketiga program tersebut akan kami laksanakan dan integrasikan pada 2020 karena kebutuhan rumah masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya,&amp;rdquo; ujar Khalawi, dilansir dari Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
Pertama, Program Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas. Program ini diperuntukkan bagi komunitas profesi tertentu dan belum pernah mendapatkan program subsidi pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Baca Juga: Pembeli 177.471 Rumah Dapat Bantuan Subsidi Tahun Ini
Dalam pelaksanaannya, program ini akan terintegrasi dengan program Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dan bantuan pembiayaan perumahan Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Program kedua, pembangunan perumahan skala besar yang terintegrasi dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan melibatkan pengembang besar.
Dalam hal ini para pengembang diharapkan dapat terlibat aktif dengan  melaksanakan pembangunan dengan Pola Hunian Berimbang meliputi rumah  sederhana, rumah menengah, dan rumah mewah.
&amp;ldquo;Program yang ketiga adalah proses finalisasi skema penyediaan  perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) / TNI / Polri serta skema  perumahan untuk generasi millenials. Kami juga sedang melakukan  pembahasan tentang pokok-pokok perubahan dalam Revisi Peraturan Menteri  PUPR tentang Hunian Berimbang,&amp;rdquo; ujar Khalawi.
Progres Program Satu Juta Rumah hingga akhir 2019 mencapai 1.257.852  unit. Sementara total capaian pembangunan rumah selama lima tahun mulai  2015 hingga 2019 berjumlah 4.800.170 unit rumah. Dari angka capaian 2019  tersebut tercatat pembangunan rumah untuk MBR jumlahnya sekitar 945.161  unit dan rumah untuk non MBR sekitar 312.691 unit rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
