<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjabaran Interior dalam Feng Shui, Apakah Rumah Anda Sudah Sesuai?</title><description>Feng Shui merupakan suatu hal yang sudah umum terdengar, apalagi saat membicarakan sektor properti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156726/penjabaran-interior-dalam-feng-shui-apakah-rumah-anda-sudah-sesuai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156726/penjabaran-interior-dalam-feng-shui-apakah-rumah-anda-sudah-sesuai"/><item><title>Penjabaran Interior dalam Feng Shui, Apakah Rumah Anda Sudah Sesuai?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156726/penjabaran-interior-dalam-feng-shui-apakah-rumah-anda-sudah-sesuai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/22/470/2156726/penjabaran-interior-dalam-feng-shui-apakah-rumah-anda-sudah-sesuai</guid><pubDate>Rabu 22 Januari 2020 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/22/470/2156726/penjabaran-interior-dalam-feng-shui-apakah-rumah-anda-sudah-sesuai-Sznxl9l6sY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/22/470/2156726/penjabaran-interior-dalam-feng-shui-apakah-rumah-anda-sudah-sesuai-Sznxl9l6sY.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Feng Shui merupakan suatu hal yang sudah umum terdengar, apalagi saat membicarakan sektor properti. Namun apakah itu Feng Shui dan bagaimana penjabaran umum terkait hal tersebut?
Melansir buku 'Feng Shui Interior dan Rumah Tinggal terbitan 2014 karya Ivon Xue, Rabu (22/1/2020), Feng Shui menjelaskan penjabaran tentang berbagai dampak baik dan buruk penempatan produk interior dalam tata ruang yang teliti seperti penempatan ranjang, kompor, meja makan dan perlengkapan lainnya. Penjabaran tersebut kemudian dibagi menjadi dua konsep.
Konsep pertama menggunakan rumus atau aliran kompas akan menuntun dalam penentuan baik buruknya susunan tata ruang dan properti lain berdasarkan perhitungan sifat gaya medan magnetik alam dan ruang. Misalnya tata letak kompor yang berunsur api dinilai tepat diletakkan di sisi timur, tenggara dan selatan.
Baca Juga: Kedai Kopi Terbaik Dunia, Interiornya Bikin Betah Berlama-lama
 
Penjabaran Feng Shui melalui aliran bentuk yang merupakan konsep kedua lebih menitikberatkan pada dampak dari akibat yang timbul karena ditelitinya suatu objek tata ruang. Misalnya, pantang jika meletakkan ranjang di bawah bentang balok karena dapat membuat penggunanya sakit.
Penjabaran konsep kedua ini bukan bersifat mistis, namun bisa dijelaskan secara logika. Bentangan balok akan bergetar seiring gerakan atau getaran yang terjadi di atasnya, hal ini dapat membuat mereka yang tidur di atas balok akan menerima tekanan dari massa yang dilenturkan sehingga akan mengganggu aliran darah dan saraf mereka.
Baca Juga: Gaya Desain Interior Kekinian, dari Motif Batik hingga Kombinasi Etnik
 
Selain itu ada juga Feng Shui interior, yang membahas tentang dampak baik buruknya bentuk ruang, letak mebel dan properti dekorasi terhadap mereka yang tinggal dalam ruang yang dimaksud. Menurut Feng Shui interior, ruangan yang diatur melalui komposisi yang selaras dengan aturan atau hukum alam akan menciptakan atmosfer yang menguntungkan.
Contohnya, meja berkaki tiga akan memiliki konstruksi yang tidak kokoh dan mudah goyang, ini akan memberi kesan rapuh dan perasaan tidak aman. Meja berbentuk segitiga yang memiliki sudut runcing akan memberi kesan ancaman dan menghilangkan rasa nyaman.Mebel segitiga ini lebih tepat jika diletakkan sebagai hiasan sudut  ruangan. Selain itu, meja yang memiliki kaki tiga tidak disarankan untuk  digunakan karena mudah goyang dan tidak stabil.  Sementara itu besar  kecilnya ukuran ruangan tidak menjadi suatu keharusan yang tetap dalam  Feng Shui. Tetapi tetap harus ada kesesuaian besar kecil bangunan dengan  jumlah penghuni.
Rumah yang sangat besar namun dihuni oleh sedikit orang dikatakan  tidak baik karena dapat menciptakan atmosfer kesenyapan dengan kualitas  negatif (yin) lebih dominan. Sedangkan rumah tipe kecil dan dihuni oleh  banyak orang juga tidak baik, karena suasana akan gaduh sehingga tidak  bisa memberi ketenangan.
Tidak hanya itu, toilet yang berada di dalam kamar tidur yang  berukuran mendekati setengahnya juga tidak menguntungkan karena udara  buruk dari WC akan mendominasi atmosfer kamar dan dapat merusak  kesehatan penghuni kamar. Ukuran dapur umumnya lebih kecil dari kamar  tidur karena biasanya orang lebih mementingkan nilai kenyamanan dengan  memanfaatkan ruang tidur yang lebih luas untuk beristirahat.</description><content:encoded>JAKARTA - Feng Shui merupakan suatu hal yang sudah umum terdengar, apalagi saat membicarakan sektor properti. Namun apakah itu Feng Shui dan bagaimana penjabaran umum terkait hal tersebut?
Melansir buku 'Feng Shui Interior dan Rumah Tinggal terbitan 2014 karya Ivon Xue, Rabu (22/1/2020), Feng Shui menjelaskan penjabaran tentang berbagai dampak baik dan buruk penempatan produk interior dalam tata ruang yang teliti seperti penempatan ranjang, kompor, meja makan dan perlengkapan lainnya. Penjabaran tersebut kemudian dibagi menjadi dua konsep.
Konsep pertama menggunakan rumus atau aliran kompas akan menuntun dalam penentuan baik buruknya susunan tata ruang dan properti lain berdasarkan perhitungan sifat gaya medan magnetik alam dan ruang. Misalnya tata letak kompor yang berunsur api dinilai tepat diletakkan di sisi timur, tenggara dan selatan.
Baca Juga: Kedai Kopi Terbaik Dunia, Interiornya Bikin Betah Berlama-lama
 
Penjabaran Feng Shui melalui aliran bentuk yang merupakan konsep kedua lebih menitikberatkan pada dampak dari akibat yang timbul karena ditelitinya suatu objek tata ruang. Misalnya, pantang jika meletakkan ranjang di bawah bentang balok karena dapat membuat penggunanya sakit.
Penjabaran konsep kedua ini bukan bersifat mistis, namun bisa dijelaskan secara logika. Bentangan balok akan bergetar seiring gerakan atau getaran yang terjadi di atasnya, hal ini dapat membuat mereka yang tidur di atas balok akan menerima tekanan dari massa yang dilenturkan sehingga akan mengganggu aliran darah dan saraf mereka.
Baca Juga: Gaya Desain Interior Kekinian, dari Motif Batik hingga Kombinasi Etnik
 
Selain itu ada juga Feng Shui interior, yang membahas tentang dampak baik buruknya bentuk ruang, letak mebel dan properti dekorasi terhadap mereka yang tinggal dalam ruang yang dimaksud. Menurut Feng Shui interior, ruangan yang diatur melalui komposisi yang selaras dengan aturan atau hukum alam akan menciptakan atmosfer yang menguntungkan.
Contohnya, meja berkaki tiga akan memiliki konstruksi yang tidak kokoh dan mudah goyang, ini akan memberi kesan rapuh dan perasaan tidak aman. Meja berbentuk segitiga yang memiliki sudut runcing akan memberi kesan ancaman dan menghilangkan rasa nyaman.Mebel segitiga ini lebih tepat jika diletakkan sebagai hiasan sudut  ruangan. Selain itu, meja yang memiliki kaki tiga tidak disarankan untuk  digunakan karena mudah goyang dan tidak stabil.  Sementara itu besar  kecilnya ukuran ruangan tidak menjadi suatu keharusan yang tetap dalam  Feng Shui. Tetapi tetap harus ada kesesuaian besar kecil bangunan dengan  jumlah penghuni.
Rumah yang sangat besar namun dihuni oleh sedikit orang dikatakan  tidak baik karena dapat menciptakan atmosfer kesenyapan dengan kualitas  negatif (yin) lebih dominan. Sedangkan rumah tipe kecil dan dihuni oleh  banyak orang juga tidak baik, karena suasana akan gaduh sehingga tidak  bisa memberi ketenangan.
Tidak hanya itu, toilet yang berada di dalam kamar tidur yang  berukuran mendekati setengahnya juga tidak menguntungkan karena udara  buruk dari WC akan mendominasi atmosfer kamar dan dapat merusak  kesehatan penghuni kamar. Ukuran dapur umumnya lebih kecil dari kamar  tidur karena biasanya orang lebih mementingkan nilai kenyamanan dengan  memanfaatkan ruang tidur yang lebih luas untuk beristirahat.</content:encoded></item></channel></rss>
