<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet Faktor yang Jadi Pertimbangan BI dalam Putuskan Suku Bunga Acuan</title><description>Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menahan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate tetap di level 5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157046/sederet-faktor-yang-jadi-pertimbangan-bi-dalam-putuskan-suku-bunga-acuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157046/sederet-faktor-yang-jadi-pertimbangan-bi-dalam-putuskan-suku-bunga-acuan"/><item><title>Sederet Faktor yang Jadi Pertimbangan BI dalam Putuskan Suku Bunga Acuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157046/sederet-faktor-yang-jadi-pertimbangan-bi-dalam-putuskan-suku-bunga-acuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157046/sederet-faktor-yang-jadi-pertimbangan-bi-dalam-putuskan-suku-bunga-acuan</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/20/2157046/sederet-faktor-yang-jadi-pertimbangan-bi-dalam-putuskan-suku-bunga-acuan-SO5PmLHZWp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/20/2157046/sederet-faktor-yang-jadi-pertimbangan-bi-dalam-putuskan-suku-bunga-acuan-SO5PmLHZWp.jpg</image><title>Bank Indonesia (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menahan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate tetap di level 5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2020. Setelah sepanjang tahun 2019 mamangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis point (bps).

Saat ini, suku bunga acuan BI berada di level 5%. Adapun bunga Deposit Facility (DF) di level 4,25% dan suku bunga Lending Facility (LF) pada level 5,75%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menanti Kebijakan Suku Bunga Acuan BI di Awal 2020
Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyatakan, kebijakan BI menahan suku bunga acuan dengan mempertimbangkan faktor eksternal yakni adanya kecenderungan bank-bank sentral menahan suku bunga acuan, lantaran target pertumbuhan ekonomi dan laju inflasinya yang masih sesuai dengan target.

&quot;RDG BI diperkirakan mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5%, pun dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility tetap tidak berubah,&quot; kata dia kepada Okezone, Jakarta, Kamis (23/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Suku Bunga Acuan Tetap 5%, Gubernur BI: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reverse (The Fed) yang diperkirakan akan menahan suku bunga di level 1,5%-1,75% hingga akhir tahun 2020. Hal ini di dorong perekonomian AS masih tumbuh kuat berkisar 2% dengan inflasi 1,8% dan angka Purchasing Manager Index (PMI) AS juga masih di atas ambang normal yakni sekitar 52-53 yang artinya perekonomian AS masih ekspansif.

Di sisi lain, kesepakatan perang dagang fase satu antara AS dan China, tekanan Brexit yang menurun, serta risiko geopolitik yang juga mereda, turut memberikan pijakan bagi bank-bank sentral untuk tidak mengubah arah kebijakan (stance) suku bunga acuannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menutup Tahun, BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5%
Sementara dari faktor domestik, arah perkembangan ekonomi dalam negeri masih on the right track yakni ekonomi diperkirakan mampu tumbuh 5,04% di 2019 dengan outlook 5,1%-5,3%  di 2020. Inflasi terjaga baik di level 2,72% pada 2019 dan berkisar 3% pada proyeksi 2020.Di samping itu, persepsi investor asing masih optimistis dengan  outlook perekonomian yang tumbuh stabil di kisaran 5%, di saat sejumlah  negara mengalami koreksi ke bawah. Kebijakan moneter dan fiskal juga  dinilai sinkron dan akomodatif (counter cyclical atau dovish) untuk  menstimulasi pertumbuhan ekonomi, serta kondisi politik dan keamanan  dalam negeri relatif stabil.

Meskipun demikian, tetap masih ada ruang bagi BI untuk kemungkinan  menurunkan bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75% di pertemuan RDG BI  di bulan-bulan berikutnya. &quot;Untuk RDG BI kali ini maupun di waktu-waktu  yang akan datang, BI juga masih punya kebijakan makroprudensial yang  bisa direlaksasi untuk menstimulasi permintaan kredit baik dari sisi  supply maupun demand,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menahan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate tetap di level 5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2020. Setelah sepanjang tahun 2019 mamangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis point (bps).

Saat ini, suku bunga acuan BI berada di level 5%. Adapun bunga Deposit Facility (DF) di level 4,25% dan suku bunga Lending Facility (LF) pada level 5,75%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menanti Kebijakan Suku Bunga Acuan BI di Awal 2020
Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyatakan, kebijakan BI menahan suku bunga acuan dengan mempertimbangkan faktor eksternal yakni adanya kecenderungan bank-bank sentral menahan suku bunga acuan, lantaran target pertumbuhan ekonomi dan laju inflasinya yang masih sesuai dengan target.

&quot;RDG BI diperkirakan mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5%, pun dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility tetap tidak berubah,&quot; kata dia kepada Okezone, Jakarta, Kamis (23/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Suku Bunga Acuan Tetap 5%, Gubernur BI: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reverse (The Fed) yang diperkirakan akan menahan suku bunga di level 1,5%-1,75% hingga akhir tahun 2020. Hal ini di dorong perekonomian AS masih tumbuh kuat berkisar 2% dengan inflasi 1,8% dan angka Purchasing Manager Index (PMI) AS juga masih di atas ambang normal yakni sekitar 52-53 yang artinya perekonomian AS masih ekspansif.

Di sisi lain, kesepakatan perang dagang fase satu antara AS dan China, tekanan Brexit yang menurun, serta risiko geopolitik yang juga mereda, turut memberikan pijakan bagi bank-bank sentral untuk tidak mengubah arah kebijakan (stance) suku bunga acuannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menutup Tahun, BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5%
Sementara dari faktor domestik, arah perkembangan ekonomi dalam negeri masih on the right track yakni ekonomi diperkirakan mampu tumbuh 5,04% di 2019 dengan outlook 5,1%-5,3%  di 2020. Inflasi terjaga baik di level 2,72% pada 2019 dan berkisar 3% pada proyeksi 2020.Di samping itu, persepsi investor asing masih optimistis dengan  outlook perekonomian yang tumbuh stabil di kisaran 5%, di saat sejumlah  negara mengalami koreksi ke bawah. Kebijakan moneter dan fiskal juga  dinilai sinkron dan akomodatif (counter cyclical atau dovish) untuk  menstimulasi pertumbuhan ekonomi, serta kondisi politik dan keamanan  dalam negeri relatif stabil.

Meskipun demikian, tetap masih ada ruang bagi BI untuk kemungkinan  menurunkan bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75% di pertemuan RDG BI  di bulan-bulan berikutnya. &quot;Untuk RDG BI kali ini maupun di waktu-waktu  yang akan datang, BI juga masih punya kebijakan makroprudensial yang  bisa direlaksasi untuk menstimulasi permintaan kredit baik dari sisi  supply maupun demand,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
