<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awal Tahun, BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5%</title><description>Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 Januari 2020 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157183/awal-tahun-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157183/awal-tahun-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5"/><item><title>Awal Tahun, BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157183/awal-tahun-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/20/2157183/awal-tahun-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/20/2157183/awal-tahun-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-ifZ7o9aq80.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Tahan Suku Bunga Acuan (Foto: Okezone/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/20/2157183/awal-tahun-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-ifZ7o9aq80.jpg</image><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan (Foto: Okezone/Yohana)</title></images><description> 
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 Januari  2020 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate. Dengan demikian, suku bunga acuan BI tetap berada di level 5%.

Maka suku bunga Deposit Facility (DF) tetap bertahan di level 4,25% dan suku bunga Lending Facility (LF) pada level 5,75%.
Baca Juga: Suku Bunga Acuan Tetap 5%, Gubernur BI: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Keputusan menahan suku bunga acuan itu, sekaligus menjadi kebijakan moneter pertama Bank Sentral di tahun 2020, setelah sepanjang tahun 2019 menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 bps di RDG Juli, Agustus, September, Oktober 2019.

&quot;Dengan mempertimbangkan ekonomi global maupun domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22-23 Januari 2020 memutuskan untuk mempeertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap di level 5%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).
Baca Juga: Sederet Faktor yang Jadi Pertimbangan BI dalam Putuskan Suku Bunga Acuan
Perry mengatakan, BI terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal terhadap perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan kebijakan suku bunga acuan. Kebijakan menahan suku bunga, juga sejalan dengan rendahnya perkiraan inflasi sesuai sasaran dan tetap menariknya imbal hasil investasi keuangan domestik.

&quot;Serta sebagai upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik, di tengah pelamahan ekonomi global,&quot; katanya.

Sebelumnya, langkah BI untuk menahan suku bunga acuan sudah  diperkirakan oleh pasar. Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyatakan,  kebijakan BI menahan suku bunga acuan lantaran mempertimbangkan  kecenderungan bank-bank sentral di dunia menahan suku bunga acuan.

Seperti Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reverse (The Fed)  yang diperkirakan akan menahan suku bunga di level 1,5%-1,75% hingga  akhir tahun 2020. Di sisi lain, kesepakatan perang dagang fase satu  antara AS dan China, tekanan Brexit yang menurun, serta risiko  geopolitik yang juga mereda.

&quot;Kondisi itu turut memberikan pijakan bagi bank-bank sentral untuk  tidak mengubah arah kebijakan suku bunga acuannya,&quot; kata Ryan kepada  Okezone.

Sementara dari faktor domestik, arah perkembangan ekonomi dalam  negeri masih on the right track yakni ekonomi diperkirakan mampu tumbuh  5,04% di 2019 dengan outlook 5,1-5,3%  di 2020. Inflasi terjaga baik di  level 2,72% pada 2019 dan berkisar 3% pada proyeksi 2020.

Di samping itu, persepsi investor asing masih optimistis dengan  outlook perekonomian yg tumbuh stabil di kisaran 5%, di saat sejumlah  negara mengalami koreksi ke bawah. &quot;Kebijakan moneter dan fiskal juga  sinkron dan akomodatif (counter cyclical atau dovish) untuk menstimulasi  pertumbuhan ekonomi, serta kondisi politik dan keamanan dalam negeri  relatif stabil,&quot; jelasnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 Januari  2020 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate. Dengan demikian, suku bunga acuan BI tetap berada di level 5%.

Maka suku bunga Deposit Facility (DF) tetap bertahan di level 4,25% dan suku bunga Lending Facility (LF) pada level 5,75%.
Baca Juga: Suku Bunga Acuan Tetap 5%, Gubernur BI: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Keputusan menahan suku bunga acuan itu, sekaligus menjadi kebijakan moneter pertama Bank Sentral di tahun 2020, setelah sepanjang tahun 2019 menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 bps di RDG Juli, Agustus, September, Oktober 2019.

&quot;Dengan mempertimbangkan ekonomi global maupun domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22-23 Januari 2020 memutuskan untuk mempeertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap di level 5%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).
Baca Juga: Sederet Faktor yang Jadi Pertimbangan BI dalam Putuskan Suku Bunga Acuan
Perry mengatakan, BI terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal terhadap perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan kebijakan suku bunga acuan. Kebijakan menahan suku bunga, juga sejalan dengan rendahnya perkiraan inflasi sesuai sasaran dan tetap menariknya imbal hasil investasi keuangan domestik.

&quot;Serta sebagai upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik, di tengah pelamahan ekonomi global,&quot; katanya.

Sebelumnya, langkah BI untuk menahan suku bunga acuan sudah  diperkirakan oleh pasar. Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyatakan,  kebijakan BI menahan suku bunga acuan lantaran mempertimbangkan  kecenderungan bank-bank sentral di dunia menahan suku bunga acuan.

Seperti Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reverse (The Fed)  yang diperkirakan akan menahan suku bunga di level 1,5%-1,75% hingga  akhir tahun 2020. Di sisi lain, kesepakatan perang dagang fase satu  antara AS dan China, tekanan Brexit yang menurun, serta risiko  geopolitik yang juga mereda.

&quot;Kondisi itu turut memberikan pijakan bagi bank-bank sentral untuk  tidak mengubah arah kebijakan suku bunga acuannya,&quot; kata Ryan kepada  Okezone.

Sementara dari faktor domestik, arah perkembangan ekonomi dalam  negeri masih on the right track yakni ekonomi diperkirakan mampu tumbuh  5,04% di 2019 dengan outlook 5,1-5,3%  di 2020. Inflasi terjaga baik di  level 2,72% pada 2019 dan berkisar 3% pada proyeksi 2020.

Di samping itu, persepsi investor asing masih optimistis dengan  outlook perekonomian yg tumbuh stabil di kisaran 5%, di saat sejumlah  negara mengalami koreksi ke bawah. &quot;Kebijakan moneter dan fiskal juga  sinkron dan akomodatif (counter cyclical atau dovish) untuk menstimulasi  pertumbuhan ekonomi, serta kondisi politik dan keamanan dalam negeri  relatif stabil,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
