<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Stagnan Waspadai Wabah Virus Korona   </title><description>Permintaan investor untuk mata uang safe-haven lainnya juga diredam</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/278/2156965/dolar-as-stagnan-waspadai-wabah-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/278/2156965/dolar-as-stagnan-waspadai-wabah-virus-korona"/><item><title>Dolar AS Stagnan Waspadai Wabah Virus Korona   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/278/2156965/dolar-as-stagnan-waspadai-wabah-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/278/2156965/dolar-as-stagnan-waspadai-wabah-virus-korona</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/278/2156965/dolar-as-stagnan-waspadai-wabah-virus-korona-moTbQIvjHv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/278/2156965/dolar-as-stagnan-waspadai-wabah-virus-korona-moTbQIvjHv.jpg</image><title>Dolar AS (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description> 
NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) stagnan terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan Rabu, karena permintaan safe-haven menurun bersama dengan kekhawatiran apakah penyebaran virus corona seperti flu yang akan merugikan ekonomi global.
Permintaan investor untuk mata uang safe-haven lainnya juga diredam. Terhadap yen Jepang dan franc Swiss, yang cenderung menarik investor selama masa-masa tekanan geopolitik atau finansial, dolar sedikit berubah.
Baca Juga: Dolar AS Melemah karena Optimisme Perekonomian Jepang
Franc ditekan minggu ini setelah data mengindikasikan bahwa bank sentral negara tersebut telah meningkatkan intervensi untuk menghentikan apresiasi mata uangnya.
Di antara mata uang utama, pound Inggris adalah penggerak terbesar dengan naik 0,65% terhadap dolar. Hal ini dikarenakan investor memperdebatkan apakah Bank of England akan memotong suku bunga.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Ditopang Positifnya Ekonomi Amerika
Dolar Kanada turun sekitar 0,5% terhadap greenback setelah Bank of Canada mempertahankan suku bunga utama semalam di 1,75% seperti yang diharapkan, tetapi membuka pintu untuk kemungkinan pemotongan jika memperlambat pertumbuhan terus.
Sementara itu, wabah virus korona di China telah menewaskan sekira 17 korban.  Kota di pusat wabah dikabarkan akan ditutup mulai dari jaringan transportasi dan mendesak warga untuk tetap berada di rumah untuk membatasi penyebaran penularan.</description><content:encoded> 
NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) stagnan terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan Rabu, karena permintaan safe-haven menurun bersama dengan kekhawatiran apakah penyebaran virus corona seperti flu yang akan merugikan ekonomi global.
Permintaan investor untuk mata uang safe-haven lainnya juga diredam. Terhadap yen Jepang dan franc Swiss, yang cenderung menarik investor selama masa-masa tekanan geopolitik atau finansial, dolar sedikit berubah.
Baca Juga: Dolar AS Melemah karena Optimisme Perekonomian Jepang
Franc ditekan minggu ini setelah data mengindikasikan bahwa bank sentral negara tersebut telah meningkatkan intervensi untuk menghentikan apresiasi mata uangnya.
Di antara mata uang utama, pound Inggris adalah penggerak terbesar dengan naik 0,65% terhadap dolar. Hal ini dikarenakan investor memperdebatkan apakah Bank of England akan memotong suku bunga.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Ditopang Positifnya Ekonomi Amerika
Dolar Kanada turun sekitar 0,5% terhadap greenback setelah Bank of Canada mempertahankan suku bunga utama semalam di 1,75% seperti yang diharapkan, tetapi membuka pintu untuk kemungkinan pemotongan jika memperlambat pertumbuhan terus.
Sementara itu, wabah virus korona di China telah menewaskan sekira 17 korban.  Kota di pusat wabah dikabarkan akan ditutup mulai dari jaringan transportasi dan mendesak warga untuk tetap berada di rumah untuk membatasi penyebaran penularan.</content:encoded></item></channel></rss>
