<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bela Natuna Dituding Minta Jabatan, Susi Pudjiastuti: Kesehatan Akalnya Dipertanyakan</title><description>Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, menjadi salah satu masyarakat yang menyoroti Laut Natuna</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157129/bela-natuna-dituding-minta-jabatan-susi-pudjiastuti-kesehatan-akalnya-dipertanyakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157129/bela-natuna-dituding-minta-jabatan-susi-pudjiastuti-kesehatan-akalnya-dipertanyakan"/><item><title>Bela Natuna Dituding Minta Jabatan, Susi Pudjiastuti: Kesehatan Akalnya Dipertanyakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157129/bela-natuna-dituding-minta-jabatan-susi-pudjiastuti-kesehatan-akalnya-dipertanyakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157129/bela-natuna-dituding-minta-jabatan-susi-pudjiastuti-kesehatan-akalnya-dipertanyakan</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/320/2157129/bela-natuna-dituding-minta-jabatan-susi-pudjiastuti-kesehatan-akalnya-dipertanyakan-kQC5k4tSwL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Foto: Okezone.com/Dok. KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/320/2157129/bela-natuna-dituding-minta-jabatan-susi-pudjiastuti-kesehatan-akalnya-dipertanyakan-kQC5k4tSwL.jpeg</image><title>Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Foto: Okezone.com/Dok. KKP)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, menjadi salah satu masyarakat yang menyoroti Laut Natuna. Apalagi, saat China mengklaim Natuna merupakan wilayah perairannya.
Namun upayanya yang mengingatkan untuk selalu menjaga Natuna melalui akun media sosialnya dinilai hanya untuk mencari perhatian. Bahkan, ada warganet yang menilai aksi Susi hanya untuk mencari atau meminta jabatan saja.
Baca Juga: Pemerintah Diharap Segera Bangun Basis Ekonomi di Laut Natuna
Susi membagikan berita yang berisi tentang pengakuan China jika nelayannya menangkap ikan di Natuna. Informasi yang disampaikan Susi ini ditanggapi berbagai beragam oleh warganet.
&amp;ldquo;Ibu lebih baik diam sambil nangis daripada dikira minta jabatan,&amp;rdquo; balas seorang netizen @S**mg*nt*ng2.
Baca Juga: Fakta Potensi Perairan Natuna, dari Lobster hingga Kawasan Wisata
Mantan Menteri yang memiliki jargon &amp;lsquo;Tenggelamkan&amp;rsquo; ini pun langsung menanggapi pernyataan tersebut. Dia tidak setuju pada perkataan netizen itu yang menyebutkan dirinya hanya mau jabatan saja.
&amp;ldquo;Bila ada yang berpikir saya ingin jabatan; orang-orang seperti itu patut dipertanyakan kesehatan akalnya,&amp;rdquo; tegas pemilik Susi Air.
Susi mengatakan, sebagai warga negara kita punya kewajiban menjaga sumber daya alam yang ada. Hal ini diperuntukan supaya anak, cucu kita nanti bisa merasakannya.
&amp;ldquo;Hak berdaulat atas Sumber daya alam anak-anak bangsa haruslah kita semua jaga. Baik untuk sekarang maupun masa yang akan datang.&amp;rdquo; tulis Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter resminya @susipudjiastuti, Kamis (23/1/2020).
Cuitan Susi saat membalas komentar netizen ini sudah di-retweet sebanyak 47 kali, disukai sebanyak 208 kali, dan dibalas sebanyak 15 kali. Berikut balasan-balasan warga Twitter:
&amp;ldquo;sebenarnya bkn bu Susi yg ingin jabatan tp rakyat yang ingin mmberi jabatan dan at kembali menjabat, please Bu kembalilah menjabat banyak sektor kekayaan alam yang perlu diselamatkan,baru bbrp bln bu meninggalkan KKP contohnya, ikan&quot;di lautan pd menangis,&amp;rdquo; komentar @W***sm*r.
 

&amp;ldquo;Tetap semangat ibu, banyak hal lain yg hrs kita lakukan dlm  membantu NKRI walaupun tnpa jabatan sekalipun, aku percaya ibu wanita yg  tangguh strong dlm situasi kondisi bgmpun, aku rindu sepak terjangmu  dlm menjaga kedaulatan &amp;amp; ekosistem di laut sana, makan ikan atau  tenggelamkan,&amp;rdquo; kata akun @b*ng_*j**n.
 
&amp;ldquo;Ga ush digubris, rakyat tau ibu @susipudjiastuti sejak  sebelum jd menteri sdh cinta laut masa depan kita, hsl karya utk negeri  sdh terbukti, bersama rakyat tetap berjuang utk kejajayaan Indonesia di  laut sendiri...semangaaat,&amp;rdquo; tulis @Myb*t*w*.
 
&amp;ldquo;Jabatan dunia tdk kekal bu ya. Lbh baik tetap berjuang  bersama rakyat dan menghamba kepada Alloh. Semua akan kembali  kepadaNya..,&amp;rdquo; imbuh akun @N*rh*s*m_w*ng*n.
 
&amp;ldquo;Saya setuju dengan pendapat ibu.... Terus lh berjung  bu...demi kekayaan laut kita... Jangan pedulikan orang2 yang telah  mengongong tidak jelas...,&amp;rdquo; ungkap @*nd*p*d*ll*h.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, menjadi salah satu masyarakat yang menyoroti Laut Natuna. Apalagi, saat China mengklaim Natuna merupakan wilayah perairannya.
Namun upayanya yang mengingatkan untuk selalu menjaga Natuna melalui akun media sosialnya dinilai hanya untuk mencari perhatian. Bahkan, ada warganet yang menilai aksi Susi hanya untuk mencari atau meminta jabatan saja.
Baca Juga: Pemerintah Diharap Segera Bangun Basis Ekonomi di Laut Natuna
Susi membagikan berita yang berisi tentang pengakuan China jika nelayannya menangkap ikan di Natuna. Informasi yang disampaikan Susi ini ditanggapi berbagai beragam oleh warganet.
&amp;ldquo;Ibu lebih baik diam sambil nangis daripada dikira minta jabatan,&amp;rdquo; balas seorang netizen @S**mg*nt*ng2.
Baca Juga: Fakta Potensi Perairan Natuna, dari Lobster hingga Kawasan Wisata
Mantan Menteri yang memiliki jargon &amp;lsquo;Tenggelamkan&amp;rsquo; ini pun langsung menanggapi pernyataan tersebut. Dia tidak setuju pada perkataan netizen itu yang menyebutkan dirinya hanya mau jabatan saja.
&amp;ldquo;Bila ada yang berpikir saya ingin jabatan; orang-orang seperti itu patut dipertanyakan kesehatan akalnya,&amp;rdquo; tegas pemilik Susi Air.
Susi mengatakan, sebagai warga negara kita punya kewajiban menjaga sumber daya alam yang ada. Hal ini diperuntukan supaya anak, cucu kita nanti bisa merasakannya.
&amp;ldquo;Hak berdaulat atas Sumber daya alam anak-anak bangsa haruslah kita semua jaga. Baik untuk sekarang maupun masa yang akan datang.&amp;rdquo; tulis Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter resminya @susipudjiastuti, Kamis (23/1/2020).
Cuitan Susi saat membalas komentar netizen ini sudah di-retweet sebanyak 47 kali, disukai sebanyak 208 kali, dan dibalas sebanyak 15 kali. Berikut balasan-balasan warga Twitter:
&amp;ldquo;sebenarnya bkn bu Susi yg ingin jabatan tp rakyat yang ingin mmberi jabatan dan at kembali menjabat, please Bu kembalilah menjabat banyak sektor kekayaan alam yang perlu diselamatkan,baru bbrp bln bu meninggalkan KKP contohnya, ikan&quot;di lautan pd menangis,&amp;rdquo; komentar @W***sm*r.
 

&amp;ldquo;Tetap semangat ibu, banyak hal lain yg hrs kita lakukan dlm  membantu NKRI walaupun tnpa jabatan sekalipun, aku percaya ibu wanita yg  tangguh strong dlm situasi kondisi bgmpun, aku rindu sepak terjangmu  dlm menjaga kedaulatan &amp;amp; ekosistem di laut sana, makan ikan atau  tenggelamkan,&amp;rdquo; kata akun @b*ng_*j**n.
 
&amp;ldquo;Ga ush digubris, rakyat tau ibu @susipudjiastuti sejak  sebelum jd menteri sdh cinta laut masa depan kita, hsl karya utk negeri  sdh terbukti, bersama rakyat tetap berjuang utk kejajayaan Indonesia di  laut sendiri...semangaaat,&amp;rdquo; tulis @Myb*t*w*.
 
&amp;ldquo;Jabatan dunia tdk kekal bu ya. Lbh baik tetap berjuang  bersama rakyat dan menghamba kepada Alloh. Semua akan kembali  kepadaNya..,&amp;rdquo; imbuh akun @N*rh*s*m_w*ng*n.
 
&amp;ldquo;Saya setuju dengan pendapat ibu.... Terus lh berjung  bu...demi kekayaan laut kita... Jangan pedulikan orang2 yang telah  mengongong tidak jelas...,&amp;rdquo; ungkap @*nd*p*d*ll*h.</content:encoded></item></channel></rss>
