<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Tumbuh 12% Tahun Ini?</title><description>Bank Indonesia (BI) menargetkan kredit perbankan bisa tumbuh mencapai 10%-12% pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157274/pertumbuhan-kredit-perbankan-bisa-tumbuh-12-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157274/pertumbuhan-kredit-perbankan-bisa-tumbuh-12-tahun-ini"/><item><title>Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Tumbuh 12% Tahun Ini?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157274/pertumbuhan-kredit-perbankan-bisa-tumbuh-12-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157274/pertumbuhan-kredit-perbankan-bisa-tumbuh-12-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/320/2157274/pertumbuhan-kredit-perbankan-bisa-tumbuh-12-tahun-ini-K2ize4cj9w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Kredit (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/320/2157274/pertumbuhan-kredit-perbankan-bisa-tumbuh-12-tahun-ini-K2ize4cj9w.jpg</image><title>Pertumbuhan Kredit (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menargetkan kredit perbankan bisa tumbuh mencapai 10%-12% pada tahun ini. Angka ini masih akan terus tumbuh setiap tahunnya.
Baca Juga: Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 6,08% sepanjang 2019
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bukan tanpa alasan menargetkan kredit perbankan pada tahun ini bisa tumbuh 10%-12%. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi sedang berada di dalam tren yang positif.

&quot;Kami meyakini pertumbuhan kredit tahun ini bisa 10%-12%. Apakah sudah optimal? belum akan terus naik pada tahun 2021, 2022 itu yang kami lakukan,&quot; ujarnya di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (23/1/2020).
Baca Juga: Tumbuh Melambat, Penyaluran Kredit Kuartal I-2020 Lebih Ketat
Menurut Perry, BI sendiri sudah melakukan berbagai macam stimulus agar pertumbuhan kredit bisa tumbuh di kisaran 10%-12%. Misalnya saja dengan penurunan suku bunga hingga menjadi 5% saja.

&quot;Stimulus kami lakukan dan akan kami lakukan. Stimulusnya apa? suku bunga kan turun, suku bunga BI kan turun tapi ini suku bunga kredit dan BI belum sepenuhnya turun. Suku bunga kredit dan deposito akan menurun dan itu akan menstimulus kredit ke depan,&quot; katanya.
Selain itu, stimulus lainnya yang dilakukan untuk mendongkrak kredit  adalah dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi uang muka di sektor  properti dan kredit kendaraan. Perry meyakini dengan kebijakan relaksasi  ini bisa mendongkrak kredit perbankan mengingat kebutuhan akan  keduannya sangat tinggi.

&quot;Relaksasi uang muka sudah kami lakukan itu juga akan mendorong  kredit ke depan termasuk juga injeksi likuditas itu juga akan mendorong  pertumbuhan kredit,&quot; katanya.

Selain itu lanjut Perry, kebijakan lainya adalah kebijakan prudential  yang dilakukan bersama pemerintah. Misalnya adalah dengan kebijakan  untuk mendorong kawasan ekonomi khusus maupun kawasan pariwisata  prioritas yang didengungkan pemerintah.

&quot;Kebijakan apa lagi ya itu tadi kebijakan makro prudential yang akan  sinergi dengan pemerintah untuk mendorong sektor prioritas speerti  industri perikana, pariwiasta, pertanian, UMKM dan lain-lain,&quot; kata  Perry.

Ditambah lagi saat ini ekonomi Indonesia dalam tren yang positif.  Meskipun memang hanya tumbuh di level 5% saja, namun di tengah kondisi  global yang saat ini masih belum jelas, angka tersebut cukup positif.

Mengingat negara-negara lain di dunia justru banyak yang mengalami  resesi ekonomi pada tahun lalu. Bahkan negara seperti Amerika Serikat  saja pertumbuhan ekonominya hanya 3%

&quot;Tadi saya sampaikan, ekonomi kita itu naik kalau ekonomi kita naik  itu tidak hanya konsumsi tidak hanya investasi bangunan tapi juga  investasi non bangunan,&quot; kata Perry.

</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menargetkan kredit perbankan bisa tumbuh mencapai 10%-12% pada tahun ini. Angka ini masih akan terus tumbuh setiap tahunnya.
Baca Juga: Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 6,08% sepanjang 2019
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bukan tanpa alasan menargetkan kredit perbankan pada tahun ini bisa tumbuh 10%-12%. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi sedang berada di dalam tren yang positif.

&quot;Kami meyakini pertumbuhan kredit tahun ini bisa 10%-12%. Apakah sudah optimal? belum akan terus naik pada tahun 2021, 2022 itu yang kami lakukan,&quot; ujarnya di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (23/1/2020).
Baca Juga: Tumbuh Melambat, Penyaluran Kredit Kuartal I-2020 Lebih Ketat
Menurut Perry, BI sendiri sudah melakukan berbagai macam stimulus agar pertumbuhan kredit bisa tumbuh di kisaran 10%-12%. Misalnya saja dengan penurunan suku bunga hingga menjadi 5% saja.

&quot;Stimulus kami lakukan dan akan kami lakukan. Stimulusnya apa? suku bunga kan turun, suku bunga BI kan turun tapi ini suku bunga kredit dan BI belum sepenuhnya turun. Suku bunga kredit dan deposito akan menurun dan itu akan menstimulus kredit ke depan,&quot; katanya.
Selain itu, stimulus lainnya yang dilakukan untuk mendongkrak kredit  adalah dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi uang muka di sektor  properti dan kredit kendaraan. Perry meyakini dengan kebijakan relaksasi  ini bisa mendongkrak kredit perbankan mengingat kebutuhan akan  keduannya sangat tinggi.

&quot;Relaksasi uang muka sudah kami lakukan itu juga akan mendorong  kredit ke depan termasuk juga injeksi likuditas itu juga akan mendorong  pertumbuhan kredit,&quot; katanya.

Selain itu lanjut Perry, kebijakan lainya adalah kebijakan prudential  yang dilakukan bersama pemerintah. Misalnya adalah dengan kebijakan  untuk mendorong kawasan ekonomi khusus maupun kawasan pariwisata  prioritas yang didengungkan pemerintah.

&quot;Kebijakan apa lagi ya itu tadi kebijakan makro prudential yang akan  sinergi dengan pemerintah untuk mendorong sektor prioritas speerti  industri perikana, pariwiasta, pertanian, UMKM dan lain-lain,&quot; kata  Perry.

Ditambah lagi saat ini ekonomi Indonesia dalam tren yang positif.  Meskipun memang hanya tumbuh di level 5% saja, namun di tengah kondisi  global yang saat ini masih belum jelas, angka tersebut cukup positif.

Mengingat negara-negara lain di dunia justru banyak yang mengalami  resesi ekonomi pada tahun lalu. Bahkan negara seperti Amerika Serikat  saja pertumbuhan ekonominya hanya 3%

&quot;Tadi saya sampaikan, ekonomi kita itu naik kalau ekonomi kita naik  itu tidak hanya konsumsi tidak hanya investasi bangunan tapi juga  investasi non bangunan,&quot; kata Perry.

</content:encoded></item></channel></rss>
