<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Dialihkan, Pertamina Bisa Semena-mena Tetapkan Harga?</title><description>Pemerintah akan mengalihkan subsidi tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) dari komoditasnya menjadi menuju penerimanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157315/subsidi-gas-elpiji-3-kg-dialihkan-pertamina-bisa-semena-mena-tetapkan-harga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157315/subsidi-gas-elpiji-3-kg-dialihkan-pertamina-bisa-semena-mena-tetapkan-harga"/><item><title>Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Dialihkan, Pertamina Bisa Semena-mena Tetapkan Harga?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157315/subsidi-gas-elpiji-3-kg-dialihkan-pertamina-bisa-semena-mena-tetapkan-harga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/23/320/2157315/subsidi-gas-elpiji-3-kg-dialihkan-pertamina-bisa-semena-mena-tetapkan-harga</guid><pubDate>Kamis 23 Januari 2020 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/23/320/2157315/subsidi-gas-elpiji-3-kg-dialihkan-pertamina-bisa-semena-mena-tetapkan-harga-2gN6wzOS7D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gas Elpiji 3 Kg (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/23/320/2157315/subsidi-gas-elpiji-3-kg-dialihkan-pertamina-bisa-semena-mena-tetapkan-harga-2gN6wzOS7D.jpg</image><title>Gas Elpiji 3 Kg (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan mengalihkan subsidi tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) dari komoditasnya menjadi menuju penerimanya. Banyak yang mengkhawatirkan pengalihan skema subsidi ini bisa membuat Pertamina bebas menetapkan harga.
Baca Juga: Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Bagaimana Nasib UMKM?
Wakil Ketua BPKN Rolas Budiman Sitinjak mengatakan, meskipun ada pengalihan subsidi, namun Pertamina tidak bisa semena-mena dalam menetapkan harga. Harga tabung gas elpiji harus sesuai dengan keekonomian yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai penetapan harga tabung gas elpiji 12 kg.

Di sisi lain Pertamina juga harus bisa memastikan ketersediaan stoknya. Jangan sampai karena subsidi dialihkan dengan cara mentransfer langsung, Pertamina justru malas-malasan untuk memproduksi tabung gas elpiji 3 kg.
Baca Juga: Skema Subsidi Gas Elpiji Diubah, Bagaimana Nasib Pertamina?
Bahkan menurutnya, produksi tabung gas elpiji 3 kg disarankan bisa melebih dari jumlah masyrakat yang kurang mampu. Karena ada kemungkinan masyarakat yang mampu juga bisa membeli tabung gas elpiji 3 kg tersebut.

&quot;Kalau kita bicara bisnis Pertamina ini kan perusahaan negara yang harus profit oriented. Yang walaupun (mengejar profit) harus tetap mengedepankan pelayanan pelayanan umum. Semua BUMN negara memang BUMNnya yang cari untung. Tetap mengedepankan service public-nya lah tetap begitu,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, (23/1/2020).

Rolas pun meyakini kinerja Pertamina dalam penyaluran stok tabung gas  elpiji 3 kilogram akan jauh lebih produktif ketika subsidi dialihkan.  Karena ketika subsidi masih berbasis komoditas, Pertamina dibuat pusing  dalam menetapkan harga dan juga penyalurannya secara bersamaan.

&quot;Maksud saya harus kita dorong kita persoalan yang harus persoalan  yang cukup pelik lah ya. Artinya dengan Pertamina, Pertamina dia kasih  APBN dia disubsidi. Kalau saya diskusi dengan Pertamina ini nambah  kerjaan mereka juga. Untung enggak malah justru nambah kerjaan,&quot;  katanya.

Oleh karena itu, dirinya mendukung wacana pengalihan subsidi tersebut  dari yang tadinya diberikan kepada komnoditasnya menjadi dengan cara  mentransfer langsung ke penerima. Nantinya, Kementerian Energi dan  Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya tinggal meminta data masyarakat miskin  dari Kementerian Sosial.

&quot;Kedua coba dikasih ke orangnya. Kepada masyarakatnya supaya lebih  tepat sasaran mungkin dicoba dulu karena dengan konsep pertama juga  belum tentu memuaskan,&quot; kata Rolas.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan mengalihkan subsidi tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) dari komoditasnya menjadi menuju penerimanya. Banyak yang mengkhawatirkan pengalihan skema subsidi ini bisa membuat Pertamina bebas menetapkan harga.
Baca Juga: Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Bagaimana Nasib UMKM?
Wakil Ketua BPKN Rolas Budiman Sitinjak mengatakan, meskipun ada pengalihan subsidi, namun Pertamina tidak bisa semena-mena dalam menetapkan harga. Harga tabung gas elpiji harus sesuai dengan keekonomian yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai penetapan harga tabung gas elpiji 12 kg.

Di sisi lain Pertamina juga harus bisa memastikan ketersediaan stoknya. Jangan sampai karena subsidi dialihkan dengan cara mentransfer langsung, Pertamina justru malas-malasan untuk memproduksi tabung gas elpiji 3 kg.
Baca Juga: Skema Subsidi Gas Elpiji Diubah, Bagaimana Nasib Pertamina?
Bahkan menurutnya, produksi tabung gas elpiji 3 kg disarankan bisa melebih dari jumlah masyrakat yang kurang mampu. Karena ada kemungkinan masyarakat yang mampu juga bisa membeli tabung gas elpiji 3 kg tersebut.

&quot;Kalau kita bicara bisnis Pertamina ini kan perusahaan negara yang harus profit oriented. Yang walaupun (mengejar profit) harus tetap mengedepankan pelayanan pelayanan umum. Semua BUMN negara memang BUMNnya yang cari untung. Tetap mengedepankan service public-nya lah tetap begitu,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, (23/1/2020).

Rolas pun meyakini kinerja Pertamina dalam penyaluran stok tabung gas  elpiji 3 kilogram akan jauh lebih produktif ketika subsidi dialihkan.  Karena ketika subsidi masih berbasis komoditas, Pertamina dibuat pusing  dalam menetapkan harga dan juga penyalurannya secara bersamaan.

&quot;Maksud saya harus kita dorong kita persoalan yang harus persoalan  yang cukup pelik lah ya. Artinya dengan Pertamina, Pertamina dia kasih  APBN dia disubsidi. Kalau saya diskusi dengan Pertamina ini nambah  kerjaan mereka juga. Untung enggak malah justru nambah kerjaan,&quot;  katanya.

Oleh karena itu, dirinya mendukung wacana pengalihan subsidi tersebut  dari yang tadinya diberikan kepada komnoditasnya menjadi dengan cara  mentransfer langsung ke penerima. Nantinya, Kementerian Energi dan  Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya tinggal meminta data masyarakat miskin  dari Kementerian Sosial.

&quot;Kedua coba dikasih ke orangnya. Kepada masyarakatnya supaya lebih  tepat sasaran mungkin dicoba dulu karena dengan konsep pertama juga  belum tentu memuaskan,&quot; kata Rolas.
</content:encoded></item></channel></rss>
