<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mandiri Catat Dana Pihak Ketiga Rp933 Triliun pada 2019</title><description>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp933,1 triliun hingga akhir tahun 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/278/2157679/bank-mandiri-catat-dana-pihak-ketiga-rp933-triliun-pada-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/278/2157679/bank-mandiri-catat-dana-pihak-ketiga-rp933-triliun-pada-2019"/><item><title>Bank Mandiri Catat Dana Pihak Ketiga Rp933 Triliun pada 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/278/2157679/bank-mandiri-catat-dana-pihak-ketiga-rp933-triliun-pada-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/278/2157679/bank-mandiri-catat-dana-pihak-ketiga-rp933-triliun-pada-2019</guid><pubDate>Jum'at 24 Januari 2020 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/24/278/2157679/bank-mandiri-catat-dana-pihak-ketiga-rp933-triliun-pada-2019-dP2MXHqfhh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mandiri (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/24/278/2157679/bank-mandiri-catat-dana-pihak-ketiga-rp933-triliun-pada-2019-dP2MXHqfhh.jpg</image><title>Bank Mandiri (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp933,1 triliun hingga akhir tahun 2019. Realiasi itu tumbuh 11% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi DPK pada akhir 2018 yang sebesar Rp840,9 triliun.

&quot;Pada periode ini, kontribusi DPK dari anak perusahaan mencapai Rp118 triliun atau tumbuh 16,4% yoy,&quot; ujar Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp27,5 Triliun di 2019 
Dia menjelaskan, dari DPK yang berhasil dihimpun porsi dana murah (CASA) mencapai Rp609,6 triliun tumbuh 13,1% dari realisasi tahun 2018 yang sebesar Rp539,1 triliun.

Pertumbuhan dana murah itu, terdiri dari penghimpunan tabungan sebesar Rp338,6 triliun atau tumbuh 6,1% yoy. Serta dari giro yang mencapai sebesar Rp200,5 triliun atau tumbuh 24,9% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fakta Menarik Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri, Nomor 5 Paling Dinanti
Seiring dengan tumbuhnya DPK, kata Royke, perseroan memiliki permodalan dan likuiditas pada situasi yang baik. Tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR)Bank Only di 21,38% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di 93,93%.

&quot;Rasio yang sangat baik ini jelas akan meningkatkan optimisme kami untuk bisa menjaga sustainabilitas kinerja,&amp;rdquo; kata dia.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Digitalisasi Bank, Mandiri Naikkan Belanja Modal 30%
Menurutnya, Mandiri juga mendorong penghimpunan DPK peningkatan kualitas layanan nasabah melalui jaringan online. Nilai transaksi e-channel selama kuartal IV-2019 tercatat mencapai Rp610 triliun, atau tumbuh 10,0% yoy.

Pada periode itu, registered e-channel tercatat sebesar  32,4 juta atay tumbuh 11,1% yoy. Adapun Mandiri Online kini memiliki 3,23 juta aktif user.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp933,1 triliun hingga akhir tahun 2019. Realiasi itu tumbuh 11% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi DPK pada akhir 2018 yang sebesar Rp840,9 triliun.

&quot;Pada periode ini, kontribusi DPK dari anak perusahaan mencapai Rp118 triliun atau tumbuh 16,4% yoy,&quot; ujar Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp27,5 Triliun di 2019 
Dia menjelaskan, dari DPK yang berhasil dihimpun porsi dana murah (CASA) mencapai Rp609,6 triliun tumbuh 13,1% dari realisasi tahun 2018 yang sebesar Rp539,1 triliun.

Pertumbuhan dana murah itu, terdiri dari penghimpunan tabungan sebesar Rp338,6 triliun atau tumbuh 6,1% yoy. Serta dari giro yang mencapai sebesar Rp200,5 triliun atau tumbuh 24,9% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fakta Menarik Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri, Nomor 5 Paling Dinanti
Seiring dengan tumbuhnya DPK, kata Royke, perseroan memiliki permodalan dan likuiditas pada situasi yang baik. Tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR)Bank Only di 21,38% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di 93,93%.

&quot;Rasio yang sangat baik ini jelas akan meningkatkan optimisme kami untuk bisa menjaga sustainabilitas kinerja,&amp;rdquo; kata dia.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Digitalisasi Bank, Mandiri Naikkan Belanja Modal 30%
Menurutnya, Mandiri juga mendorong penghimpunan DPK peningkatan kualitas layanan nasabah melalui jaringan online. Nilai transaksi e-channel selama kuartal IV-2019 tercatat mencapai Rp610 triliun, atau tumbuh 10,0% yoy.

Pada periode itu, registered e-channel tercatat sebesar  32,4 juta atay tumbuh 11,1% yoy. Adapun Mandiri Online kini memiliki 3,23 juta aktif user.</content:encoded></item></channel></rss>
