<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cita-Cita Milenial Paling Populer: Guru hingga Dokter</title><description>Mayoritas pekerjaan yang masih diimpikan masih profesi-profesi lama seperti dokter, guru hingga arsitek</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157750/cita-cita-milenial-paling-populer-guru-hingga-dokter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157750/cita-cita-milenial-paling-populer-guru-hingga-dokter"/><item><title>Cita-Cita Milenial Paling Populer: Guru hingga Dokter</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157750/cita-cita-milenial-paling-populer-guru-hingga-dokter</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157750/cita-cita-milenial-paling-populer-guru-hingga-dokter</guid><pubDate>Jum'at 24 Januari 2020 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/24/320/2157750/cita-cita-milenial-paling-populer-guru-hingga-dokter-gW9HJAXHE6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Milenial Masih Banyak yang Bercita-cita Jadi Dokter. (Foto: Okezone.com/Xconomy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/24/320/2157750/cita-cita-milenial-paling-populer-guru-hingga-dokter-gW9HJAXHE6.jpg</image><title>Milenial Masih Banyak yang Bercita-cita Jadi Dokter. (Foto: Okezone.com/Xconomy)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) melakukan penelitian terkait cita-cita para milenial. Mayoritas pekerjaan yang masih diimpikan masih profesi-profesi lama seperti dokter, guru hingga arsitek.
Data tersebut menunjukan bahwa kaum muda tidak cukup kreatif dalam memetakan karier pada masa depan. Karena banyak profesi baru dalam bidang sains dan teknologi.
OECD mensurvei  mereka yang berusia 15 tahun di 41 negara pada  2018 untuk mengetahui keinginan mereka pada masa depan. Kemudian hasil penelitian ini dibandingkan dengan data cita-cita anak-anak usia 15 tahun pada tahun 2000.
Baca Juga: Mencari Pekerjaan di Tahun Ini? Miliki 10 Keterampilan Berikut
Hasil dari studi ini bervariasi. Terdapat beberapa anak-anak yang menyukai 10 profesi yang sama, dengan persentase 47% laki-laki dan 53% perempuan.
Dengan hasil ini, muncul keprihatinan di kalangan masyarakat karena lapangan kerja sekarang sudah mengalami perubahan.
Baca Juga: Soft Skill yang Wajib Dimiliki Seorang Bos, Harus Komunikatif!
&amp;ldquo;Muncul kekhawatiran karena lebih banyak anak-anak yang menyukai pekerjaan tradisional, seperti guru, pengacara, atau manajer,&amp;rdquo; kata Direktur Pendidikan OECD Andreas Schleicher, dikutip CNBC, Kamis (24/1/2020).
&amp;ldquo;Survei ini menunjukkan bahwa terlalu banyak remaja yang mengabaikan atau tidak menyadari adanya jenis pekerjaan baru yang muncul,&amp;rdquo; sambungnnya.Meski demikian, tidak semua anak masih terpaku pada pekerjaan  tradisional. Seperti siswa di Jerman dan Swiss, yang mulai mengembangkan  imajinasinya sehingga memilih karier yang sejalan dengan globalisasi.
Schleicher mengatakan, itu mencerminkan pasar kerja spesifik negara  dan kekuatan bimbingan karier yang kuat. Dirinya pun mendesak supaya  negara-negara lain mengikuti jejak Jerman dan Swiss untuk menyerukan  sekolah dan guru agar berbuat lebih banyak supaya anak-anak tahu tentang  keberagaman pekerjaan yang tersedia saat ini.
&quot;Masa depan yang siswa lihat sendiri tidak sesuai dengan masa depan  pekerjaan,&quot; kata Schleicher. Menurutnya, semakin banyak waktu anak-anak  memahami karier yang ada, semakin bagus juga nilai-nilainya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) melakukan penelitian terkait cita-cita para milenial. Mayoritas pekerjaan yang masih diimpikan masih profesi-profesi lama seperti dokter, guru hingga arsitek.
Data tersebut menunjukan bahwa kaum muda tidak cukup kreatif dalam memetakan karier pada masa depan. Karena banyak profesi baru dalam bidang sains dan teknologi.
OECD mensurvei  mereka yang berusia 15 tahun di 41 negara pada  2018 untuk mengetahui keinginan mereka pada masa depan. Kemudian hasil penelitian ini dibandingkan dengan data cita-cita anak-anak usia 15 tahun pada tahun 2000.
Baca Juga: Mencari Pekerjaan di Tahun Ini? Miliki 10 Keterampilan Berikut
Hasil dari studi ini bervariasi. Terdapat beberapa anak-anak yang menyukai 10 profesi yang sama, dengan persentase 47% laki-laki dan 53% perempuan.
Dengan hasil ini, muncul keprihatinan di kalangan masyarakat karena lapangan kerja sekarang sudah mengalami perubahan.
Baca Juga: Soft Skill yang Wajib Dimiliki Seorang Bos, Harus Komunikatif!
&amp;ldquo;Muncul kekhawatiran karena lebih banyak anak-anak yang menyukai pekerjaan tradisional, seperti guru, pengacara, atau manajer,&amp;rdquo; kata Direktur Pendidikan OECD Andreas Schleicher, dikutip CNBC, Kamis (24/1/2020).
&amp;ldquo;Survei ini menunjukkan bahwa terlalu banyak remaja yang mengabaikan atau tidak menyadari adanya jenis pekerjaan baru yang muncul,&amp;rdquo; sambungnnya.Meski demikian, tidak semua anak masih terpaku pada pekerjaan  tradisional. Seperti siswa di Jerman dan Swiss, yang mulai mengembangkan  imajinasinya sehingga memilih karier yang sejalan dengan globalisasi.
Schleicher mengatakan, itu mencerminkan pasar kerja spesifik negara  dan kekuatan bimbingan karier yang kuat. Dirinya pun mendesak supaya  negara-negara lain mengikuti jejak Jerman dan Swiss untuk menyerukan  sekolah dan guru agar berbuat lebih banyak supaya anak-anak tahu tentang  keberagaman pekerjaan yang tersedia saat ini.
&quot;Masa depan yang siswa lihat sendiri tidak sesuai dengan masa depan  pekerjaan,&quot; kata Schleicher. Menurutnya, semakin banyak waktu anak-anak  memahami karier yang ada, semakin bagus juga nilai-nilainya.</content:encoded></item></channel></rss>
