<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Uang Memang Bisa Membeli Kebahagian, Ini 4 Buktinya</title><description>Uang ternyata benar-benar bisa membeli kebahagiaan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157764/uang-memang-bisa-membeli-kebahagian-ini-4-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157764/uang-memang-bisa-membeli-kebahagian-ini-4-buktinya"/><item><title>   Uang Memang Bisa Membeli Kebahagian, Ini 4 Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157764/uang-memang-bisa-membeli-kebahagian-ini-4-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/24/320/2157764/uang-memang-bisa-membeli-kebahagian-ini-4-buktinya</guid><pubDate>Jum'at 24 Januari 2020 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/24/320/2157764/uang-memang-bisa-membeli-kebahagian-ini-4-buktinya-57ntqmqBja.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Membeli Kebahagian (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/24/320/2157764/uang-memang-bisa-membeli-kebahagian-ini-4-buktinya-57ntqmqBja.jpg</image><title>Uang Membeli Kebahagian (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - Uang ternyata benar-benar bisa membeli kebahagiaan. Hal ini dibuktikan lewat beberapa penelitian.

Tidak ada keraguan bahwa uang dan kebahagiaan berkaitan erat. Namun ini bukan tentang mengumpulkan kekayaan, tetapi menggunakan kekayaan itu sebagai alat untuk menumbuhkan perasaan positif jangka panjang.
Baca Juga: Uang Bisa Beli Kebahagiaan, Benarkah?
Melansir Business Insider, Jumat (24/1/2020), berikut Okezone rangkum metode yang teruji dan terbukti dalam memanfaatkan uang untuk membeli kebahagiaan.
&amp;nbsp;
 
1. Beli Waktu untuk Dirimu Sendiri

Penelitian dari Professor Harvard Ashley Whillans menemukan bahwa konsumen yang menghabiskan uang untuk menghemat waktu, akan lebih bahagia daripada mereka yang menghabiskan uang untuk barang-barang duniawi.
Baca Juga: Bukan Uang, Ini yang Membuat Seorang Bill Gates Bahagia
Daripada membeli arloji emas atau anting berlian, manfaatkanlah uangmu untuk kegiatan kebersamaan dengan kerabat.

&quot;Penyesalan pembeli adalah perasaan yang mengerikan, tetapi saya tidak pernah bekerja dengan siapa pun yang menyesal membayar uang untuk pengalaman dengan keluarga atau teman-teman mereka,&quot; kata seorang perencana keuangan, Matt Cooley.

2. Manjakan Diri
Peneliti Kebahagiaan Elizabeth Dunn merekomendasikan agar orang dapat membelanjakan uang lebih sering dalam jumlah kecil daripada membeli barang yang lebih besar.

Frekuensi kesenangan kecil adalah kuncinya dan bukan durasinya. Sementara itu penelitian yang dilakukan Dunn juga menemukan bahwa orang-orang lebih senang mendapatkan dua pijatan terpisah selama masing-masing 30 menit daripada satu pijatan selama 60 menit penuh. Selain itu, menempatkan kesenangan kecil ini memungkinkan peningkatan kebahagiaan secara berkala.

3. Berikan untuk Amal

Para peneliti dari Harvard mengadakan tes yang menanyakan perihal  bagaimana perasaan mereka dengan menghabiskan uang untuk diri sendiri  dibanding dengan memberikannya. Hasilnya, sebagian perserta mengatakan  mereka akan merasa baik jika membeli untuk diri sendiri sesuatu, tetapi  merasakan perasaan yang lebih baik jika mereka memberikan uang itu.

Mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi berkontribusi pada  kesejahteraan orang lain adalah perasaan kuat yang dapat direalisasikan  dengan memberi sedekah atau amal.

Bermurah hati dengan uang yang dimiliki juga akan menghasilkan rasa  bersyukur atas apa yang telah dimiliki, memupuk rasa terima kasih adalah  cara lain yang terbukti untuk meningkatkan kebahagiaan.

4. Habiskan Uang untuk Pengalaman

Menghabiskan uang untuk pengalaman terbukti membuat manusia lebih  bahagia. Itu sebabnya orang-orang suka untuk melamun di pantai saat  liburan, dan membayangkan betapa bahagianya mereka dapat bersantai di  pantai yang indah dengan kerabatnya.

Ketika acara selesai, anda akan dapat memutar ulang kenangan itu  berulang-ulang. Kenangan liburan, konser, dan waktu berkualitas yang  dihabiskan bersama orang yang anda cintai jauh lebih lama teringat di  dalam benak, dibanding dengan membeli pakaian baru.


&quot;Berbicara dari pengalaman pribadi, perjalanan ke Disney World  membeli lebih banyak kebahagiaan daripada semua boneka Buzz Lightyear  dan Woody yang dapat Anda beli. Lebih dari setahun kemudian, keluarga  kami masih berbicara tentang perjalanan itu ke Disney World dan bermimpi  untuk kembali lagi,&quot; ujar Kyle Hill, perencana keuangan yang  tersertifikasi dengan Hill-Top Financial Planning.

</description><content:encoded> 
JAKARTA - Uang ternyata benar-benar bisa membeli kebahagiaan. Hal ini dibuktikan lewat beberapa penelitian.

Tidak ada keraguan bahwa uang dan kebahagiaan berkaitan erat. Namun ini bukan tentang mengumpulkan kekayaan, tetapi menggunakan kekayaan itu sebagai alat untuk menumbuhkan perasaan positif jangka panjang.
Baca Juga: Uang Bisa Beli Kebahagiaan, Benarkah?
Melansir Business Insider, Jumat (24/1/2020), berikut Okezone rangkum metode yang teruji dan terbukti dalam memanfaatkan uang untuk membeli kebahagiaan.
&amp;nbsp;
 
1. Beli Waktu untuk Dirimu Sendiri

Penelitian dari Professor Harvard Ashley Whillans menemukan bahwa konsumen yang menghabiskan uang untuk menghemat waktu, akan lebih bahagia daripada mereka yang menghabiskan uang untuk barang-barang duniawi.
Baca Juga: Bukan Uang, Ini yang Membuat Seorang Bill Gates Bahagia
Daripada membeli arloji emas atau anting berlian, manfaatkanlah uangmu untuk kegiatan kebersamaan dengan kerabat.

&quot;Penyesalan pembeli adalah perasaan yang mengerikan, tetapi saya tidak pernah bekerja dengan siapa pun yang menyesal membayar uang untuk pengalaman dengan keluarga atau teman-teman mereka,&quot; kata seorang perencana keuangan, Matt Cooley.

2. Manjakan Diri
Peneliti Kebahagiaan Elizabeth Dunn merekomendasikan agar orang dapat membelanjakan uang lebih sering dalam jumlah kecil daripada membeli barang yang lebih besar.

Frekuensi kesenangan kecil adalah kuncinya dan bukan durasinya. Sementara itu penelitian yang dilakukan Dunn juga menemukan bahwa orang-orang lebih senang mendapatkan dua pijatan terpisah selama masing-masing 30 menit daripada satu pijatan selama 60 menit penuh. Selain itu, menempatkan kesenangan kecil ini memungkinkan peningkatan kebahagiaan secara berkala.

3. Berikan untuk Amal

Para peneliti dari Harvard mengadakan tes yang menanyakan perihal  bagaimana perasaan mereka dengan menghabiskan uang untuk diri sendiri  dibanding dengan memberikannya. Hasilnya, sebagian perserta mengatakan  mereka akan merasa baik jika membeli untuk diri sendiri sesuatu, tetapi  merasakan perasaan yang lebih baik jika mereka memberikan uang itu.

Mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi berkontribusi pada  kesejahteraan orang lain adalah perasaan kuat yang dapat direalisasikan  dengan memberi sedekah atau amal.

Bermurah hati dengan uang yang dimiliki juga akan menghasilkan rasa  bersyukur atas apa yang telah dimiliki, memupuk rasa terima kasih adalah  cara lain yang terbukti untuk meningkatkan kebahagiaan.

4. Habiskan Uang untuk Pengalaman

Menghabiskan uang untuk pengalaman terbukti membuat manusia lebih  bahagia. Itu sebabnya orang-orang suka untuk melamun di pantai saat  liburan, dan membayangkan betapa bahagianya mereka dapat bersantai di  pantai yang indah dengan kerabatnya.

Ketika acara selesai, anda akan dapat memutar ulang kenangan itu  berulang-ulang. Kenangan liburan, konser, dan waktu berkualitas yang  dihabiskan bersama orang yang anda cintai jauh lebih lama teringat di  dalam benak, dibanding dengan membeli pakaian baru.


&quot;Berbicara dari pengalaman pribadi, perjalanan ke Disney World  membeli lebih banyak kebahagiaan daripada semua boneka Buzz Lightyear  dan Woody yang dapat Anda beli. Lebih dari setahun kemudian, keluarga  kami masih berbicara tentang perjalanan itu ke Disney World dan bermimpi  untuk kembali lagi,&quot; ujar Kyle Hill, perencana keuangan yang  tersertifikasi dengan Hill-Top Financial Planning.

</content:encoded></item></channel></rss>
