<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diprediksi Jadi Mata Uang Terkuat se-Asia, Ini Fakta Tren Penguatan Rupiah</title><description>Sejak awal tahun 2020, Rupiah mengalami tren penguatan terhadap nilai Dolar Amerika Serikat (AS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/278/2157836/diprediksi-jadi-mata-uang-terkuat-se-asia-ini-fakta-tren-penguatan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/278/2157836/diprediksi-jadi-mata-uang-terkuat-se-asia-ini-fakta-tren-penguatan-rupiah"/><item><title>Diprediksi Jadi Mata Uang Terkuat se-Asia, Ini Fakta Tren Penguatan Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/278/2157836/diprediksi-jadi-mata-uang-terkuat-se-asia-ini-fakta-tren-penguatan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/278/2157836/diprediksi-jadi-mata-uang-terkuat-se-asia-ini-fakta-tren-penguatan-rupiah</guid><pubDate>Sabtu 25 Januari 2020 07:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/24/278/2157836/diprediksi-jadi-mata-uang-terkuat-se-asia-ini-fakta-tren-penguatan-rupiah-41Tur9LP7N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/24/278/2157836/diprediksi-jadi-mata-uang-terkuat-se-asia-ini-fakta-tren-penguatan-rupiah-41Tur9LP7N.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sejak awal tahun 2020, Rupiah mengalami tren penguatan terhadap nilai Dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang Indonesia ini disebabkan oleh beberapa faktor misalnya seperti kinerja Neraca Pembayaran Indonesia yang membaik.
Melansir Bloomberg, pada pembukaan perdagangan di pasar spot, Jumat  24 Januari 2020, Rupiah bertengger pada level Rp13.635 per USD.
Bank Indonesia (BI) juga mengatakan penguatan nilai tukar Rupiah diproyeksi akan menjadi mata uang terkuat di Asia tahun ini. Oleh karena itu, Okezone akan merangkum fakta-fakta seputar Rupiah yang akan menjadi mata uang terbaik di Asia pada tahun ini, Jakarta, Sabtu (25/1/2020):
Baca Juga: Rupiah Semakin Kuat, Sore Ini Kokoh di Rp13.639/USD
1. Didorong Prospek Ekonomi
 
Peningkatan atau penguatan Rupiah terhadap nilai tukar Dolar AS salah satunya disebabkan oleh prospek ekonomi yang meningkat. Bank Indonesia menilai hal ini merupakan hal yang wajar sebagai sebab-akibat.
&amp;ldquo;Prospek ekonomi meningkat, ya wajar rupiah menguat,&amp;rdquo; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Kamis (23/1/2020).
2. Berdampak Positif Pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Dengan menguatnya Rupiah, tentunya ini berdampak positif terhadap pertumbuhan dan stabilitas makroekonomi Indonesia.
Baca Juga: Ramalan BI soal Penguatan Rupiah pada 2020
Gubernur BI menyatakan, nilai Rupiah mendorong kinerja Neraca Pembayaran Indonesia semakin membaik. Pada 22 Januari 2020, Rupiah menguat 1,74% dibandingkan dengan level akhir Desember 2019. &amp;ldquo;Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada 2019 yang tercatat 3,58% (ptp) atau 0,76% secara rerata,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ekspor manufaktur akan meningkat seiring dengan penguatan rupiah. &amp;ldquo;Mungkin para eksportir yang komoditas penerimaan Rupiahnya kurang tapi penerimaan dolarnya baik. Di sisi lain, ekspor manufaktur baik dolar maupun Rupiahnya akan naik. Impornya juga akan dibantu untuk impor bahan baku barang modal untuk kebutuhan investasi,&amp;rdquo; Sambung Perry.
Menurutnya, kurs Rupiah yang menguat memang berdampak negatif bagi para eksportir komoditas karena hasil dari nilai Rupiah jadi lebih kecil, sebaliknya jika Rupiah melemah maka hasil nilainya akan lebih besar. Meski demikian, Perry menilai ekspor komoditas tak terlalu sensitif terhadap pergerakkan nilai tukar Rupiah, melainkan pada pergerakkan harga dan permintaan di pasar global.3. Masuknya Modal Asing
Selain ditopang oleh perekonomian Indonesia yang membaik,  penguatan  Rupiah juga disokong oleh masuknya modal asing ke Indonesia. dengan  masuknya modal asing, secara otomatis persediaan dolar menjadi faktor  lainnya saat nilai tukar Rupiah menguat.
&amp;ldquo;Memang aliran masuk modal asing menambah supply, ekspornya juga naik  menambah supply dan itu lebih besar supplynya dari permintaan devisa  baik dari sisi impor maupun pembayaran utang luar negeri,&amp;rdquo; papar  Gubernur BI.
Baca Juga: Rupiah Makin Perkasa, Gubernur BI: Prospek Ekonomi Meningkat
4. Sejalan dengan Fundamental
Seiring tren penguatan Rupiah, Bank Indonesia menyatakan hal ini  seiring dengan kondisi fundamental. Pasalnya semakin baik mekanisme  pasar dan keyakinan para pelaku pasar terhadap kebijakan yang ditempuh  Bank Indonesia dan Pemerintah.
Nantinya, BI akan tetap berusaha untuk menstabilkan nilai tukar  Rupiah dengan fundamentalnya dan mekanisme pasar yang terjaga. Hal ini  bertujuan untuk menyokong efektivitas kebijakan nilai tukar dan  memperkuat pembiayaan domestik.
&amp;ldquo;Kami juga terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik pasar uang maupun pasar valas,&amp;rdquo; lanjut Gubernur BI.
Sebelumnya, Gubernur PI juga telah menyatakan penguatan mata uang  Indonesia ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. &quot;BI melihat penguatan  Rupiah masih sejalan dengan fundamental, sejalan mekanisme pasar, dan  mencerminkan kredibilitas kebijakan dari pemerintah, BI, OJK, dan LPS,&quot;  papar Perry dalam konferensi pers KSSK di Kementerian Keuangan, Jakarta,  Rabu (22/1/2020).
Baca Juga: Rupiah Mata Uang Terkuat di Asia, Apa Kata BI?
5. Rupiah Diramalkan Akan Terus Menguat
Penguatan Rupiah ternyata tidak sampai situ saja, Gubernur BI  mengatakan penguatan mata uang Indonesia ini akan terus menguat.  Penguatan ini juga akan terus meningkat jika neraca pembayaran Indonesia  mengalami perbaikan.
&amp;ldquo;Kalau ekonomi kita membaik pertumbuhannya, inflasinya terjaga,  neraca pembayaran juga surplus, tentu saja fundamentalnya akan baik juga  akan mendorong penguatan Rupiah,&amp;rdquo; ungkap Perry.Tren penguatan ini juga bisa terus menguat kalau surplus neraca   pembayaran dan faktor mekanisme pasar lebih baik. Selain surplus neraca   pembayaran, kredibilitas kebijakan Pemerintah Indonesia dan BI juga  bisa  mendorong penguatan Rupiah.
Walau demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhadap Rupiah tidak   terlalu cepat menguat. Pasalnya dapat mempengaruhi penurunan daya saing   Indonesia.
&quot;Rupiah kalau menguat terlalu cepat, kita juga harus hati-hati. Ada   yang senang dan ada yang tidak senang, eksportir tentu enggak senang.   Karena jika Rupiah menguat, menguat, menguat, maka daya saing kita juga   akan menurun,&quot; jelas Presiden dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa   Keuangan 2020 di Ritz Calrton, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
6. Rupiah Mengalahkan Mata Uang Negeri Gajah Putih
Kini, mata uang Rupiah dicanangkan menempati posisi sebagai mata uang   se-Asia terbaik. Sebelumnya, Bath mata uang milik Thailand lah yang   menjadi primadona.
Penyebab Rupiah yang menggeser Bath ini ialah kerja sama investasi   yang terjalin antara Indonesia dengan berbagai negara. Obligasi Rupiah   menawarkan hasil dari 5% hingga 8%. Alhasil banyak menarik investor   untuk melakukan carry trade yang bertujuan untuk memanfaatkan perbedaan   suku bunga kedua negara.
Sementara itu bila para investor berani untuk mengeksekusi tanpa   melindungi nilai mata uang, mereka akan mendapat imbalan lebih besar   jika nilai Rupiah terus naik, demikian dilansir Bloomberg, Jakarta,   Senin (20/1/2020).
Pada 10 Januari 2020, Rupiah mengalami penguatan sebanyak 0,8%.   Kenaikan ini terus terjadi setelah kesepakatan investasi yang terjadi   antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab, Softbank Group, Corp Jepang,   dan US International Development Finance Corp.
Sebagai informasi, mata uang Rupiah pada tahun lalu kokoh di posisi   ketiga podium, sedang di tahun ini rupiah nampak ditakdirkan di posisi   teratas.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sejak awal tahun 2020, Rupiah mengalami tren penguatan terhadap nilai Dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang Indonesia ini disebabkan oleh beberapa faktor misalnya seperti kinerja Neraca Pembayaran Indonesia yang membaik.
Melansir Bloomberg, pada pembukaan perdagangan di pasar spot, Jumat  24 Januari 2020, Rupiah bertengger pada level Rp13.635 per USD.
Bank Indonesia (BI) juga mengatakan penguatan nilai tukar Rupiah diproyeksi akan menjadi mata uang terkuat di Asia tahun ini. Oleh karena itu, Okezone akan merangkum fakta-fakta seputar Rupiah yang akan menjadi mata uang terbaik di Asia pada tahun ini, Jakarta, Sabtu (25/1/2020):
Baca Juga: Rupiah Semakin Kuat, Sore Ini Kokoh di Rp13.639/USD
1. Didorong Prospek Ekonomi
 
Peningkatan atau penguatan Rupiah terhadap nilai tukar Dolar AS salah satunya disebabkan oleh prospek ekonomi yang meningkat. Bank Indonesia menilai hal ini merupakan hal yang wajar sebagai sebab-akibat.
&amp;ldquo;Prospek ekonomi meningkat, ya wajar rupiah menguat,&amp;rdquo; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Kamis (23/1/2020).
2. Berdampak Positif Pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Dengan menguatnya Rupiah, tentunya ini berdampak positif terhadap pertumbuhan dan stabilitas makroekonomi Indonesia.
Baca Juga: Ramalan BI soal Penguatan Rupiah pada 2020
Gubernur BI menyatakan, nilai Rupiah mendorong kinerja Neraca Pembayaran Indonesia semakin membaik. Pada 22 Januari 2020, Rupiah menguat 1,74% dibandingkan dengan level akhir Desember 2019. &amp;ldquo;Perkembangan ini melanjutkan penguatan pada 2019 yang tercatat 3,58% (ptp) atau 0,76% secara rerata,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ekspor manufaktur akan meningkat seiring dengan penguatan rupiah. &amp;ldquo;Mungkin para eksportir yang komoditas penerimaan Rupiahnya kurang tapi penerimaan dolarnya baik. Di sisi lain, ekspor manufaktur baik dolar maupun Rupiahnya akan naik. Impornya juga akan dibantu untuk impor bahan baku barang modal untuk kebutuhan investasi,&amp;rdquo; Sambung Perry.
Menurutnya, kurs Rupiah yang menguat memang berdampak negatif bagi para eksportir komoditas karena hasil dari nilai Rupiah jadi lebih kecil, sebaliknya jika Rupiah melemah maka hasil nilainya akan lebih besar. Meski demikian, Perry menilai ekspor komoditas tak terlalu sensitif terhadap pergerakkan nilai tukar Rupiah, melainkan pada pergerakkan harga dan permintaan di pasar global.3. Masuknya Modal Asing
Selain ditopang oleh perekonomian Indonesia yang membaik,  penguatan  Rupiah juga disokong oleh masuknya modal asing ke Indonesia. dengan  masuknya modal asing, secara otomatis persediaan dolar menjadi faktor  lainnya saat nilai tukar Rupiah menguat.
&amp;ldquo;Memang aliran masuk modal asing menambah supply, ekspornya juga naik  menambah supply dan itu lebih besar supplynya dari permintaan devisa  baik dari sisi impor maupun pembayaran utang luar negeri,&amp;rdquo; papar  Gubernur BI.
Baca Juga: Rupiah Makin Perkasa, Gubernur BI: Prospek Ekonomi Meningkat
4. Sejalan dengan Fundamental
Seiring tren penguatan Rupiah, Bank Indonesia menyatakan hal ini  seiring dengan kondisi fundamental. Pasalnya semakin baik mekanisme  pasar dan keyakinan para pelaku pasar terhadap kebijakan yang ditempuh  Bank Indonesia dan Pemerintah.
Nantinya, BI akan tetap berusaha untuk menstabilkan nilai tukar  Rupiah dengan fundamentalnya dan mekanisme pasar yang terjaga. Hal ini  bertujuan untuk menyokong efektivitas kebijakan nilai tukar dan  memperkuat pembiayaan domestik.
&amp;ldquo;Kami juga terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik pasar uang maupun pasar valas,&amp;rdquo; lanjut Gubernur BI.
Sebelumnya, Gubernur PI juga telah menyatakan penguatan mata uang  Indonesia ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. &quot;BI melihat penguatan  Rupiah masih sejalan dengan fundamental, sejalan mekanisme pasar, dan  mencerminkan kredibilitas kebijakan dari pemerintah, BI, OJK, dan LPS,&quot;  papar Perry dalam konferensi pers KSSK di Kementerian Keuangan, Jakarta,  Rabu (22/1/2020).
Baca Juga: Rupiah Mata Uang Terkuat di Asia, Apa Kata BI?
5. Rupiah Diramalkan Akan Terus Menguat
Penguatan Rupiah ternyata tidak sampai situ saja, Gubernur BI  mengatakan penguatan mata uang Indonesia ini akan terus menguat.  Penguatan ini juga akan terus meningkat jika neraca pembayaran Indonesia  mengalami perbaikan.
&amp;ldquo;Kalau ekonomi kita membaik pertumbuhannya, inflasinya terjaga,  neraca pembayaran juga surplus, tentu saja fundamentalnya akan baik juga  akan mendorong penguatan Rupiah,&amp;rdquo; ungkap Perry.Tren penguatan ini juga bisa terus menguat kalau surplus neraca   pembayaran dan faktor mekanisme pasar lebih baik. Selain surplus neraca   pembayaran, kredibilitas kebijakan Pemerintah Indonesia dan BI juga  bisa  mendorong penguatan Rupiah.
Walau demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhadap Rupiah tidak   terlalu cepat menguat. Pasalnya dapat mempengaruhi penurunan daya saing   Indonesia.
&quot;Rupiah kalau menguat terlalu cepat, kita juga harus hati-hati. Ada   yang senang dan ada yang tidak senang, eksportir tentu enggak senang.   Karena jika Rupiah menguat, menguat, menguat, maka daya saing kita juga   akan menurun,&quot; jelas Presiden dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa   Keuangan 2020 di Ritz Calrton, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
6. Rupiah Mengalahkan Mata Uang Negeri Gajah Putih
Kini, mata uang Rupiah dicanangkan menempati posisi sebagai mata uang   se-Asia terbaik. Sebelumnya, Bath mata uang milik Thailand lah yang   menjadi primadona.
Penyebab Rupiah yang menggeser Bath ini ialah kerja sama investasi   yang terjalin antara Indonesia dengan berbagai negara. Obligasi Rupiah   menawarkan hasil dari 5% hingga 8%. Alhasil banyak menarik investor   untuk melakukan carry trade yang bertujuan untuk memanfaatkan perbedaan   suku bunga kedua negara.
Sementara itu bila para investor berani untuk mengeksekusi tanpa   melindungi nilai mata uang, mereka akan mendapat imbalan lebih besar   jika nilai Rupiah terus naik, demikian dilansir Bloomberg, Jakarta,   Senin (20/1/2020).
Pada 10 Januari 2020, Rupiah mengalami penguatan sebanyak 0,8%.   Kenaikan ini terus terjadi setelah kesepakatan investasi yang terjadi   antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab, Softbank Group, Corp Jepang,   dan US International Development Finance Corp.
Sebagai informasi, mata uang Rupiah pada tahun lalu kokoh di posisi   ketiga podium, sedang di tahun ini rupiah nampak ditakdirkan di posisi   teratas.</content:encoded></item></channel></rss>
