<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Omzet Pedagang Kue Keranjang dan Pernak Pernik Imlek Turun Drastis</title><description>Hari Raya Imlek identik dengan kudapan khasnya yaitu kue keranjang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/320/2158282/omzet-pedagang-kue-keranjang-dan-pernak-pernik-imlek-turun-drastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/320/2158282/omzet-pedagang-kue-keranjang-dan-pernak-pernik-imlek-turun-drastis"/><item><title>Omzet Pedagang Kue Keranjang dan Pernak Pernik Imlek Turun Drastis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/320/2158282/omzet-pedagang-kue-keranjang-dan-pernak-pernik-imlek-turun-drastis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/25/320/2158282/omzet-pedagang-kue-keranjang-dan-pernak-pernik-imlek-turun-drastis</guid><pubDate>Sabtu 25 Januari 2020 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/25/320/2158282/omzet-pedagang-kue-keranjang-dan-pernak-pernik-imlek-turun-drastis-k5x5XkJlCF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Imlek (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/25/320/2158282/omzet-pedagang-kue-keranjang-dan-pernak-pernik-imlek-turun-drastis-k5x5XkJlCF.jpg</image><title>Imlek (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Hari Raya Imlek identik dengan kudapan khasnya yaitu kue keranjang. Kue ini biasa disajikan di meja-meja setiap rumah yang merayakan hari besar ini.

Namun seorang pedagang kue keranjang di Pasar Pancoran bernama Anton (59) mengaku penjualannya tahun ini menurun signifikan dari tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan sepinya lalu lalang pembeli di Pasar Pancoran, Jakarta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Prospek Industri Properti di Tahun Tikus Logam
&quot;Dulu-dulu mah ramainya bukan main, 10 tahun atau 5 tahun yang lalu masih lumayan. Makin turun, makin drastis,&quot; ungkap Anton saat disambangi Okezone di Pasar Pancoran, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Anton juga mengatakan keadaan ekonomi juga berperan besar dalam penurunan penjualannya jelang Imlek tahun tikus logam ini. Keadaan tersebut dinilainya membuat masyarakat mengurangi intensitas pembelian kue khas khas Imlek ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Feng Shui, Posisi Barang di Toko Juga Berpengaruh terhadap Penjualan
&quot;Apalagi ekonomi kan sekarang lagi sulit, ya orang kalau kurang ekonomi ya gak usah beli banyak-banyak kan. Tadinya beli dua, sekarang satu,&quot; ujar Anton.

Anton juga menyampaikan omzet penjualan kue keranjangnya pun tak menentu. &quot;Gak bisa diukur, enggak bisa diukur, kita enggak bisa berpatokan itu,&quot; kata Anton.

Kue keranjang ini dijual Anton dengan harga Rp40.000 satu kotak kue keranjang ukuran kecil, dan untuk satu kuenya dijual dengan harga Rp20.000. Kue keranjang biasanya disantap saat kue telah sedikit mengeras, sehingga lengketnya kue keranjang tak terlalu terasa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Perbedaan Tata Letak Feng Shui Rumah dengan Tempat Usaha
Begitu juga dengan, penjualan pernak-pernik di Pasar Pancoran semakin marak jelang Hari Raya Imlek. Namun maraknya penjualan ternyata tak sejalan dengan omset yang didapat.

Seorang penjual pernak-pernik khas Imlek di Pasar Pancoran, Jakarta bernama Alamsyah (50) mengaku penjualannya turun drastis di tahun ini. Penurunan ini dinilainya merupakan imbas dari penutupan jalan di sekitar Jalan Pancoran.

&quot;Bukan turun lagi, tahun ini udah jauh, tinggal pulang modal doang. Mungkin akibat ekonomi atau jalanan ditutup,&quot; ujar Alamsyah kepada Okezone di Pasar Pancoran.Alamsyah mengatakan penutupan jalan ini menyebabkan pembeli enggan  berkunjung karena kesulitan akses dan tempat parkir. Hal ini kemudian  dinilainya menjadi penyebab utama penjualan pernak-pernik Imlek turun  signifikan.

&quot;Karna ditutup itu jalan, tahun yang lalu kan di sini bisa parkir,  mobil dari pengunjung itu kan. Ditutup semua tuh liat jalan. Ini belum  tentu, tahun yang akan datang bisa datang atau enggak. Karna apa, kalau  itu masih tetap ditutup jalan itu nggak bisa dagang. Jauh banget dari  tahun yang udah-udah (lalu-lalu),&quot; ungkap Alamsyah.

Imbas penutupan jalan di area Jalan Pancoran, Alamsyah mengaku  dirinya hanya membawa pulang modal. Omset yang berhasil diraih Alamsyah  pun hanya berkisar Rp10 juta per harinya. Sedangkan bila dibandingkan  dengan tahun lalu sebelum adanya penutupan jalan, Alamsyah dapat meraih  omset hingga Rp25 juta per hari.

&quot;Ini yang pokok pertama jalan. Jalan itu kalau dibuka kita lumayan,  pengunjung banyak. Kalau tahun yang kemarin-kemarin kan gak ditutup,  jadi kita memuaskan dagangnya. Memuaskan jualannya, ngambil barangnya  juga kita enak,&quot; pungkas Alamsyah.

Selain itu, Alamsyah juga mengaku dirinya menyewa tempat dengan biaya  Rp3 juta per bulannya. Jika digabungkan keseluruhan biaya termasuk  membangun tenda di kawasan Pasar Pancoran, Alamsyah telah mengeluarkan  biaya total Rp10 juta. Sedang, untuk modal penjualan, Alamsyah mengaku  telah menggelontorkan uang sebanyak Rp100 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Raya Imlek identik dengan kudapan khasnya yaitu kue keranjang. Kue ini biasa disajikan di meja-meja setiap rumah yang merayakan hari besar ini.

Namun seorang pedagang kue keranjang di Pasar Pancoran bernama Anton (59) mengaku penjualannya tahun ini menurun signifikan dari tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan sepinya lalu lalang pembeli di Pasar Pancoran, Jakarta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Prospek Industri Properti di Tahun Tikus Logam
&quot;Dulu-dulu mah ramainya bukan main, 10 tahun atau 5 tahun yang lalu masih lumayan. Makin turun, makin drastis,&quot; ungkap Anton saat disambangi Okezone di Pasar Pancoran, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Anton juga mengatakan keadaan ekonomi juga berperan besar dalam penurunan penjualannya jelang Imlek tahun tikus logam ini. Keadaan tersebut dinilainya membuat masyarakat mengurangi intensitas pembelian kue khas khas Imlek ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Feng Shui, Posisi Barang di Toko Juga Berpengaruh terhadap Penjualan
&quot;Apalagi ekonomi kan sekarang lagi sulit, ya orang kalau kurang ekonomi ya gak usah beli banyak-banyak kan. Tadinya beli dua, sekarang satu,&quot; ujar Anton.

Anton juga menyampaikan omzet penjualan kue keranjangnya pun tak menentu. &quot;Gak bisa diukur, enggak bisa diukur, kita enggak bisa berpatokan itu,&quot; kata Anton.

Kue keranjang ini dijual Anton dengan harga Rp40.000 satu kotak kue keranjang ukuran kecil, dan untuk satu kuenya dijual dengan harga Rp20.000. Kue keranjang biasanya disantap saat kue telah sedikit mengeras, sehingga lengketnya kue keranjang tak terlalu terasa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Perbedaan Tata Letak Feng Shui Rumah dengan Tempat Usaha
Begitu juga dengan, penjualan pernak-pernik di Pasar Pancoran semakin marak jelang Hari Raya Imlek. Namun maraknya penjualan ternyata tak sejalan dengan omset yang didapat.

Seorang penjual pernak-pernik khas Imlek di Pasar Pancoran, Jakarta bernama Alamsyah (50) mengaku penjualannya turun drastis di tahun ini. Penurunan ini dinilainya merupakan imbas dari penutupan jalan di sekitar Jalan Pancoran.

&quot;Bukan turun lagi, tahun ini udah jauh, tinggal pulang modal doang. Mungkin akibat ekonomi atau jalanan ditutup,&quot; ujar Alamsyah kepada Okezone di Pasar Pancoran.Alamsyah mengatakan penutupan jalan ini menyebabkan pembeli enggan  berkunjung karena kesulitan akses dan tempat parkir. Hal ini kemudian  dinilainya menjadi penyebab utama penjualan pernak-pernik Imlek turun  signifikan.

&quot;Karna ditutup itu jalan, tahun yang lalu kan di sini bisa parkir,  mobil dari pengunjung itu kan. Ditutup semua tuh liat jalan. Ini belum  tentu, tahun yang akan datang bisa datang atau enggak. Karna apa, kalau  itu masih tetap ditutup jalan itu nggak bisa dagang. Jauh banget dari  tahun yang udah-udah (lalu-lalu),&quot; ungkap Alamsyah.

Imbas penutupan jalan di area Jalan Pancoran, Alamsyah mengaku  dirinya hanya membawa pulang modal. Omset yang berhasil diraih Alamsyah  pun hanya berkisar Rp10 juta per harinya. Sedangkan bila dibandingkan  dengan tahun lalu sebelum adanya penutupan jalan, Alamsyah dapat meraih  omset hingga Rp25 juta per hari.

&quot;Ini yang pokok pertama jalan. Jalan itu kalau dibuka kita lumayan,  pengunjung banyak. Kalau tahun yang kemarin-kemarin kan gak ditutup,  jadi kita memuaskan dagangnya. Memuaskan jualannya, ngambil barangnya  juga kita enak,&quot; pungkas Alamsyah.

Selain itu, Alamsyah juga mengaku dirinya menyewa tempat dengan biaya  Rp3 juta per bulannya. Jika digabungkan keseluruhan biaya termasuk  membangun tenda di kawasan Pasar Pancoran, Alamsyah telah mengeluarkan  biaya total Rp10 juta. Sedang, untuk modal penjualan, Alamsyah mengaku  telah menggelontorkan uang sebanyak Rp100 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
