<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dulu Miskin, Miliarder Ini Sukses Bisnis Restoran Bermodal Pinjaman Rp20 Juta</title><description>Zhang Yong merupakan sosok pendiri restoran hotpot yang telah mendunia, Haidilao.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/26/320/2158399/dulu-miskin-miliarder-ini-sukses-bisnis-restoran-bermodal-pinjaman-rp20-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/26/320/2158399/dulu-miskin-miliarder-ini-sukses-bisnis-restoran-bermodal-pinjaman-rp20-juta"/><item><title>   Dulu Miskin, Miliarder Ini Sukses Bisnis Restoran Bermodal Pinjaman Rp20 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/26/320/2158399/dulu-miskin-miliarder-ini-sukses-bisnis-restoran-bermodal-pinjaman-rp20-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/26/320/2158399/dulu-miskin-miliarder-ini-sukses-bisnis-restoran-bermodal-pinjaman-rp20-juta</guid><pubDate>Minggu 26 Januari 2020 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/26/320/2158399/dulu-miskin-miliarder-ini-sukses-bisnis-restoran-bermodal-pinjaman-rp20-juta-a4yDEgvAqj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zhang Yong (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/26/320/2158399/dulu-miskin-miliarder-ini-sukses-bisnis-restoran-bermodal-pinjaman-rp20-juta-a4yDEgvAqj.jpg</image><title>Zhang Yong (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Zhang Yong merupakan sosok pendiri restoran hotpot yang telah mendunia, Haidilao. Tapi  siapa sangka bahwa Zhang memulai kehidupannya dari jerat kemiskinan.
Namun sekarang Zhang Yong sukses mencatatkan namanya sebagai pria terkaya di Singapura dengan kekayaan mencapai USD13 miliar atau Rp177,25 triliun (kurs Rp13.635 per USD).
Baca Juga: Naturalisasi, Zhang Yong Jadi Orang Terkaya Singapura dengan Harta Rp195,9 Triliun
Zhang Yong lahir pada 1970 di sebuah keluarga miskin di daerah pedesaan Jianyang, yang terletak di Provinsi Sichuan Barat Daya China. Sebagai seorang dari negara komunis, Zhang mendidik dirinya sendiri dengan membaca berbagai buku internasional dari perpustakaan di daerahnya.
&quot;Saya dari pedesaan, di mana orang pedesaan percaya bahwa jika Anda mengambil uang dari orang lain dan Anda tidak membawa manfaat bagi mereka, maka Anda adalah pembohong,&quot; ujar Zhang pada 2013 silam, seperti dilansir dari Business Insider, Minggu (26/1/2020).
Setelah lulus Sekolah Menengah Kejuruan di Chengdu, Zhang bekerja sebagai tukang las di pabrik traktor yang dikelola pemerintah selama 6 tahun lamanya. Zhang menghasilkan USD14 atau Rp190.000 per bulannya. Sampai suatu ketika, ia makan di sebuah restoran hotpot untuk pertama kalinya. Zhang pun menilai buruknya makanan dan pelayanan yang tersaji dalam restoran itu.
Baca Juga: Kenalan dengan Zhang Yong, Pengusaha Restoran Terkaya di Dunia
Zhang akhirnya memilih keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk meminjam uang dari tiga teman dan istrinya untuk membangun restoran hotpot miliknya sendiri, bernama Haidilao. Zhang meminjam sekitar USD1.500 atau Rp20,45 juta dari temannya Shu, Shi Yonghong dan Li Haiyan, seperti laporan The Economic Observer.
&quot;Saya berjanji kepada yang lain (temannya) bahwa aset kami akan tumbuh hingga 150.000 yuan (USD21.500) dalam lima tahun. Saya bersumpah bahwa jika saya tidak bisa mengelolanya, saya akan memberikan kompensasi kepada mereka,&quot; ungkap Zhang.Setelahnya, pinjaman kecil yang diberikan kepada Zhang, membuat Shu,  Shi, dan Li menggelar titel miliarder dalam profilnya di Forbes.
Dari kesulitan yang pernah ia alami inilah, Zhang kemudian  terinspirasi untuk merekrut kaum muda dari kota-kota pedesaan dengan  pendidikan terbatas sebagai karyawan di restoran hotpotnya yang tersebar  di berbagai belahan dunia meliputi Amerika Serikat, Inggris, Korea  Selatan, Jepang, Australia, Kanada, Singapura dan Malaysia.
&quot;Saya pribadi memastikan bahwa setiap tamu yang datang melalui pintu saya akan kembali,&quot; ujarnya kepada Forbes.
Akhirnya, Haidilao berhasil booming dan meraih reputasi terbaik  dengan layanan luar biasanya. Haidilao dengan sigap menampung aspirasi  pelanggan yang mengeluh tentang handuk panas dan bahkan pembalut di  toilet perempuan.
Kepada Forbes, Zhang mengatakan saat ini Haidilao membuka restoran  barunya setiap tiga hari. Ekspansi global ini, tambahnya, didorong oleh  rasa keingintahuan orang asing terhadap budaya dan makanan asal negeri  tirai bambu itu.Setelah sukses membuka beberapa mitra, pada rentang tahun 2011 hingga   2012, Zhang kemudian melanjutkan pendidikannya dengan menyelesaikan  dua  program MBA di Sekolah Pascasarjana Bisnis Cheung Kong Beijing.
Dalam kesempatannya mengunjungi Universitas Hupan, Zhang mengatakan   bahwa para karyawannya berhak atas peningkatan gaji yang diiringi dengan   beban kerja lebih berat. Berbagai tunjangan seperti akomodasi gratis   dan program magang juga difasilitasi Zhang untuk para karyawannya.
Pada tahun 2018, Zhang bersama keluarganya pindah ke Singapura dan   resmi memiliki kewarganegaraan di sana. Nilai kekayaan Zhang meledak   setelah Haidilao muncul di bursa saham Hong Kong pada September di tahun   yang sama.
Sedangkan penjualan Haidilao pada 2017 mencapai USD17 miliar atau Rp231,79 triliun. Pada 2019, kekayaan bersih Zhang melebihi angka USD13 miliar yang   membantunya mencuri titel orang terkaya dari taipan properti Robert dan   Philip Ng yang telah mendominasi selama dekade terakhir dengan kekayaan   gabungan USD12 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Zhang Yong merupakan sosok pendiri restoran hotpot yang telah mendunia, Haidilao. Tapi  siapa sangka bahwa Zhang memulai kehidupannya dari jerat kemiskinan.
Namun sekarang Zhang Yong sukses mencatatkan namanya sebagai pria terkaya di Singapura dengan kekayaan mencapai USD13 miliar atau Rp177,25 triliun (kurs Rp13.635 per USD).
Baca Juga: Naturalisasi, Zhang Yong Jadi Orang Terkaya Singapura dengan Harta Rp195,9 Triliun
Zhang Yong lahir pada 1970 di sebuah keluarga miskin di daerah pedesaan Jianyang, yang terletak di Provinsi Sichuan Barat Daya China. Sebagai seorang dari negara komunis, Zhang mendidik dirinya sendiri dengan membaca berbagai buku internasional dari perpustakaan di daerahnya.
&quot;Saya dari pedesaan, di mana orang pedesaan percaya bahwa jika Anda mengambil uang dari orang lain dan Anda tidak membawa manfaat bagi mereka, maka Anda adalah pembohong,&quot; ujar Zhang pada 2013 silam, seperti dilansir dari Business Insider, Minggu (26/1/2020).
Setelah lulus Sekolah Menengah Kejuruan di Chengdu, Zhang bekerja sebagai tukang las di pabrik traktor yang dikelola pemerintah selama 6 tahun lamanya. Zhang menghasilkan USD14 atau Rp190.000 per bulannya. Sampai suatu ketika, ia makan di sebuah restoran hotpot untuk pertama kalinya. Zhang pun menilai buruknya makanan dan pelayanan yang tersaji dalam restoran itu.
Baca Juga: Kenalan dengan Zhang Yong, Pengusaha Restoran Terkaya di Dunia
Zhang akhirnya memilih keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk meminjam uang dari tiga teman dan istrinya untuk membangun restoran hotpot miliknya sendiri, bernama Haidilao. Zhang meminjam sekitar USD1.500 atau Rp20,45 juta dari temannya Shu, Shi Yonghong dan Li Haiyan, seperti laporan The Economic Observer.
&quot;Saya berjanji kepada yang lain (temannya) bahwa aset kami akan tumbuh hingga 150.000 yuan (USD21.500) dalam lima tahun. Saya bersumpah bahwa jika saya tidak bisa mengelolanya, saya akan memberikan kompensasi kepada mereka,&quot; ungkap Zhang.Setelahnya, pinjaman kecil yang diberikan kepada Zhang, membuat Shu,  Shi, dan Li menggelar titel miliarder dalam profilnya di Forbes.
Dari kesulitan yang pernah ia alami inilah, Zhang kemudian  terinspirasi untuk merekrut kaum muda dari kota-kota pedesaan dengan  pendidikan terbatas sebagai karyawan di restoran hotpotnya yang tersebar  di berbagai belahan dunia meliputi Amerika Serikat, Inggris, Korea  Selatan, Jepang, Australia, Kanada, Singapura dan Malaysia.
&quot;Saya pribadi memastikan bahwa setiap tamu yang datang melalui pintu saya akan kembali,&quot; ujarnya kepada Forbes.
Akhirnya, Haidilao berhasil booming dan meraih reputasi terbaik  dengan layanan luar biasanya. Haidilao dengan sigap menampung aspirasi  pelanggan yang mengeluh tentang handuk panas dan bahkan pembalut di  toilet perempuan.
Kepada Forbes, Zhang mengatakan saat ini Haidilao membuka restoran  barunya setiap tiga hari. Ekspansi global ini, tambahnya, didorong oleh  rasa keingintahuan orang asing terhadap budaya dan makanan asal negeri  tirai bambu itu.Setelah sukses membuka beberapa mitra, pada rentang tahun 2011 hingga   2012, Zhang kemudian melanjutkan pendidikannya dengan menyelesaikan  dua  program MBA di Sekolah Pascasarjana Bisnis Cheung Kong Beijing.
Dalam kesempatannya mengunjungi Universitas Hupan, Zhang mengatakan   bahwa para karyawannya berhak atas peningkatan gaji yang diiringi dengan   beban kerja lebih berat. Berbagai tunjangan seperti akomodasi gratis   dan program magang juga difasilitasi Zhang untuk para karyawannya.
Pada tahun 2018, Zhang bersama keluarganya pindah ke Singapura dan   resmi memiliki kewarganegaraan di sana. Nilai kekayaan Zhang meledak   setelah Haidilao muncul di bursa saham Hong Kong pada September di tahun   yang sama.
Sedangkan penjualan Haidilao pada 2017 mencapai USD17 miliar atau Rp231,79 triliun. Pada 2019, kekayaan bersih Zhang melebihi angka USD13 miliar yang   membantunya mencuri titel orang terkaya dari taipan properti Robert dan   Philip Ng yang telah mendominasi selama dekade terakhir dengan kekayaan   gabungan USD12 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
