<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Salurkan KUR Rp325 Triliun, Ini Fakta UMKM Bisa Pinjam Rp50 Juta</title><description>Pemerintah sedang menyiapkan dana sebesar Rp325 triliun guna penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama lima tahun ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2158477/salurkan-kur-rp325-triliun-ini-fakta-umkm-bisa-pinjam-rp50-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2158477/salurkan-kur-rp325-triliun-ini-fakta-umkm-bisa-pinjam-rp50-juta"/><item><title>Salurkan KUR Rp325 Triliun, Ini Fakta UMKM Bisa Pinjam Rp50 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2158477/salurkan-kur-rp325-triliun-ini-fakta-umkm-bisa-pinjam-rp50-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2158477/salurkan-kur-rp325-triliun-ini-fakta-umkm-bisa-pinjam-rp50-juta</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2020 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/26/320/2158477/salurkan-kur-rp325-triliun-ini-fakta-umkm-bisa-pinjam-rp50-juta-VHuW76DL7i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KUR UMKM (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/26/320/2158477/salurkan-kur-rp325-triliun-ini-fakta-umkm-bisa-pinjam-rp50-juta-VHuW76DL7i.jpg</image><title>KUR UMKM (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah sedang menyiapkan dana sebesar Rp325 triliun guna penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama lima tahun ke depan. Penyaluran ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat terealisasi melalui kontribusi para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berperan signifikan.

Sebagai salah satu kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui UMKM, pemerintah digadang akan menurunkan bunga KUR. Nantinya dari penurunan ini, nilai pinjaman para UMKM akan meningkat sehingga diharapkan dapat mampu membantu pertumbuhan mereka.
Baca Juga: Jokowi Bakal Salurkan KUR Rp325 Triliun hingga 2024
Pada Senin (27/1/2020), Okezone telah merangkum fakta terkait penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
&amp;nbsp;
 
1. Bunga KUR Turun 1%

Pemerintah akan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sebelumnya 7% menjadi 6%. Penurunan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.
Baca Juga: Penerima KUR Didominasi Pelaku UMKM Baru
2. Pelaku UMKM Dapat Pinjam hingga Rp50 juta

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir, dengan bunga Kredit Usaha Rakyat yang turun, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa mendapatkan pinjaman yang lebih besar nilainya.

Yang semula maksimum hanya dapat meminjam Rp25 juta, kini mengalami peningkatan menjadi Rp50 juta per debiturnya. &amp;ldquo;Maksimum plafon KUR mikro semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur,&quot; ujarnya seperti dikutip dari laman Setkab.
3. Peningkatan di Sektor Perdagangan Imbas Bunga KUR Turun

Sementara itu peningkatan juga terjadi dalam sektor perdagangan. Saat  ini akumulasi platform mikro sektor perdagangan dapat meminjam maksimal  Rp200 juta. Sebelumnya, pinjaman maksimal sesuai aturannya adalah Rp100  juta.

&quot;Untuk akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan juga meningkat  dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Perubahan kebijakan KUR ini telah  berlaku sejak 2 Januari 2020,&amp;rdquo; jelas Iskandar.

4. Penurunan KUR Diharapkan Dapat Lebih Menumbuhkan UMKM

Menurut Iskandar, dengan adanya kebijakan baru ini diharapkan sektor  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Sebab  menurutnya, para pelaku UMKM memegang peranan penting dalam mendongkrak  perekonomian negara.

&amp;ldquo;Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, 60% PDB kita disumbangkan oleh UMKM,&quot; pungkasnya.
5. Tahun 2019 Penyaluran KUR Tembus Rp139,5 Triliun

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian   Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan meski   tak mencapai target, namun realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat ini   terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tercatat sejak Agustus  2015  hingga 31 Desember 2019, penyaluran KUR mencapai Rp472,8 triliun  dengan  angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hanya sebesar  1,1%.

&amp;ldquo;Pada tahun 2019 ini saja, target penyaluran KUR sebesar Rp140   triliun, dengan realisasi penyaluran sampai Desember 2019 telah mencapai   sebesar Rp139,5 triliun atau 99,65% dari target,&amp;rdquo; ungkap Iskandar.

UMKM penerima KUR juga meningkat pesat dari 2,4 juta debitur pada   tahun 2014 menjadi 4,4 juta debitur pada tahun 2018. Sementara itu total   akumulasi debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai Desember 2019   telah mencapai 18,6 juta akad kredit atau sebesar 12,9 juta  (berdasarkan  NIK).

&amp;ldquo;Capaian ini menunjukkan bahwa penerima KUR didominasi oleh UMKM yang   baru mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal, bukan UMKM  yang  berulang,&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah sedang menyiapkan dana sebesar Rp325 triliun guna penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama lima tahun ke depan. Penyaluran ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat terealisasi melalui kontribusi para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berperan signifikan.

Sebagai salah satu kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui UMKM, pemerintah digadang akan menurunkan bunga KUR. Nantinya dari penurunan ini, nilai pinjaman para UMKM akan meningkat sehingga diharapkan dapat mampu membantu pertumbuhan mereka.
Baca Juga: Jokowi Bakal Salurkan KUR Rp325 Triliun hingga 2024
Pada Senin (27/1/2020), Okezone telah merangkum fakta terkait penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
&amp;nbsp;
 
1. Bunga KUR Turun 1%

Pemerintah akan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sebelumnya 7% menjadi 6%. Penurunan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.
Baca Juga: Penerima KUR Didominasi Pelaku UMKM Baru
2. Pelaku UMKM Dapat Pinjam hingga Rp50 juta

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir, dengan bunga Kredit Usaha Rakyat yang turun, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa mendapatkan pinjaman yang lebih besar nilainya.

Yang semula maksimum hanya dapat meminjam Rp25 juta, kini mengalami peningkatan menjadi Rp50 juta per debiturnya. &amp;ldquo;Maksimum plafon KUR mikro semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur,&quot; ujarnya seperti dikutip dari laman Setkab.
3. Peningkatan di Sektor Perdagangan Imbas Bunga KUR Turun

Sementara itu peningkatan juga terjadi dalam sektor perdagangan. Saat  ini akumulasi platform mikro sektor perdagangan dapat meminjam maksimal  Rp200 juta. Sebelumnya, pinjaman maksimal sesuai aturannya adalah Rp100  juta.

&quot;Untuk akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan juga meningkat  dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Perubahan kebijakan KUR ini telah  berlaku sejak 2 Januari 2020,&amp;rdquo; jelas Iskandar.

4. Penurunan KUR Diharapkan Dapat Lebih Menumbuhkan UMKM

Menurut Iskandar, dengan adanya kebijakan baru ini diharapkan sektor  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Sebab  menurutnya, para pelaku UMKM memegang peranan penting dalam mendongkrak  perekonomian negara.

&amp;ldquo;Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, 60% PDB kita disumbangkan oleh UMKM,&quot; pungkasnya.
5. Tahun 2019 Penyaluran KUR Tembus Rp139,5 Triliun

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian   Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan meski   tak mencapai target, namun realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat ini   terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tercatat sejak Agustus  2015  hingga 31 Desember 2019, penyaluran KUR mencapai Rp472,8 triliun  dengan  angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hanya sebesar  1,1%.

&amp;ldquo;Pada tahun 2019 ini saja, target penyaluran KUR sebesar Rp140   triliun, dengan realisasi penyaluran sampai Desember 2019 telah mencapai   sebesar Rp139,5 triliun atau 99,65% dari target,&amp;rdquo; ungkap Iskandar.

UMKM penerima KUR juga meningkat pesat dari 2,4 juta debitur pada   tahun 2014 menjadi 4,4 juta debitur pada tahun 2018. Sementara itu total   akumulasi debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai Desember 2019   telah mencapai 18,6 juta akad kredit atau sebesar 12,9 juta  (berdasarkan  NIK).

&amp;ldquo;Capaian ini menunjukkan bahwa penerima KUR didominasi oleh UMKM yang   baru mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal, bukan UMKM  yang  berulang,&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
