<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Pesan 100 Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas   </title><description>Mobil listrik di Kemenhub akan menambah jumlah penggunaan kendaraan listrik yang saat ini masih sangat minim penggunanya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159028/menhub-pesan-100-mobil-listrik-untuk-kendaraan-dinas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159028/menhub-pesan-100-mobil-listrik-untuk-kendaraan-dinas"/><item><title>Menhub Pesan 100 Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159028/menhub-pesan-100-mobil-listrik-untuk-kendaraan-dinas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159028/menhub-pesan-100-mobil-listrik-untuk-kendaraan-dinas</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2020 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/27/320/2159028/menhub-pesan-100-mobil-listrik-untuk-kendaraan-dinas-M1N1ebpPeW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/27/320/2159028/menhub-pesan-100-mobil-listrik-untuk-kendaraan-dinas-M1N1ebpPeW.jpg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>TANGERANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  memesan 100 unit kendaraan mobil listrik. Mobil tersebut akan digunakan untuk kendaraan dinas pejabat eselon I dan II Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dirinya menegaskan, penggunaan mobil listrik di Kemenhub akan menambah jumlah penggunaan kendaraan listrik yang saat ini masih sangat minim penggunanya.
Baca Juga: Inalum Akuisisi Vale, Erick Thohir Kejar Pengembangan Mobil Listrik di Ibu Kota Baru
&quot;Pengguna kendaraan listrik di Indonesia kurang dari 5%, maka dari itu kita tengah berupaya meningkatkannya. Salah satu cara mulai dari para pejabat di Indonesia yang mengganti kendaraannya ke kendaraan listrik,&quot; katanya di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (27/1/2020).
Selain itu, Menhub juga meminta agar fasilitas untuk mendukung kehadiran mobil listrik di Indonesia bisa lebih memadai. Seperti banyak menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Baca Juga: Pakai Mobil Listrik, Warga Norwegia Bebas Pajak Kendaraan
&quot;Titik-titik stasiun pengisiannya juga harus diperbanyak, supaya masyarakat bisa tahu secara pasti, jika pakai mobil listrik tidak susah pengisian dayanya,&quot; ujarnya.
Menhub juga mengakui untuk harga, mobil listrik memang lebih mahal dibanding mobil biasa. Oleh karena hal tersebut, Kementerian Perhubungan juga akan kerjasama dengan Kementerian Keuangan hingga BUMN akan memberikan sejumlah keringanan dan insentif.&quot;Memang mahal, tapi kita berikan insentif bagi pengguna atau  pemiliknya, seperti uji tipe yang biasanya dilakukan lima hari, menjadi  tiga hari saja, atau adanya keringanan tax atau pajak,&quot; ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan di tahun 2025 nanti, sebanyak 2  juta kendaraan mobil listrik yang akan dihadirkan. Hal tersebut sesuai  dengan visi Presiden yang menginginkan ibu kota baru nanti berjalan  secara modern.
&quot;Kita ada target juga untuk menghadirkan mobil listrik ini lebih  banyak khususnya pada ibu kota negara yang baru nanti. Di mana sesuai  dengan visi pak presiden di Kalimantan nanti semua serba adalah electric  and autonomous,&quot; ungkapnya.




</description><content:encoded>TANGERANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  memesan 100 unit kendaraan mobil listrik. Mobil tersebut akan digunakan untuk kendaraan dinas pejabat eselon I dan II Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dirinya menegaskan, penggunaan mobil listrik di Kemenhub akan menambah jumlah penggunaan kendaraan listrik yang saat ini masih sangat minim penggunanya.
Baca Juga: Inalum Akuisisi Vale, Erick Thohir Kejar Pengembangan Mobil Listrik di Ibu Kota Baru
&quot;Pengguna kendaraan listrik di Indonesia kurang dari 5%, maka dari itu kita tengah berupaya meningkatkannya. Salah satu cara mulai dari para pejabat di Indonesia yang mengganti kendaraannya ke kendaraan listrik,&quot; katanya di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (27/1/2020).
Selain itu, Menhub juga meminta agar fasilitas untuk mendukung kehadiran mobil listrik di Indonesia bisa lebih memadai. Seperti banyak menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Baca Juga: Pakai Mobil Listrik, Warga Norwegia Bebas Pajak Kendaraan
&quot;Titik-titik stasiun pengisiannya juga harus diperbanyak, supaya masyarakat bisa tahu secara pasti, jika pakai mobil listrik tidak susah pengisian dayanya,&quot; ujarnya.
Menhub juga mengakui untuk harga, mobil listrik memang lebih mahal dibanding mobil biasa. Oleh karena hal tersebut, Kementerian Perhubungan juga akan kerjasama dengan Kementerian Keuangan hingga BUMN akan memberikan sejumlah keringanan dan insentif.&quot;Memang mahal, tapi kita berikan insentif bagi pengguna atau  pemiliknya, seperti uji tipe yang biasanya dilakukan lima hari, menjadi  tiga hari saja, atau adanya keringanan tax atau pajak,&quot; ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan di tahun 2025 nanti, sebanyak 2  juta kendaraan mobil listrik yang akan dihadirkan. Hal tersebut sesuai  dengan visi Presiden yang menginginkan ibu kota baru nanti berjalan  secara modern.
&quot;Kita ada target juga untuk menghadirkan mobil listrik ini lebih  banyak khususnya pada ibu kota negara yang baru nanti. Di mana sesuai  dengan visi pak presiden di Kalimantan nanti semua serba adalah electric  and autonomous,&quot; ungkapnya.




</content:encoded></item></channel></rss>
