<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Anjlok 2%, Arab Saudi Soroti Dampak Virus Korona</title><description>Arab Saudi yakin pemerintah China dan komunitas internasional dapat mengendalikan penyebaran virus dan sepenuhnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159148/harga-minyak-anjlok-2-arab-saudi-soroti-dampak-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159148/harga-minyak-anjlok-2-arab-saudi-soroti-dampak-virus-korona"/><item><title>Harga Minyak Anjlok 2%, Arab Saudi Soroti Dampak Virus Korona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159148/harga-minyak-anjlok-2-arab-saudi-soroti-dampak-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159148/harga-minyak-anjlok-2-arab-saudi-soroti-dampak-virus-korona</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2020 20:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/27/320/2159148/harga-minyak-anjlok-2-arab-saudi-soroti-dampak-virus-korona-Yy3kkgq5r3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Soroti Dampak Virus Korona. (Foto: Okezone.com/VOA Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/27/320/2159148/harga-minyak-anjlok-2-arab-saudi-soroti-dampak-virus-korona-Yy3kkgq5r3.jpg</image><title>Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Soroti Dampak Virus Korona. (Foto: Okezone.com/VOA Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memonitor perkembangan di pasar minyak global terkait adanya kemungkinan dampak virus korona pada perekonomian China dan global, serta pada fundamental pasar minyak.
Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan sekutu-sekutunya dapat menanggapi dampak apa pun terhadap stabilitas pasar minyak jika diperlukan. Dia pun yakin pemerintah China dan komunitas internasional dapat mengendalikan penyebaran virus dan sepenuhnya memberantasnya.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 2,2% Imbas China Terserang Virus Korona
Menteri mengatakan dampak virus tersebut pada saat ini terhadap pasar global, termasuk minyak dan komoditas lainnya, terutama didorong oleh faktor psikologis dan harapan yang sangat negatif oleh beberapa pelaku pasar meskipun dampaknya sangat terbatas pada permintaan minyak global.
Harga minyak mentah turun lebih dari 2% ke posisi terendah pada beberapa bulan terakhir pada perdagangan hari ini, karena meningkatnya jumlah kasus virus korona di China. Penutupan kota Wuhan memperdalam kekhawatiran atas permintaan minyak.
Baca Juga: Virus Korona Juga Picu Anjloknya Harga Minyak
Minyak mentah Brent turun ASD1,36 per barel, atau 2,2%, menjadi ASD59,33 pada 0425 GMT, setelah sebelumnya turun menjadi ASD58,68. Ini harga terendah sejak akhir Oktober. Minyak mentah AS turun ASD1,30, atau 2,4%, menjadi ASD52,89, setelah sebelumnya turun ke ASD52,15, terendah sejak awal Oktober.
&quot;Pesimisme yang ekstrem seperti itu juga muncul pada 2003 ketika wabah SARS, meskipun itu tidak menyebabkan penurunan signifikan dalam permintaan minyak,&quot; kata Pangeran Abdulaziz, dilansir dari VOA Indonesia, Senin (27/1/2020).Dia meyakini kerajaan Saudi dan anggota lain dari OPEC, bersama  dengan produsen lain dalam kelompok yang dikenal sebagai OPEC +,  memiliki kemampuan dan fleksibilitas yang diperlukan untuk menanggapi  setiap perkembangan dengan mengambil tindakan yang diperlukan untuk  mendukung stabilitas pasar minyak, jika situasinya mengharuskan.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Oman mendukung kesiapan Arab Saudi  untuk bereaksi terhadap dampak apa pun di pasar dari merebaknya virus  korona baru. Oman adalah anggota kelompok OPEC +.
OPEC +, yang termasuk Rusia, telah mengurangi pasokan minyak untuk  menyokong harga. Mereka telah melakukan pengurangan produksi yang  disepakati sebesar 500.000 barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph  hingga Maret.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memonitor perkembangan di pasar minyak global terkait adanya kemungkinan dampak virus korona pada perekonomian China dan global, serta pada fundamental pasar minyak.
Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan sekutu-sekutunya dapat menanggapi dampak apa pun terhadap stabilitas pasar minyak jika diperlukan. Dia pun yakin pemerintah China dan komunitas internasional dapat mengendalikan penyebaran virus dan sepenuhnya memberantasnya.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 2,2% Imbas China Terserang Virus Korona
Menteri mengatakan dampak virus tersebut pada saat ini terhadap pasar global, termasuk minyak dan komoditas lainnya, terutama didorong oleh faktor psikologis dan harapan yang sangat negatif oleh beberapa pelaku pasar meskipun dampaknya sangat terbatas pada permintaan minyak global.
Harga minyak mentah turun lebih dari 2% ke posisi terendah pada beberapa bulan terakhir pada perdagangan hari ini, karena meningkatnya jumlah kasus virus korona di China. Penutupan kota Wuhan memperdalam kekhawatiran atas permintaan minyak.
Baca Juga: Virus Korona Juga Picu Anjloknya Harga Minyak
Minyak mentah Brent turun ASD1,36 per barel, atau 2,2%, menjadi ASD59,33 pada 0425 GMT, setelah sebelumnya turun menjadi ASD58,68. Ini harga terendah sejak akhir Oktober. Minyak mentah AS turun ASD1,30, atau 2,4%, menjadi ASD52,89, setelah sebelumnya turun ke ASD52,15, terendah sejak awal Oktober.
&quot;Pesimisme yang ekstrem seperti itu juga muncul pada 2003 ketika wabah SARS, meskipun itu tidak menyebabkan penurunan signifikan dalam permintaan minyak,&quot; kata Pangeran Abdulaziz, dilansir dari VOA Indonesia, Senin (27/1/2020).Dia meyakini kerajaan Saudi dan anggota lain dari OPEC, bersama  dengan produsen lain dalam kelompok yang dikenal sebagai OPEC +,  memiliki kemampuan dan fleksibilitas yang diperlukan untuk menanggapi  setiap perkembangan dengan mengambil tindakan yang diperlukan untuk  mendukung stabilitas pasar minyak, jika situasinya mengharuskan.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Oman mendukung kesiapan Arab Saudi  untuk bereaksi terhadap dampak apa pun di pasar dari merebaknya virus  korona baru. Oman adalah anggota kelompok OPEC +.
OPEC +, yang termasuk Rusia, telah mengurangi pasokan minyak untuk  menyokong harga. Mereka telah melakukan pengurangan produksi yang  disepakati sebesar 500.000 barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph  hingga Maret.</content:encoded></item></channel></rss>
