<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taspen-Asabri Bakal Dilebur ke BPJS, Ini Kata Dirutnya</title><description>Pemerintah berencana melakukan penggabungan pada Taspen, Asabri, dan BP Jamsostek</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159194/taspen-asabri-bakal-dilebur-ke-bpjs-ini-kata-dirutnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159194/taspen-asabri-bakal-dilebur-ke-bpjs-ini-kata-dirutnya"/><item><title>Taspen-Asabri Bakal Dilebur ke BPJS, Ini Kata Dirutnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159194/taspen-asabri-bakal-dilebur-ke-bpjs-ini-kata-dirutnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/27/320/2159194/taspen-asabri-bakal-dilebur-ke-bpjs-ini-kata-dirutnya</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2020 21:54 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/27/320/2159194/taspen-asabri-bakal-dilebur-ke-bpjs-ini-kata-dirutnya-eYQ0CJBufy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penetapan Direksi Baru Taspen. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/27/320/2159194/taspen-asabri-bakal-dilebur-ke-bpjs-ini-kata-dirutnya-eYQ0CJBufy.jpeg</image><title>Penetapan Direksi Baru Taspen. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau Taspen, buka suara terkait adanya wacana peleburan dengan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri, dengan BP Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Direktur Utama Antonius Steven Kosasih, pihaknya akan selalu tunduk dan mengikuti instruksi dari pemegang saham, yang dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca Juga: Taspen Buka-bukaan soal Aset, Hasilnya?
&quot;Itu masih dibicarakan ditingkat atas yakni Pemerintah. Kalau kami sih ikut pemegang saham,&quot; ujarnya ditemui di Menara Taspen, Jakarta, Senin (27/1/2020).
Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan penggabungan pada Taspen, Asabri, dan BP Jamsostek. Hal tersebut terkait Undang-Undang No.40/2000 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No.24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang secara garis besar memerintahkan pengalihan program Taspen dan ASABRI ke BPJS Ketenagakerjaan paling lambat 2029.
Baca Juga: Taspen Pastikan Tak Investasi di Saham Gorengan
Meski demikian, pria yang akrab disapa Kosasih itu memastikan, akan terus mengelola dan menjaga kinerja keuangan perseroan.&quot;Kami (direksi) hanya mengelola saja, Taspen milik pemerintah Indonesia, kami hanya mendapatkan kepercayaan mengelola dan mendapatkan dengan hasil yang baik,&quot; katanya.
Sekedar informasi, pada laporan kinerja keuangan tahun 2019  (unaudited), Taspen membukukan laba bersih sebesar Rp388,24 miliar  sepanjang tahun 2019. Kinerja ini melonjak 42,97% dari capaian tahun  sebelumnya yang sebesar Rp271,55 miliar.
Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp19,28 triliun di  tahun 2019, naik 16,63% dari kinerja tahun 2019 yang sebesar Rp16,53  triliun.
Kenaikan pendapatan ini jauh lebih besar ketimbang kenaikan beban  klaim yang sebesar 12,27%. Pada tahun 2019 beban klaim yang dibayarkan  mencapai Rp12,35 triliun, naik dari 2018 yang sebesar Rp11 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau Taspen, buka suara terkait adanya wacana peleburan dengan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri, dengan BP Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Direktur Utama Antonius Steven Kosasih, pihaknya akan selalu tunduk dan mengikuti instruksi dari pemegang saham, yang dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca Juga: Taspen Buka-bukaan soal Aset, Hasilnya?
&quot;Itu masih dibicarakan ditingkat atas yakni Pemerintah. Kalau kami sih ikut pemegang saham,&quot; ujarnya ditemui di Menara Taspen, Jakarta, Senin (27/1/2020).
Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan penggabungan pada Taspen, Asabri, dan BP Jamsostek. Hal tersebut terkait Undang-Undang No.40/2000 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No.24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang secara garis besar memerintahkan pengalihan program Taspen dan ASABRI ke BPJS Ketenagakerjaan paling lambat 2029.
Baca Juga: Taspen Pastikan Tak Investasi di Saham Gorengan
Meski demikian, pria yang akrab disapa Kosasih itu memastikan, akan terus mengelola dan menjaga kinerja keuangan perseroan.&quot;Kami (direksi) hanya mengelola saja, Taspen milik pemerintah Indonesia, kami hanya mendapatkan kepercayaan mengelola dan mendapatkan dengan hasil yang baik,&quot; katanya.
Sekedar informasi, pada laporan kinerja keuangan tahun 2019  (unaudited), Taspen membukukan laba bersih sebesar Rp388,24 miliar  sepanjang tahun 2019. Kinerja ini melonjak 42,97% dari capaian tahun  sebelumnya yang sebesar Rp271,55 miliar.
Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp19,28 triliun di  tahun 2019, naik 16,63% dari kinerja tahun 2019 yang sebesar Rp16,53  triliun.
Kenaikan pendapatan ini jauh lebih besar ketimbang kenaikan beban  klaim yang sebesar 12,27%. Pada tahun 2019 beban klaim yang dibayarkan  mencapai Rp12,35 triliun, naik dari 2018 yang sebesar Rp11 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
