<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Dunia Masih Dibayangi Ketidakpastian, Ini Penjelasannya</title><description>Kondisi perekonomian global diprediksi masih akan tetap melambat pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159387/ekonomi-dunia-masih-dibayangi-ketidakpastian-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159387/ekonomi-dunia-masih-dibayangi-ketidakpastian-ini-penjelasannya"/><item><title>Ekonomi Dunia Masih Dibayangi Ketidakpastian, Ini Penjelasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159387/ekonomi-dunia-masih-dibayangi-ketidakpastian-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159387/ekonomi-dunia-masih-dibayangi-ketidakpastian-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/20/2159387/ekonomi-dunia-masih-dibayangi-ketidakpastian-ini-penjelasannya-UDlGn8cR2K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Ekonomi Dunia Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/20/2159387/ekonomi-dunia-masih-dibayangi-ketidakpastian-ini-penjelasannya-UDlGn8cR2K.jpg</image><title>Pertumbuhan Ekonomi Dunia Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kondisi perekonomian global diprediksi masih akan tetap melambat pada tahun ini. Bahkan, beberapa lembaga dunia pun memprediksi perekonomian dunia hanya akan tumbuh 2,9% saja.

Perlambatan ekonomi global ini berpengaruh pada kondisi ekonomi negara-negara di dunia yang mengalami penurunan. Bahkan penurunan bukan hanya terjadi pada negara berkembang, negara maju pun terkena imbasnya.
Baca Juga: Bos IMF Sebut Kesepakatan AS-China Berdampak Positif bagi Ekonomi Global
Berdasarkan data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (28/1/2020), pertumbuhan ekonomi negara-negara di Uni Eropa misalnya yang turun dari 2,23% di kuartal pertama 2018 menjadi 1,36% saja di kuartal III-2019. Kemudian ada juga negara seperti Amerika Serikat yang turun dari 3,54% di kuartal I-2018 menjadi 1,88% di kuartal III-2019.

Kemudian ada negara China yang turun dari 6,8% di kuartal I-2018 menjadi 6,00% di kuartal IV-2019. Selanjutnya ada negara seperti Singapura yang juga turun sangat drastis dari 4,6% di kuartal I-2018 menjadi 0,8% di kuartal IV-2019.
Baca Juga: Bersama Hary Tanoe, Menko Airlangga Paparkan Proyeksi Ekonomi Nasional
Lalu untuk Thailand juga mengalami kemerosotan dalam ekonomi dari 4,(*% di kuartal I-2018 menjadi 2,39% di kuartal III-2019. India juga tak kalah hebatnya, penurunannya dari 8,13% di kuartal I-2018 menjadi 4,55% di kuartal III-2019.

Ketidakpastian itu disebabkan oleh perang dagang Amerika Serikat dan China yang masih belum pasti. Meskipun beberapa waktu lalu sudah dilakukan penandatanganan perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.
Faktor lain yang mendorong ketidakpastian global ininjuga banyaknya  ketegangan politik antar negara-negara di dunia. Misalnya, ketegangan  antara Amerika Serikat dengan Iran, kemudian ada juga ketegangan  keluarnya Inggris dari negara Uni Eropa, lalu ada demonstrasi yang  terjadi di Hong Kong dan terakhir ketegangan politik antara Jepang dan  Korea Selatan.

Penyebab selanjutnya dari ketidakpastian global adalah adannya  pelemahan pada aktivitas manufaktur. Serta faktor yang terakhir adalah  fluktuasi harga komoditas.

Hal ini juga berpengaruh pada volume perdagangan dunia yang mana  meskipun mengalami kenaikan masih berada di bawah angka 3%. Volume  perdagangan dunia diprediksi hanya tumbuh sekitar 2,9% saja lebih tinggi  dari tahun sebelumnya yang hanya 1,1 namun masih lebih rendah dari 2018  yang mencapai 3,6%
</description><content:encoded>JAKARTA - Kondisi perekonomian global diprediksi masih akan tetap melambat pada tahun ini. Bahkan, beberapa lembaga dunia pun memprediksi perekonomian dunia hanya akan tumbuh 2,9% saja.

Perlambatan ekonomi global ini berpengaruh pada kondisi ekonomi negara-negara di dunia yang mengalami penurunan. Bahkan penurunan bukan hanya terjadi pada negara berkembang, negara maju pun terkena imbasnya.
Baca Juga: Bos IMF Sebut Kesepakatan AS-China Berdampak Positif bagi Ekonomi Global
Berdasarkan data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (28/1/2020), pertumbuhan ekonomi negara-negara di Uni Eropa misalnya yang turun dari 2,23% di kuartal pertama 2018 menjadi 1,36% saja di kuartal III-2019. Kemudian ada juga negara seperti Amerika Serikat yang turun dari 3,54% di kuartal I-2018 menjadi 1,88% di kuartal III-2019.

Kemudian ada negara China yang turun dari 6,8% di kuartal I-2018 menjadi 6,00% di kuartal IV-2019. Selanjutnya ada negara seperti Singapura yang juga turun sangat drastis dari 4,6% di kuartal I-2018 menjadi 0,8% di kuartal IV-2019.
Baca Juga: Bersama Hary Tanoe, Menko Airlangga Paparkan Proyeksi Ekonomi Nasional
Lalu untuk Thailand juga mengalami kemerosotan dalam ekonomi dari 4,(*% di kuartal I-2018 menjadi 2,39% di kuartal III-2019. India juga tak kalah hebatnya, penurunannya dari 8,13% di kuartal I-2018 menjadi 4,55% di kuartal III-2019.

Ketidakpastian itu disebabkan oleh perang dagang Amerika Serikat dan China yang masih belum pasti. Meskipun beberapa waktu lalu sudah dilakukan penandatanganan perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.
Faktor lain yang mendorong ketidakpastian global ininjuga banyaknya  ketegangan politik antar negara-negara di dunia. Misalnya, ketegangan  antara Amerika Serikat dengan Iran, kemudian ada juga ketegangan  keluarnya Inggris dari negara Uni Eropa, lalu ada demonstrasi yang  terjadi di Hong Kong dan terakhir ketegangan politik antara Jepang dan  Korea Selatan.

Penyebab selanjutnya dari ketidakpastian global adalah adannya  pelemahan pada aktivitas manufaktur. Serta faktor yang terakhir adalah  fluktuasi harga komoditas.

Hal ini juga berpengaruh pada volume perdagangan dunia yang mana  meskipun mengalami kenaikan masih berada di bawah angka 3%. Volume  perdagangan dunia diprediksi hanya tumbuh sekitar 2,9% saja lebih tinggi  dari tahun sebelumnya yang hanya 1,1 namun masih lebih rendah dari 2018  yang mencapai 3,6%
</content:encoded></item></channel></rss>
