<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perlambatan Ekonomi Global Masih Berlanjut, Apa Dampaknya ke RI?</title><description>Perlambatan ekonomi global masih akan terjadi pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159420/perlambatan-ekonomi-global-masih-berlanjut-apa-dampaknya-ke-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159420/perlambatan-ekonomi-global-masih-berlanjut-apa-dampaknya-ke-ri"/><item><title>Perlambatan Ekonomi Global Masih Berlanjut, Apa Dampaknya ke RI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159420/perlambatan-ekonomi-global-masih-berlanjut-apa-dampaknya-ke-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/20/2159420/perlambatan-ekonomi-global-masih-berlanjut-apa-dampaknya-ke-ri</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/20/2159420/perlambatan-ekonomi-global-masih-berlanjut-apa-dampaknya-ke-ri-b7LyrQqW4L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pergerakan Saham (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/20/2159420/perlambatan-ekonomi-global-masih-berlanjut-apa-dampaknya-ke-ri-b7LyrQqW4L.jpg</image><title>Ilustrasi Pergerakan Saham (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - Perlambatan ekonomi global masih akan terjadi pada tahun ini. Banyak aspek yang menyebabkan perekonomian global masih tidak pasti dari mulai perang dagang Amerika Serikat dengan China hingga ketegangan politik negara-negara dunia.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (28/1/2020), perlambatan ekonomi global akan berdampak juga kepada Indonesia. Setidaknya ada tiga aspek yang akan terpengaruh dari ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Ekonomi Dunia Masih Dibayangi Ketidakpastian, Ini Penjelasannya
Pertama adalah Indonesia masih akan mengalami apa yang namannya defisit neraca perdagangan dan defisit neraca pembayaran. Pada tahun lalu saja, neraca dagang Indonesia masih mengalami defisit sekitar USD3,2 miliar.

Hal ini tidak terlepas dari pelemahan aktivitas manufaktur yang diprediksi masih menjadi sumber ketidakpastian ekonomi globa. Lalu ada juga ada fluktuasi harga komoditas jadi biangkerok ketidakpastian global.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi Kedua di Negara G20
Keduannya ini membuat perdagangan global juga diprediksi akan mengalami penurunan. Volume perdagangan dunia diprediksi hanya akan tumbuh 2,9% meskipun masih lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1,1%.
Hal lain yang bisa terpengaruh perlambatan ekonomi global adalah  penanaman modal asing secara langsung (foreign direct investment/FDI)  yang juga akan melambat. Lalu yang terakhir adalah kecenderungan nilai  tukar rupiah yang akan naik turun.

Sementara secara ekonomi, pemerintah masih optimis masih bisa tumbuh  sesuai target. Sebab, pada tahun lalu saja meskipun dihantam badai  ketidakpastian namun masih bisa tumbuh stabil dikisaran 5%.

Bahkan sejak kuartal II-2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di  peringkat kedua di antara negara-negara anggota G20. Indonesia berada  di bawah China pada peringkat pertama dan d iatas India yang menduduki  peringkat ketiga.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kurtal I-2019 adalah 5,07%,  lalu 5,05% di kuaral II-2019 dan 5,02% di kurtal III-2019. Sedangkan  pertumbuhan ekonomi China di kuartal I-2019 adalah 6,40%, 6,20% di  kuartal II-2019 dan 6,00% di kuartal III-2019.

Sedangkan ekonomi India di kuartal I-2019 sebenarnya tumbuh lebih  baik dari Indonesia dengan 5,83%. Kemudian di kuartal II-2019 langsung  anjlok dengan 5,01% dan turun lagi menjadi 4,55% di kuartal III-2019.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Perlambatan ekonomi global masih akan terjadi pada tahun ini. Banyak aspek yang menyebabkan perekonomian global masih tidak pasti dari mulai perang dagang Amerika Serikat dengan China hingga ketegangan politik negara-negara dunia.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (28/1/2020), perlambatan ekonomi global akan berdampak juga kepada Indonesia. Setidaknya ada tiga aspek yang akan terpengaruh dari ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Ekonomi Dunia Masih Dibayangi Ketidakpastian, Ini Penjelasannya
Pertama adalah Indonesia masih akan mengalami apa yang namannya defisit neraca perdagangan dan defisit neraca pembayaran. Pada tahun lalu saja, neraca dagang Indonesia masih mengalami defisit sekitar USD3,2 miliar.

Hal ini tidak terlepas dari pelemahan aktivitas manufaktur yang diprediksi masih menjadi sumber ketidakpastian ekonomi globa. Lalu ada juga ada fluktuasi harga komoditas jadi biangkerok ketidakpastian global.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi Kedua di Negara G20
Keduannya ini membuat perdagangan global juga diprediksi akan mengalami penurunan. Volume perdagangan dunia diprediksi hanya akan tumbuh 2,9% meskipun masih lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1,1%.
Hal lain yang bisa terpengaruh perlambatan ekonomi global adalah  penanaman modal asing secara langsung (foreign direct investment/FDI)  yang juga akan melambat. Lalu yang terakhir adalah kecenderungan nilai  tukar rupiah yang akan naik turun.

Sementara secara ekonomi, pemerintah masih optimis masih bisa tumbuh  sesuai target. Sebab, pada tahun lalu saja meskipun dihantam badai  ketidakpastian namun masih bisa tumbuh stabil dikisaran 5%.

Bahkan sejak kuartal II-2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di  peringkat kedua di antara negara-negara anggota G20. Indonesia berada  di bawah China pada peringkat pertama dan d iatas India yang menduduki  peringkat ketiga.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kurtal I-2019 adalah 5,07%,  lalu 5,05% di kuaral II-2019 dan 5,02% di kurtal III-2019. Sedangkan  pertumbuhan ekonomi China di kuartal I-2019 adalah 6,40%, 6,20% di  kuartal II-2019 dan 6,00% di kuartal III-2019.

Sedangkan ekonomi India di kuartal I-2019 sebenarnya tumbuh lebih  baik dari Indonesia dengan 5,83%. Kemudian di kuartal II-2019 langsung  anjlok dengan 5,01% dan turun lagi menjadi 4,55% di kuartal III-2019.
</content:encoded></item></channel></rss>
