<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Akan Bor 20 Sumur   </title><description>Kementerian ESDM memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159519/transisi-alih-kelola-blok-rokan-pertamina-akan-bor-20-sumur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159519/transisi-alih-kelola-blok-rokan-pertamina-akan-bor-20-sumur"/><item><title>Transisi Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Akan Bor 20 Sumur   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159519/transisi-alih-kelola-blok-rokan-pertamina-akan-bor-20-sumur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159519/transisi-alih-kelola-blok-rokan-pertamina-akan-bor-20-sumur</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/320/2159519/transisi-alih-kelola-blok-rokan-pertamina-akan-bor-20-sumur-PdeafSS2Qb.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengelolaan Kilang Minyak Pertamina. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/320/2159519/transisi-alih-kelola-blok-rokan-pertamina-akan-bor-20-sumur-PdeafSS2Qb.jpeg</image><title>Pengelolaan Kilang Minyak Pertamina. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Pertamina (Persero) menyiapkan cara mempertahankan tingkat produksi Blok Rokan. Hal ini dilakukan selama proses transisi, di mana perseroan mulai alih kelola pada Agustus 2021.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, pada Juli 2018 lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina. Pengelolaan Blok Rokan oleh Pertamina pasca Agustus 2021 telah dituangkan dalam kontrak bagi hasil yang ditandatangani oleh anak perusahaan Pertamina yaitu PT Pertamina Hulu Rokan dengan SKK Migas pada Mei 2019.
&amp;ldquo;Kami memenangkan tender Blok Rokan, sehingga Pertamina telah sah mendapatkan Participating Interest (PI) atau hak pengelolaan sekaligus menjadi operator Blok tersebut selama 20 tahun ke depan yakni sejak Agustus 2021 sampai 2041. Untuk memastikan produksi terus berjalan baik selama masa transisi, Pertamina pun telah menyiapkan investasi untuk melakukan pemboran pada 2020,&amp;rdquo; ujar Fajriyah, dalam keterangannya, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga: Proses Alih Kelola Blok Rokan Ditargetkan Rampung Bulan Ini
Agar dapat menahan laju penurunan produksi alamiah, Pertamina mentargetkan sekitar 20 sumur dapat dibor tahun ini.  Untuk dapat merealisasikan program pemboran tersebut,  Pertamina terus melakukan diskusi intensif dengan Chevron Pasific Indonesia (CPI) selaku pemilik PI saat ini, sekaligus mengkomunikasikannya dengan pemerintah. Pertamina terus mendorong transisi alih kelola Blok Rokan tersebut selesai di tahun 2020.
&quot;Pembahasan dengan CPI terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan, sehingga kami berharap proses transisi Blok Rokan berjalan smooth,&amp;rdquo; imbuh Fajriyah.
Menurutnya,  Pertamina belajar dari pengalaman di Blok Mahakam. Sebelum hak pengelolaan beralih ke Pertamina, pemboran sumur yang berkurang drastis dari 44 sumur di 2016 menjadi 6 sumur di 2017 telah mempengaruhi penurunan produksi migas yang signifikan pada saat alih kelola dimulai pada 2018.
Baca Juga: Jelang Alih Kelola, SKK Migas Jaga Produksi Blok Rokan
Walaupun setelahnya, Pertamina terus menggenjot pemboran dan melakukan investasi sehingga berhasil mencapai hasil produksi yang lebih tinggi dari target yang pernah dicanangkan operator sebelumnya.
Selain pemboran, upaya lain yang telah dilakukan adalah bersinergi dengan anak perusahaan Pertamina dengan menunjuk Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengerjakan proyek pergantian pipa hilir Blok Rokan.  Pipa tersebut rencananya akan menghubungkan beberapa lapangan, yakni Minas-Duri-Dumai dan Batam-Bangko-Dumai.
Penggantian pipa diperlukan sebelum Blok Rokan beralih ke Pertamina karena pipa eksisting pun sudah berumur terlalu tua dan berpotensi mengganggu produksi Blok Rokan jika terus digunakan. Pertamina menargetkan pembangunan pipa hilir ini bisa selesai pada Agustus 2021 sebelum kontrak CPI berakhir.Berdasarkan data, Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di  Indonesia. Blok seluas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dengan  tiga lapangan memiliki potensi minyak yang baik yaitu Duri, Minas dan  Bekasap.
Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021  mendatang, maka kontribusi produksi minyak Pertamina dibandingkan  produksi minyak nasional akan meningkat dari 48% di tahun 2019 menjadi  60% di tahun 2021.
Blok Rokan telah beroperasi selama 68 tahun, sejak 1952. Dapat  dikatakan blok tersebut cukup mature sehingga perlu upaya khusus untuk  terus mengoptimalkan resources yang ada dan menahan laju penurunan  alamiahnya. Upaya-upaya peningkatan produksi Blok Rokan direncanakan  Pertamina melalui optimasi pengembangan lapangan-lapangan produksi baik  melalui kegiatan Primary, Secondary / Waterflood maupun Tertiary  Recovery (Steamflood dan Chemical EOR).
Investasi dalam keseluruhan lingkup pekerjaan tersebut guna menahan  laju penurunan alamiah dan menaikkan produksi dengan meningkatkan  recovery factor lapangan. Dengan investasi yang terintegrasi tersebut  diharapkan akan memberikan pengaruh yang signifikan pada pendapatan  Pemerintah dan Pertamina.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Pertamina (Persero) menyiapkan cara mempertahankan tingkat produksi Blok Rokan. Hal ini dilakukan selama proses transisi, di mana perseroan mulai alih kelola pada Agustus 2021.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, pada Juli 2018 lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina. Pengelolaan Blok Rokan oleh Pertamina pasca Agustus 2021 telah dituangkan dalam kontrak bagi hasil yang ditandatangani oleh anak perusahaan Pertamina yaitu PT Pertamina Hulu Rokan dengan SKK Migas pada Mei 2019.
&amp;ldquo;Kami memenangkan tender Blok Rokan, sehingga Pertamina telah sah mendapatkan Participating Interest (PI) atau hak pengelolaan sekaligus menjadi operator Blok tersebut selama 20 tahun ke depan yakni sejak Agustus 2021 sampai 2041. Untuk memastikan produksi terus berjalan baik selama masa transisi, Pertamina pun telah menyiapkan investasi untuk melakukan pemboran pada 2020,&amp;rdquo; ujar Fajriyah, dalam keterangannya, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga: Proses Alih Kelola Blok Rokan Ditargetkan Rampung Bulan Ini
Agar dapat menahan laju penurunan produksi alamiah, Pertamina mentargetkan sekitar 20 sumur dapat dibor tahun ini.  Untuk dapat merealisasikan program pemboran tersebut,  Pertamina terus melakukan diskusi intensif dengan Chevron Pasific Indonesia (CPI) selaku pemilik PI saat ini, sekaligus mengkomunikasikannya dengan pemerintah. Pertamina terus mendorong transisi alih kelola Blok Rokan tersebut selesai di tahun 2020.
&quot;Pembahasan dengan CPI terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan, sehingga kami berharap proses transisi Blok Rokan berjalan smooth,&amp;rdquo; imbuh Fajriyah.
Menurutnya,  Pertamina belajar dari pengalaman di Blok Mahakam. Sebelum hak pengelolaan beralih ke Pertamina, pemboran sumur yang berkurang drastis dari 44 sumur di 2016 menjadi 6 sumur di 2017 telah mempengaruhi penurunan produksi migas yang signifikan pada saat alih kelola dimulai pada 2018.
Baca Juga: Jelang Alih Kelola, SKK Migas Jaga Produksi Blok Rokan
Walaupun setelahnya, Pertamina terus menggenjot pemboran dan melakukan investasi sehingga berhasil mencapai hasil produksi yang lebih tinggi dari target yang pernah dicanangkan operator sebelumnya.
Selain pemboran, upaya lain yang telah dilakukan adalah bersinergi dengan anak perusahaan Pertamina dengan menunjuk Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengerjakan proyek pergantian pipa hilir Blok Rokan.  Pipa tersebut rencananya akan menghubungkan beberapa lapangan, yakni Minas-Duri-Dumai dan Batam-Bangko-Dumai.
Penggantian pipa diperlukan sebelum Blok Rokan beralih ke Pertamina karena pipa eksisting pun sudah berumur terlalu tua dan berpotensi mengganggu produksi Blok Rokan jika terus digunakan. Pertamina menargetkan pembangunan pipa hilir ini bisa selesai pada Agustus 2021 sebelum kontrak CPI berakhir.Berdasarkan data, Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di  Indonesia. Blok seluas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dengan  tiga lapangan memiliki potensi minyak yang baik yaitu Duri, Minas dan  Bekasap.
Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021  mendatang, maka kontribusi produksi minyak Pertamina dibandingkan  produksi minyak nasional akan meningkat dari 48% di tahun 2019 menjadi  60% di tahun 2021.
Blok Rokan telah beroperasi selama 68 tahun, sejak 1952. Dapat  dikatakan blok tersebut cukup mature sehingga perlu upaya khusus untuk  terus mengoptimalkan resources yang ada dan menahan laju penurunan  alamiahnya. Upaya-upaya peningkatan produksi Blok Rokan direncanakan  Pertamina melalui optimasi pengembangan lapangan-lapangan produksi baik  melalui kegiatan Primary, Secondary / Waterflood maupun Tertiary  Recovery (Steamflood dan Chemical EOR).
Investasi dalam keseluruhan lingkup pekerjaan tersebut guna menahan  laju penurunan alamiah dan menaikkan produksi dengan meningkatkan  recovery factor lapangan. Dengan investasi yang terintegrasi tersebut  diharapkan akan memberikan pengaruh yang signifikan pada pendapatan  Pemerintah dan Pertamina.</content:encoded></item></channel></rss>
