<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Bandingkan Inklusi Keuangan RI dengan Singapura hingga Thailand</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan indeks inklusi keuangan  semakin tinggi. Minimal bisa mendekati negara-negara di ASEAN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159543/jokowi-bandingkan-inklusi-keuangan-ri-dengan-singapura-hingga-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159543/jokowi-bandingkan-inklusi-keuangan-ri-dengan-singapura-hingga-thailand"/><item><title>Jokowi Bandingkan Inklusi Keuangan RI dengan Singapura hingga Thailand</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159543/jokowi-bandingkan-inklusi-keuangan-ri-dengan-singapura-hingga-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159543/jokowi-bandingkan-inklusi-keuangan-ri-dengan-singapura-hingga-thailand</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/320/2159543/jokowi-bandingkan-inklusi-keuangan-ri-dengan-singapura-hingga-thailand-t3OLSrgMNi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Ratas (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/320/2159543/jokowi-bandingkan-inklusi-keuangan-ri-dengan-singapura-hingga-thailand-t3OLSrgMNi.jpg</image><title>Jokowi Ratas (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan indeks inklusi keuangan semakin tinggi. Minimal bisa mendekati negara-negara di ASEAN.

Dirinya mengatakan, inklusi keuangan di Singapura mencapai 98%, Malaysia 85%, dan Thailand 82%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan Indonesia sudah meningkat tapi belum setara dengan negara-negara di ASEAN tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Instruksi Jokowi: Perluas Akses Keuangan untuk Seluruh Lapisan Masyarakat
&quot;Begitu pula dengan Indeks Inklusi Keuangan (Indonesia), juga meningkat dari 67,8% di 2016 menjadi 76,19% di 2019,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi mengutip Setkab, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Hal lain yang perlu dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan, menurut Presiden, adalah layanan keuangan digital berbasis internet.  Ini, sambung Presiden, harus terus dikembangkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga memerlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Kuatkan TPAKD
&amp;ldquo;Hal ini juga didukung oleh tingkat penetrasi pengguna internet yang relatif tinggi, yaitu 64,8% atau kurang lebih sekarang ini 170 juta orang dari total populasi penduduk Indonesia,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan indeks inklusi keuangan semakin tinggi. Minimal bisa mendekati negara-negara di ASEAN.

Dirinya mengatakan, inklusi keuangan di Singapura mencapai 98%, Malaysia 85%, dan Thailand 82%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan Indonesia sudah meningkat tapi belum setara dengan negara-negara di ASEAN tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Instruksi Jokowi: Perluas Akses Keuangan untuk Seluruh Lapisan Masyarakat
&quot;Begitu pula dengan Indeks Inklusi Keuangan (Indonesia), juga meningkat dari 67,8% di 2016 menjadi 76,19% di 2019,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi mengutip Setkab, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Hal lain yang perlu dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan, menurut Presiden, adalah layanan keuangan digital berbasis internet.  Ini, sambung Presiden, harus terus dikembangkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga memerlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Kuatkan TPAKD
&amp;ldquo;Hal ini juga didukung oleh tingkat penetrasi pengguna internet yang relatif tinggi, yaitu 64,8% atau kurang lebih sekarang ini 170 juta orang dari total populasi penduduk Indonesia,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
