<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maksimalkan Industri Jasa Keuangan, Jokowi: Manfaatkan Peluang yang Ada</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga kepercayaan masyarakat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159762/maksimalkan-industri-jasa-keuangan-jokowi-manfaatkan-peluang-yang-ada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159762/maksimalkan-industri-jasa-keuangan-jokowi-manfaatkan-peluang-yang-ada"/><item><title>Maksimalkan Industri Jasa Keuangan, Jokowi: Manfaatkan Peluang yang Ada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159762/maksimalkan-industri-jasa-keuangan-jokowi-manfaatkan-peluang-yang-ada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/28/320/2159762/maksimalkan-industri-jasa-keuangan-jokowi-manfaatkan-peluang-yang-ada</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2020 21:39 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/28/320/2159762/maksimalkan-industri-jasa-keuangan-jokowi-manfaatkan-peluang-yang-ada-ZErcpHlHb6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/28/320/2159762/maksimalkan-industri-jasa-keuangan-jokowi-manfaatkan-peluang-yang-ada-ZErcpHlHb6.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Dirinya ingin, nasabah mendapat kemudahan hingga kenyamanan saat mengakses kuangan formal.
&amp;ldquo;Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang penting dan mutlak bagi keberlangsungan industri jasa keuangan,&amp;rdquo; ujar Presiden, dilansir dari Setkab, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga: 5 Kiat Aman Transaksi E-Banking
Dalam arahan saat Rapat Terbatas (ratas) mengenai Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Kepala Negara juga menekankan perlunya perluasan akses layanan keuangan formal. Dilakukan pendalaman sektor jasa keuangan dengan menggali potensi di sektor jasa keuangan non-bank, seperti asuransi, pasar modal, pegadaian, dan dana pensiun.
Baca Juga: Jumlah Rekening di Bawah Rp500 Juta Tumbuh Melambat, Hanya 6,4% di 2019
&amp;ldquo;Manfaatkan peluang-peluang yang ada sehingga ketahanan perekonomian nasional dapat tertolong oleh pendanaan dari investor-investor domestik,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Turut hadir dalam ratas kali ini Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko  Marves Luhut B. Pandjaitan, Gubernur BI Perry Warjiyo, Seskab Pramono  Anung, KSP Moeldoko, Mendagri Tito Karnavian, Menkeu Sri Mulyani,  Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menkominfo Jhonny G. Plate.
Kemudian Menkop UKM Teten Masduki, Menparenkraf Wishnutama. Selain  itu, hadir pula Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Mensos Ida  Fauziah, Menkumham Yasonna Laoly, Menkes Terawan Agus Putranto, Mensos  Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, Menteri PPPA I  Gusti Ayu Bintang Darmanti, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kepala BPS  Suhariyanto, dan para eselon satu di lembaga kepresidenan.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Dirinya ingin, nasabah mendapat kemudahan hingga kenyamanan saat mengakses kuangan formal.
&amp;ldquo;Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang penting dan mutlak bagi keberlangsungan industri jasa keuangan,&amp;rdquo; ujar Presiden, dilansir dari Setkab, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga: 5 Kiat Aman Transaksi E-Banking
Dalam arahan saat Rapat Terbatas (ratas) mengenai Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Kepala Negara juga menekankan perlunya perluasan akses layanan keuangan formal. Dilakukan pendalaman sektor jasa keuangan dengan menggali potensi di sektor jasa keuangan non-bank, seperti asuransi, pasar modal, pegadaian, dan dana pensiun.
Baca Juga: Jumlah Rekening di Bawah Rp500 Juta Tumbuh Melambat, Hanya 6,4% di 2019
&amp;ldquo;Manfaatkan peluang-peluang yang ada sehingga ketahanan perekonomian nasional dapat tertolong oleh pendanaan dari investor-investor domestik,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Turut hadir dalam ratas kali ini Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko  Marves Luhut B. Pandjaitan, Gubernur BI Perry Warjiyo, Seskab Pramono  Anung, KSP Moeldoko, Mendagri Tito Karnavian, Menkeu Sri Mulyani,  Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menkominfo Jhonny G. Plate.
Kemudian Menkop UKM Teten Masduki, Menparenkraf Wishnutama. Selain  itu, hadir pula Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Mensos Ida  Fauziah, Menkumham Yasonna Laoly, Menkes Terawan Agus Putranto, Mensos  Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, Menteri PPPA I  Gusti Ayu Bintang Darmanti, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kepala BPS  Suhariyanto, dan para eselon satu di lembaga kepresidenan.</content:encoded></item></channel></rss>
