<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Netizen ke Sri Mulyani: Ibu Tolong Diawasi Dana Desa   </title><description>Jumlah desa  mencapai 75.000, di mana masing-masing desa mendapatkan alokasi dana sebesar Rp900 juta hingga Rp3 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/20/2160208/netizen-ke-sri-mulyani-ibu-tolong-diawasi-dana-desa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/20/2160208/netizen-ke-sri-mulyani-ibu-tolong-diawasi-dana-desa"/><item><title>Netizen ke Sri Mulyani: Ibu Tolong Diawasi Dana Desa   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/20/2160208/netizen-ke-sri-mulyani-ibu-tolong-diawasi-dana-desa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/20/2160208/netizen-ke-sri-mulyani-ibu-tolong-diawasi-dana-desa</guid><pubDate>Rabu 29 Januari 2020 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/29/20/2160208/netizen-ke-sri-mulyani-ibu-tolong-diawasi-dana-desa-NGSme2JTBf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/29/20/2160208/netizen-ke-sri-mulyani-ibu-tolong-diawasi-dana-desa-NGSme2JTBf.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkisah, mengenai banyaknya aduan yang dia terima mengenai penyelewengan penggunaan dana desa melalui akun media sosialnya. Menurutnya, hal ini menjadi permasalahan yang perlu segera diperbaiki agar pengelolaan dana desa tepat sasaran.
&quot;Kalau di sosmed (sosial media) banyak feedback ke saya, bilang 'ibu tolong diawasi dana desa bu, kepala desa saya baru beli rumah baru', dan semacamnya,&quot; kata dia dalam pidatonya di BRI Group Economy Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Baca Juga: Mau Dana Desa? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Dia menyatakan, jumlah desa di Indonesia saat ini mencapai 75.000, di mana masing-masing desa mendapatkan alokasi dana sebesar Rp900 juta hingga Rp3 miliar setiap tahunnya. Besarnya alokasi ini memang membuat banyak oknum ingin memanfaatkan untuk keuntungan pribadi.
Baca Juga: Madiun Jadi Wilayah Paling Banyak Terima Dana Desa
Sri Mulyani bahkan menyebut, dengan adanya alokasi dana desa, kini banyak orang yang ingin menduduki jabatan kepala desa. Di samping dapat gaji, jabatan itu juga memiliki kuasa untuk mengelola dana desa.
&quot;Sekarang banyak yang kepengen jadi kepala desa, karena ternyata dapat gaji secara langsung dari pemerintah, terus ada anggaran pastinya (dana desa). Jadi orang 'wah seneng juga yah jadi kepala desa',&quot; ungkapnya.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar Rp72 triliun  dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), naik dari tahun  lalu yang sebesar Rp70 triliun. Adapun dana desa tahun 2020, bakal  dilakukan pencairan tahap pertama sebesar 40% pada Januari-Juni 2020.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani menekankan, memang perlu dilakukan  perbaikan formula dan implementasi dari penggunaan dana desa untuk  penggunaannya bisa tepat sasaran. &quot;Jadi kita memang juga harus terus  memperbaiki formula maupun implementasi dari dana desa tersebut,&quot; kata  dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkisah, mengenai banyaknya aduan yang dia terima mengenai penyelewengan penggunaan dana desa melalui akun media sosialnya. Menurutnya, hal ini menjadi permasalahan yang perlu segera diperbaiki agar pengelolaan dana desa tepat sasaran.
&quot;Kalau di sosmed (sosial media) banyak feedback ke saya, bilang 'ibu tolong diawasi dana desa bu, kepala desa saya baru beli rumah baru', dan semacamnya,&quot; kata dia dalam pidatonya di BRI Group Economy Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Baca Juga: Mau Dana Desa? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Dia menyatakan, jumlah desa di Indonesia saat ini mencapai 75.000, di mana masing-masing desa mendapatkan alokasi dana sebesar Rp900 juta hingga Rp3 miliar setiap tahunnya. Besarnya alokasi ini memang membuat banyak oknum ingin memanfaatkan untuk keuntungan pribadi.
Baca Juga: Madiun Jadi Wilayah Paling Banyak Terima Dana Desa
Sri Mulyani bahkan menyebut, dengan adanya alokasi dana desa, kini banyak orang yang ingin menduduki jabatan kepala desa. Di samping dapat gaji, jabatan itu juga memiliki kuasa untuk mengelola dana desa.
&quot;Sekarang banyak yang kepengen jadi kepala desa, karena ternyata dapat gaji secara langsung dari pemerintah, terus ada anggaran pastinya (dana desa). Jadi orang 'wah seneng juga yah jadi kepala desa',&quot; ungkapnya.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar Rp72 triliun  dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), naik dari tahun  lalu yang sebesar Rp70 triliun. Adapun dana desa tahun 2020, bakal  dilakukan pencairan tahap pertama sebesar 40% pada Januari-Juni 2020.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani menekankan, memang perlu dilakukan  perbaikan formula dan implementasi dari penggunaan dana desa untuk  penggunaannya bisa tepat sasaran. &quot;Jadi kita memang juga harus terus  memperbaiki formula maupun implementasi dari dana desa tersebut,&quot; kata  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
