<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepi Peminat dan Saham Turun, Harley Davidson Mulai Ditinggalkan?</title><description>Saham Harley Davidson (HOG) turun 3% pada perdagangan Selasa (28/1/2020) kemarin</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160004/sepi-peminat-dan-saham-turun-harley-davidson-mulai-ditinggalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160004/sepi-peminat-dan-saham-turun-harley-davidson-mulai-ditinggalkan"/><item><title>Sepi Peminat dan Saham Turun, Harley Davidson Mulai Ditinggalkan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160004/sepi-peminat-dan-saham-turun-harley-davidson-mulai-ditinggalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160004/sepi-peminat-dan-saham-turun-harley-davidson-mulai-ditinggalkan</guid><pubDate>Rabu 29 Januari 2020 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/29/320/2160004/sepi-peminat-dan-saham-turun-harley-davidson-mulai-ditinggalkan-orKCvuw59Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham Harley Turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/29/320/2160004/sepi-peminat-dan-saham-turun-harley-davidson-mulai-ditinggalkan-orKCvuw59Z.jpg</image><title>Saham Harley Turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Saham Harley Davidson (HOG) turun 3% pada perdagangan Selasa (28/1/2020) kemarin setelah perusahaan asal Amerika Serikat itu melaporkan penjualan dan pendapatan yang meleset dari perkiraan Wall Street.

Kini saham Harley Davidson bahkan turun lebih dari 10%  dalam setahun. Yang paling mengkhawatirkan lagi ialah permintaan pasar terhadap sepeda motor Harley Davidson terus turun di Amerika, walaupun penjualan di luar negeri agak membaik.

Melansir CNN, Jakarta, Rabu (29/1/2020), penjualan ritel Harley Davidson di Amerika turun 3% pada kuartal keempat. Itu merupakan penurunan ke-12 berturut-turut. Penjualan Harley di Amerika bahkan turun lebih dari 5% pada setahun penuh.

Sedangkan pada penjualan di kancah internasional, khususnya di Asia, mengalami lonjakan lebih dari 6%. Tapi itu tidak cukup untuk mengangkat penjualan sepeda motor Harley di seluruh dunia yang turun 1,4%.

Kelemahan penjualan Harley Davidson juga sangat mengecewakan, mengingat Amerika dan China telah sepakat menandatangani kesepakatan perdagangan fase satu. Pihak Harley Davidson sendiri juga mengeluh tentang tarif yang diberlakukan oleh administrasi Trump selama beberapa tahun terakhir.

Presiden AS Donald Trump juga tidak segan-segan mengkritik jika Harley Davidson telah mengalihkan sebagian produksinya ke luar Amerika untuk menghindari tarif di Eropa yang diberlakukan pada perusahaan sebagai tanggapan terhadap tarif AS yang mahal untuk baja dan aluminium.
Trump juga sempat mendukung pemboikotan Harley Davidson oleh para  konsumen di AS pada tahun 2018 silam. Tetapi Harley jelas memiliki  masalah yang lebih besar daripada itu.

Pihak Harley Davidson sedang mencoba untuk merevitalisasi  penjualannya dengan meluncurkan sepeda motor listrik LiveWire. CEO dan  Presiden Harley Davidson, Matt Levatich, bahkan memberikan sinyal kuat  untuk merilis produk baru.

&quot;Kami melihat tahun 2020 sebagai tahun terpenting dalam transformasi  Harley-Davidson. Tahun ini kami akan memperluas jangkauan merek kami dan  membangun lebih banyak pengendara yang berkomitmen ketika kami memasuki  segmen baru dan terus berkembang dalam sepeda motor dan sepeda  elektronik,&amp;rdquo; ungkapnya.

Levatich menyatakan, nantinya Harley Davidson akan mengembangkan suasana kendaraan roda dua yang lebih mudah dan menyenangkan.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Saham Harley Davidson (HOG) turun 3% pada perdagangan Selasa (28/1/2020) kemarin setelah perusahaan asal Amerika Serikat itu melaporkan penjualan dan pendapatan yang meleset dari perkiraan Wall Street.

Kini saham Harley Davidson bahkan turun lebih dari 10%  dalam setahun. Yang paling mengkhawatirkan lagi ialah permintaan pasar terhadap sepeda motor Harley Davidson terus turun di Amerika, walaupun penjualan di luar negeri agak membaik.

Melansir CNN, Jakarta, Rabu (29/1/2020), penjualan ritel Harley Davidson di Amerika turun 3% pada kuartal keempat. Itu merupakan penurunan ke-12 berturut-turut. Penjualan Harley di Amerika bahkan turun lebih dari 5% pada setahun penuh.

Sedangkan pada penjualan di kancah internasional, khususnya di Asia, mengalami lonjakan lebih dari 6%. Tapi itu tidak cukup untuk mengangkat penjualan sepeda motor Harley di seluruh dunia yang turun 1,4%.

Kelemahan penjualan Harley Davidson juga sangat mengecewakan, mengingat Amerika dan China telah sepakat menandatangani kesepakatan perdagangan fase satu. Pihak Harley Davidson sendiri juga mengeluh tentang tarif yang diberlakukan oleh administrasi Trump selama beberapa tahun terakhir.

Presiden AS Donald Trump juga tidak segan-segan mengkritik jika Harley Davidson telah mengalihkan sebagian produksinya ke luar Amerika untuk menghindari tarif di Eropa yang diberlakukan pada perusahaan sebagai tanggapan terhadap tarif AS yang mahal untuk baja dan aluminium.
Trump juga sempat mendukung pemboikotan Harley Davidson oleh para  konsumen di AS pada tahun 2018 silam. Tetapi Harley jelas memiliki  masalah yang lebih besar daripada itu.

Pihak Harley Davidson sedang mencoba untuk merevitalisasi  penjualannya dengan meluncurkan sepeda motor listrik LiveWire. CEO dan  Presiden Harley Davidson, Matt Levatich, bahkan memberikan sinyal kuat  untuk merilis produk baru.

&quot;Kami melihat tahun 2020 sebagai tahun terpenting dalam transformasi  Harley-Davidson. Tahun ini kami akan memperluas jangkauan merek kami dan  membangun lebih banyak pengendara yang berkomitmen ketika kami memasuki  segmen baru dan terus berkembang dalam sepeda motor dan sepeda  elektronik,&amp;rdquo; ungkapnya.

Levatich menyatakan, nantinya Harley Davidson akan mengembangkan suasana kendaraan roda dua yang lebih mudah dan menyenangkan.

</content:encoded></item></channel></rss>
