<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Banyak Anak-Cucu Usaha, Erick Thohir Sentil Pertamina hingga Krakatau Steel   </title><description>UMN yang sehat akan terbebani oleh anak perusahaan yang kinerjanya kurang baik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160135/punya-banyak-anak-cucu-usaha-erick-thohir-sentil-pertamina-hingga-krakatau-steel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160135/punya-banyak-anak-cucu-usaha-erick-thohir-sentil-pertamina-hingga-krakatau-steel"/><item><title>Punya Banyak Anak-Cucu Usaha, Erick Thohir Sentil Pertamina hingga Krakatau Steel   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160135/punya-banyak-anak-cucu-usaha-erick-thohir-sentil-pertamina-hingga-krakatau-steel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/29/320/2160135/punya-banyak-anak-cucu-usaha-erick-thohir-sentil-pertamina-hingga-krakatau-steel</guid><pubDate>Rabu 29 Januari 2020 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/29/320/2160135/punya-banyak-anak-cucu-usaha-erick-thohir-sentil-pertamina-hingga-krakatau-steel-GnVNxHRjgF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/29/320/2160135/punya-banyak-anak-cucu-usaha-erick-thohir-sentil-pertamina-hingga-krakatau-steel-GnVNxHRjgF.jpeg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyindir perusahaan negara yang punyak banyak anak usaha dan cucu perusahaan. Di antaranya, Garuda Indonesia, Krakatau Steel dan Pertamina.
Erick menilai langkah tersebut tidak efektif bagi kinerja BUMN. Pasalnya, BUMN yang sehat akan terbebani oleh anak perusahaan yang kinerjanya kurang baik. Maka dari itu, pembentukan anak dan cucu BUMN kini dimoratorium.
Baca Juga: Erick Thohir Sindir Komisaris BUMN yang Kerjanya Hanya Duduk-Duduk Saja
Erick mencontohkan, BUMN dengan anak usaha yang banyak justru terlilit utang hingga triliunan Rupiah. Seperti masalah utang pada Krakatau Steel.
&quot;Krakatau Steel ini mempunyai anak perusahaan yang berjumlah 60. Jadi, apabila bapak ibu tanya saya, bisa tidak mereview Krakatau Steel dalam waktu seminggu. Saya angkat tangan, karena jumlahnya 60,&quot; ujar dia.
Erick juga heran dengan BUMN yang membuat anak usaha yang tidak mendukung kinerja induk usahanya. Misalnya, Pertamina membentuk sebuah lembaga pendidikan, yakni Pertamina University.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Banyak Pihak yang Ingin Dirinya Mundur
&quot;Misalnya, ngapain BUMN punya sekolah? Lebih baik sinergi dengan universitas yang ada. Apakah (misalnya) Pertamina dengan fakultas di Institut Teknologi Bandung (ITB). Supaya bisa upgrade dosen dan fasilitasnya juga, jadi universitasnya bisa world player,&quot; ujar Erick.
Erick Thohir pun mengaku akan meninjau kinerja seluruh anak usaha PT Pertamina. Dirinya baru mengetahui anak usaha Pertamina ternyata berjumlah 142 perusahaan.
Dirinya  meminta Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk melakukan pemetaan (mapping) terkait bisnis dari banyaknya anak perusahaan pelat merah tersebut.
Dirinya juga terheran-heran dengan adanya anak usaha yang namanya Garuda Tauberes. Ditambah lagi, hal ini terungkapnya usai lima eks direksi Garuda Indonesia dicopot karena keterlibatan dalam penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson, ternyata merangkap jabatan sebagai komisaris di banyak anak hingga cicit perusahaan pelat merah itu.&quot;Dan yang menarik, di situ ada yang menggelitik karena ada cucu  garuda namanya PT Garuda Tauberes Indonesia. Saya baru tahu itu,&quot;  katanya sambil tertawa.
Untuk itu, dirinya juga bakal meninjau anak dan cucu usaha garuda, di  mana saat ini  memiliki 7 anak perusahaan dan 19 cucu perusahaan dengan  berbagai bidang usaha. Di antaranya seperti maskapai penerbangan  berbiaya murah (low cost carrier/LCC), ground handling, inflight  catering, maintenance facility, jasa teknologi informasi, jasa  reservasi, perhotelan, transportasi darat, e-commerce &amp;amp; market  place, jasa ekspedisi kargo, hingga tour &amp;amp; travel.
Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta  mengatakan, penataan anak usaha ini sangat bagus untuk dilakukan, dalam  rangka mengevaluasi kinerja anak dan cucu usaha BUMN. Sebab, kata Arif,  selama ini banyak BUMN yang membuat anak usaha tapi tidak menunjang  kinerja induk usahanya.
&quot;Misalnya BUMN pelabuhan, apa urusannya buat anak usaha catering yang  dikerjasama dengan gedung-gedung pertemuan. Ngapain badan BUMN bergerak  itu,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyindir perusahaan negara yang punyak banyak anak usaha dan cucu perusahaan. Di antaranya, Garuda Indonesia, Krakatau Steel dan Pertamina.
Erick menilai langkah tersebut tidak efektif bagi kinerja BUMN. Pasalnya, BUMN yang sehat akan terbebani oleh anak perusahaan yang kinerjanya kurang baik. Maka dari itu, pembentukan anak dan cucu BUMN kini dimoratorium.
Baca Juga: Erick Thohir Sindir Komisaris BUMN yang Kerjanya Hanya Duduk-Duduk Saja
Erick mencontohkan, BUMN dengan anak usaha yang banyak justru terlilit utang hingga triliunan Rupiah. Seperti masalah utang pada Krakatau Steel.
&quot;Krakatau Steel ini mempunyai anak perusahaan yang berjumlah 60. Jadi, apabila bapak ibu tanya saya, bisa tidak mereview Krakatau Steel dalam waktu seminggu. Saya angkat tangan, karena jumlahnya 60,&quot; ujar dia.
Erick juga heran dengan BUMN yang membuat anak usaha yang tidak mendukung kinerja induk usahanya. Misalnya, Pertamina membentuk sebuah lembaga pendidikan, yakni Pertamina University.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Banyak Pihak yang Ingin Dirinya Mundur
&quot;Misalnya, ngapain BUMN punya sekolah? Lebih baik sinergi dengan universitas yang ada. Apakah (misalnya) Pertamina dengan fakultas di Institut Teknologi Bandung (ITB). Supaya bisa upgrade dosen dan fasilitasnya juga, jadi universitasnya bisa world player,&quot; ujar Erick.
Erick Thohir pun mengaku akan meninjau kinerja seluruh anak usaha PT Pertamina. Dirinya baru mengetahui anak usaha Pertamina ternyata berjumlah 142 perusahaan.
Dirinya  meminta Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk melakukan pemetaan (mapping) terkait bisnis dari banyaknya anak perusahaan pelat merah tersebut.
Dirinya juga terheran-heran dengan adanya anak usaha yang namanya Garuda Tauberes. Ditambah lagi, hal ini terungkapnya usai lima eks direksi Garuda Indonesia dicopot karena keterlibatan dalam penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson, ternyata merangkap jabatan sebagai komisaris di banyak anak hingga cicit perusahaan pelat merah itu.&quot;Dan yang menarik, di situ ada yang menggelitik karena ada cucu  garuda namanya PT Garuda Tauberes Indonesia. Saya baru tahu itu,&quot;  katanya sambil tertawa.
Untuk itu, dirinya juga bakal meninjau anak dan cucu usaha garuda, di  mana saat ini  memiliki 7 anak perusahaan dan 19 cucu perusahaan dengan  berbagai bidang usaha. Di antaranya seperti maskapai penerbangan  berbiaya murah (low cost carrier/LCC), ground handling, inflight  catering, maintenance facility, jasa teknologi informasi, jasa  reservasi, perhotelan, transportasi darat, e-commerce &amp;amp; market  place, jasa ekspedisi kargo, hingga tour &amp;amp; travel.
Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta  mengatakan, penataan anak usaha ini sangat bagus untuk dilakukan, dalam  rangka mengevaluasi kinerja anak dan cucu usaha BUMN. Sebab, kata Arif,  selama ini banyak BUMN yang membuat anak usaha tapi tidak menunjang  kinerja induk usahanya.
&quot;Misalnya BUMN pelabuhan, apa urusannya buat anak usaha catering yang  dikerjasama dengan gedung-gedung pertemuan. Ngapain badan BUMN bergerak  itu,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
