<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Cara Gubernur BI Yakinkan Investor untuk Berinvestasi di Indonesia   </title><description>Perry Warjiyo meyakini bahwa saat ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan investasi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/20/2160509/begini-cara-gubernur-bi-yakinkan-investor-untuk-berinvestasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/20/2160509/begini-cara-gubernur-bi-yakinkan-investor-untuk-berinvestasi-di-indonesia"/><item><title>Begini Cara Gubernur BI Yakinkan Investor untuk Berinvestasi di Indonesia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/20/2160509/begini-cara-gubernur-bi-yakinkan-investor-untuk-berinvestasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/20/2160509/begini-cara-gubernur-bi-yakinkan-investor-untuk-berinvestasi-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2020 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/30/20/2160509/begini-cara-gubernur-bi-yakinkan-investor-untuk-berinvestasi-di-indonesia-c5cl8TrbiJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Dok BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/30/20/2160509/begini-cara-gubernur-bi-yakinkan-investor-untuk-berinvestasi-di-indonesia-c5cl8TrbiJ.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Dok BI)</title></images><description>&amp;nbsp;
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini bahwa saat ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan investasi di Indonesia.

Hal ini didasari oleh kondisi Indonesia yang semakin baik, ketahanan Indonesia semakin kuat, stabilitas ekonomi nasional terjaga, dan momentum pertumbuhan berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Realisasi Investasi 2019 Capai 102,2% Jadi Rp809,6 Triliun
Indonesia mampu menjadi salah satu performer terbaik di Asia dalam mempertahankan stabilitas ekonomi selama tahun 2019.

Demikian disampaikan dalam acara Visionary Talk yang merupakan bagian dari rangkaian acara Annual Investment Forum 2020 yang diadakan di Bali, Kamis (30/1/2020).
Baca Juga: Menkeu Ingin Indonesia dan Slovakia Terus Tumbuhkan Hubungan Investasi
Pada kesempatan tersebut Perry juga menyampaikan bahwa salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia adalah melalui bauran kebijakan.

&quot;Di tengah pelemahan ekonomi global yang masih berlanjut, bauran kebijakan Bank Indonesia yang akomodatif akan dilanjutkan pada tahun 2020. Seluruh instrumen bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry.


Suku bunga kebijakan moneter diturunkan, likuiditas dikendorkan, dan  stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan. Pelonggaran kebijakan  makroprudensial juga kembali ditempuh.

Bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif ini ditujukan  untuk meningkatkan intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi  lainnya dari sisi penawaran maupun permintaan.

Kebijakan akomodatif juga terus ditempuh di bidang sistem pembayaran  yang difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik  berbasis digital, termasuk implementasi QR Indonesia Standard (QRIS).

&quot;Kebijakan terkait pendalaman pasar keuangan, dan pengembangan  ekonomi keuangan syariah juga terus dilakukan untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi,&quot; katanya.

Annual Investment Forum 2020 merupakan acara yang diadakan secara  rutin setiap tahun oleh Bank Indonesia. Acara ini juga dirangkaikan  dengan acara seminar internasional yang menghadirkan pembicara yang  berasal dari kalangan ekonom, pengelola investasi perbankan, pengelola  aset global serta bank sentral dari berbagai negara.

Salah satu topik bahasan adalah terkait Pandangan Global dalam  Prespektif Ekonomi dan Politik dengan para pembicara yaitu Jenny Coso  (Goldman Sachs Asset Management), Peter Mumford (Euro Asia) dan Andre Da  Silva (HSBC).

Acara ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari berbagai  institusi, termasuk bank sentral dari berbagai negara, pejabat  pemerintah, pengelola aset perbankan dan kalangan internal Bank  Indonesia.

Melalui forum ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama melalui  pertukaran pengalaman dan ide-ide terkait pengelolaan cadangan devisa  serta cara mengatasai tantangan pengelolaan cadangan devisa saat ini.</description><content:encoded>&amp;nbsp;
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini bahwa saat ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan investasi di Indonesia.

Hal ini didasari oleh kondisi Indonesia yang semakin baik, ketahanan Indonesia semakin kuat, stabilitas ekonomi nasional terjaga, dan momentum pertumbuhan berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Realisasi Investasi 2019 Capai 102,2% Jadi Rp809,6 Triliun
Indonesia mampu menjadi salah satu performer terbaik di Asia dalam mempertahankan stabilitas ekonomi selama tahun 2019.

Demikian disampaikan dalam acara Visionary Talk yang merupakan bagian dari rangkaian acara Annual Investment Forum 2020 yang diadakan di Bali, Kamis (30/1/2020).
Baca Juga: Menkeu Ingin Indonesia dan Slovakia Terus Tumbuhkan Hubungan Investasi
Pada kesempatan tersebut Perry juga menyampaikan bahwa salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia adalah melalui bauran kebijakan.

&quot;Di tengah pelemahan ekonomi global yang masih berlanjut, bauran kebijakan Bank Indonesia yang akomodatif akan dilanjutkan pada tahun 2020. Seluruh instrumen bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry.


Suku bunga kebijakan moneter diturunkan, likuiditas dikendorkan, dan  stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan. Pelonggaran kebijakan  makroprudensial juga kembali ditempuh.

Bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif ini ditujukan  untuk meningkatkan intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi  lainnya dari sisi penawaran maupun permintaan.

Kebijakan akomodatif juga terus ditempuh di bidang sistem pembayaran  yang difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik  berbasis digital, termasuk implementasi QR Indonesia Standard (QRIS).

&quot;Kebijakan terkait pendalaman pasar keuangan, dan pengembangan  ekonomi keuangan syariah juga terus dilakukan untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi,&quot; katanya.

Annual Investment Forum 2020 merupakan acara yang diadakan secara  rutin setiap tahun oleh Bank Indonesia. Acara ini juga dirangkaikan  dengan acara seminar internasional yang menghadirkan pembicara yang  berasal dari kalangan ekonom, pengelola investasi perbankan, pengelola  aset global serta bank sentral dari berbagai negara.

Salah satu topik bahasan adalah terkait Pandangan Global dalam  Prespektif Ekonomi dan Politik dengan para pembicara yaitu Jenny Coso  (Goldman Sachs Asset Management), Peter Mumford (Euro Asia) dan Andre Da  Silva (HSBC).

Acara ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari berbagai  institusi, termasuk bank sentral dari berbagai negara, pejabat  pemerintah, pengelola aset perbankan dan kalangan internal Bank  Indonesia.

Melalui forum ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama melalui  pertukaran pengalaman dan ide-ide terkait pengelolaan cadangan devisa  serta cara mengatasai tantangan pengelolaan cadangan devisa saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
