<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diresmikan Jokowi, Ini Manfaat Terowongan Nanjung Senilai Rp316 Miliar</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa syukur karena Terowongan Nanjung sudah dapat diselesaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160485/diresmikan-jokowi-ini-manfaat-terowongan-nanjung-senilai-rp316-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160485/diresmikan-jokowi-ini-manfaat-terowongan-nanjung-senilai-rp316-miliar"/><item><title>Diresmikan Jokowi, Ini Manfaat Terowongan Nanjung Senilai Rp316 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160485/diresmikan-jokowi-ini-manfaat-terowongan-nanjung-senilai-rp316-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160485/diresmikan-jokowi-ini-manfaat-terowongan-nanjung-senilai-rp316-miliar</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2020 09:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160485/diresmikan-jokowi-ini-manfaat-terowongan-nanjung-senilai-rp316-miliar-I02AcYs28g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Resmikan Terowongan Nanjung (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160485/diresmikan-jokowi-ini-manfaat-terowongan-nanjung-senilai-rp316-miliar-I02AcYs28g.jpg</image><title>Jokowi Resmikan Terowongan Nanjung (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa syukur karena Terowongan Nanjung sudah dapat diselesaikan. Dengan selesainya proyek ini, banjir di kawasan Bandung dapat diminimalisasi

&amp;ldquo;Alhamdulillah pembangunan Terowongan Nanjung yang merupakan kajian dari sistem pengendali banjir di cekungan, di Bandung telah selesai dan diresmikan,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sistem pengendali banjir di cekungan ini, menurut Presiden, terdiri dari banyak pekerjaan besarnya, yaitu normalisasi di hulu sungai, pembangunan embung di Gedebage, pembangunan kolam retensi di Cieunteung, pembangunan flood way di Cisangkuy, dan yang menjadi lokasi sekarang adalah pembangunan Terowongan Nanjung.

&amp;rdquo;Dan kita harapkan masih ada satu-dua yang ingin kita selesaikan pada tahun ini. Yang menjadi PR, yaitu sodetan. Satu sodetan dan satu kolam retensi. Kalau ini sudah bisa diselesaikan, insyaallah nanti setelah tahun 2020 ini banjir-banjir yang dulunya selalu terjadi di cekungan Bandung ini bisa, insyaallah tidak terjadi pada tahun-tahun setelah 2020 ini,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Menurut Presiden, sebagaimana disebutkan dalam laporan Gubernur Jawa  Barat Ridwan Kamil bahwa tahun ini genangan banjirnya surut sangat  drastis sekali, dari 490 menjadi 80 dengan turunnya drastis, dari yang  dulunya terkena dampak 159.000 menjadi 77.000.  Nantinya, terowongan  yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar  Rp316,01 miliar akan meningkatkan kapasitas Sungai Citarum menjadi 669  meter kubik per detik.

&amp;rdquo;Ini juga turunnya sangat drastis sekali dan kalau tadi sodetan dan  kolam retensi nanti selesai insyaallah kita akan bisa selesaikan,  terutama yang di hulu. Tapi urusan di hulu ini juga bukan hanya urusan  itu sodetan dan kolam retensi nanti selesai salah kita akan bisa  selesaikan terutama yang di hulu, tapi urusan di hulu juga bukan hanya  urusan yang berkaitan dengan infrastruktur tadi terowongan atau kolam  retensi atau sodetan,&amp;rdquo; ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menitipkan agar rehabilitasi lahan  yang di atas Citarum, reboisasi, penghijauan, itu juga harus dikerjakan  secara paralel. &amp;ldquo;Kalau ini rampung, rampung baru kita masuk ke hilirnya  yang juga memerlukan perhatian kita,&amp;rdquo; ujar Presiden.



</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa syukur karena Terowongan Nanjung sudah dapat diselesaikan. Dengan selesainya proyek ini, banjir di kawasan Bandung dapat diminimalisasi

&amp;ldquo;Alhamdulillah pembangunan Terowongan Nanjung yang merupakan kajian dari sistem pengendali banjir di cekungan, di Bandung telah selesai dan diresmikan,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sistem pengendali banjir di cekungan ini, menurut Presiden, terdiri dari banyak pekerjaan besarnya, yaitu normalisasi di hulu sungai, pembangunan embung di Gedebage, pembangunan kolam retensi di Cieunteung, pembangunan flood way di Cisangkuy, dan yang menjadi lokasi sekarang adalah pembangunan Terowongan Nanjung.

&amp;rdquo;Dan kita harapkan masih ada satu-dua yang ingin kita selesaikan pada tahun ini. Yang menjadi PR, yaitu sodetan. Satu sodetan dan satu kolam retensi. Kalau ini sudah bisa diselesaikan, insyaallah nanti setelah tahun 2020 ini banjir-banjir yang dulunya selalu terjadi di cekungan Bandung ini bisa, insyaallah tidak terjadi pada tahun-tahun setelah 2020 ini,&amp;rdquo; tutur Presiden.
Menurut Presiden, sebagaimana disebutkan dalam laporan Gubernur Jawa  Barat Ridwan Kamil bahwa tahun ini genangan banjirnya surut sangat  drastis sekali, dari 490 menjadi 80 dengan turunnya drastis, dari yang  dulunya terkena dampak 159.000 menjadi 77.000.  Nantinya, terowongan  yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar  Rp316,01 miliar akan meningkatkan kapasitas Sungai Citarum menjadi 669  meter kubik per detik.

&amp;rdquo;Ini juga turunnya sangat drastis sekali dan kalau tadi sodetan dan  kolam retensi nanti selesai insyaallah kita akan bisa selesaikan,  terutama yang di hulu. Tapi urusan di hulu ini juga bukan hanya urusan  itu sodetan dan kolam retensi nanti selesai salah kita akan bisa  selesaikan terutama yang di hulu, tapi urusan di hulu juga bukan hanya  urusan yang berkaitan dengan infrastruktur tadi terowongan atau kolam  retensi atau sodetan,&amp;rdquo; ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menitipkan agar rehabilitasi lahan  yang di atas Citarum, reboisasi, penghijauan, itu juga harus dikerjakan  secara paralel. &amp;ldquo;Kalau ini rampung, rampung baru kita masuk ke hilirnya  yang juga memerlukan perhatian kita,&amp;rdquo; ujar Presiden.



</content:encoded></item></channel></rss>
