<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Korona Juga Ancam Peternak Lobster, Penjualan Disetop</title><description>China adalah pangsa pasar utama lobster Australia dengan penjualan yang meningkat saat pekan perayaan Tahun Baru Imlek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160712/virus-korona-juga-ancam-peternak-lobster-penjualan-disetop</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160712/virus-korona-juga-ancam-peternak-lobster-penjualan-disetop"/><item><title>Virus Korona Juga Ancam Peternak Lobster, Penjualan Disetop</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160712/virus-korona-juga-ancam-peternak-lobster-penjualan-disetop</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160712/virus-korona-juga-ancam-peternak-lobster-penjualan-disetop</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2020 15:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160712/virus-korona-juga-ancam-peternak-lobster-penjualan-disetop-zleShsTPLQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lobster (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160712/virus-korona-juga-ancam-peternak-lobster-penjualan-disetop-zleShsTPLQ.jpg</image><title>Lobster (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - China adalah pangsa pasar utama lobster Australia dengan penjualan yang meningkat saat pekan perayaan Tahun Baru Imlek. Namun karena mewabahnya virus corona di China, Australia menghentikan ekspor lobster.

Penjualan lobster dihentikan ke China karena keputusan Pemerintah China untuk menutup dan melarang berpergian di sejumlah kawasan di China, untuk mencegah penyebaran virus corona.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Edhy Ingin Akuikansi Berani Kritik KKP
Mengutip ABC.net, Jakarta, Kamis (30/1/2020), salah satu dampak dari penghentian ekspor dirasakan para pekerja di peternakan lobster, seperti yang dialami Ayu Nuraida, salah satu peserta program Work and Holiday Visa (WHV).

Ia memutuskan berhenti untuk tidak lagi bekerja di salah satu peternakan lobster di Tasmania. &quot;Sebuah keputusan yang tepat, karena setelah saya keluar, empat teman pekerja lainnya keluar,&quot; ujar Ayu.
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Edhy Tunjuk 22 Pejabat Baru di KKP
&quot;Peternakan kami mengalami kerugian, karena biasanya menjelang Imlek penjualannya ramai,&quot; tambahnya.

Ayu mengatakan menjelang Imlek biasanya peternak sudah menyiapkan pasokan hingga &quot;berton-ton&quot; dan &quot;menalangi&quot; agar siap jual.

&quot;Tapi tahun ini mereka malah merugi, sekarang mereka malah berusaha dijual langsung ke pembeli lokal, seperti di dermaga,&quot; jelas Ayu yang berasal dari Yogya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: KKP Bebaskan 15 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia
Saat bekerja di peternakan lobster, ia mendapat tugas untuk 'grading' atau mengklasifikasi sesuai kualitas dan pengemasan, dengan bayaran USD24 atau lebih dari Rp 220 ribu per jam.
Menurut Ayu, yang sekarang mendapat pekerjaan di hotel, pemulihan industri lobster sepertinya akan membutuhkan waktu.

Ayu sebelumnya pernah berbagi pengalamannya mengikuti WHV kepada ABC  Indonesia, saat ia bekerja di perkebunan anggur dan kol di Tasmania.

Saat perayaan hari nasional Australia, atau 'Australia Day', 25  Januari yang lalu, Kepala Negara Bagian Tasmania, Premier Peter Gutwein  telah mendorong warga Tasmania untuk memberi dukungan kepada para  nelayan.

&quot;Warga Tasmania mungkin sudah melihat peningkatan jumlah 'rock  lobster' dijual di pasar lokal, akibat penjualan ke China yang  dibatalkan,&quot; tulis Peter dalam pernyataan resminya.

&quot;Saya mendorong warga Tasmania untuk mendukung nelayan kita dengan membelinya saat Australia Day.&quot;

Pemerintah negara bagian Tasmania mengatakan mereka telah bekerja  bersama dengan asosiasi nelayan lobster dan dewan industri di Tasmania,  serta Pemerintah pusat Australia untuk lebih memahami dampak penghentian  ekspor pada bisnis lokal.

Selain berdampak pada penjualan lobster, Peter juga telah  memperingatkan kemungkinan dampaknya pada ekspor hidangan lautnya ke  China, yakni abalon.</description><content:encoded>JAKARTA - China adalah pangsa pasar utama lobster Australia dengan penjualan yang meningkat saat pekan perayaan Tahun Baru Imlek. Namun karena mewabahnya virus corona di China, Australia menghentikan ekspor lobster.

Penjualan lobster dihentikan ke China karena keputusan Pemerintah China untuk menutup dan melarang berpergian di sejumlah kawasan di China, untuk mencegah penyebaran virus corona.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Edhy Ingin Akuikansi Berani Kritik KKP
Mengutip ABC.net, Jakarta, Kamis (30/1/2020), salah satu dampak dari penghentian ekspor dirasakan para pekerja di peternakan lobster, seperti yang dialami Ayu Nuraida, salah satu peserta program Work and Holiday Visa (WHV).

Ia memutuskan berhenti untuk tidak lagi bekerja di salah satu peternakan lobster di Tasmania. &quot;Sebuah keputusan yang tepat, karena setelah saya keluar, empat teman pekerja lainnya keluar,&quot; ujar Ayu.
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Edhy Tunjuk 22 Pejabat Baru di KKP
&quot;Peternakan kami mengalami kerugian, karena biasanya menjelang Imlek penjualannya ramai,&quot; tambahnya.

Ayu mengatakan menjelang Imlek biasanya peternak sudah menyiapkan pasokan hingga &quot;berton-ton&quot; dan &quot;menalangi&quot; agar siap jual.

&quot;Tapi tahun ini mereka malah merugi, sekarang mereka malah berusaha dijual langsung ke pembeli lokal, seperti di dermaga,&quot; jelas Ayu yang berasal dari Yogya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: KKP Bebaskan 15 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia
Saat bekerja di peternakan lobster, ia mendapat tugas untuk 'grading' atau mengklasifikasi sesuai kualitas dan pengemasan, dengan bayaran USD24 atau lebih dari Rp 220 ribu per jam.
Menurut Ayu, yang sekarang mendapat pekerjaan di hotel, pemulihan industri lobster sepertinya akan membutuhkan waktu.

Ayu sebelumnya pernah berbagi pengalamannya mengikuti WHV kepada ABC  Indonesia, saat ia bekerja di perkebunan anggur dan kol di Tasmania.

Saat perayaan hari nasional Australia, atau 'Australia Day', 25  Januari yang lalu, Kepala Negara Bagian Tasmania, Premier Peter Gutwein  telah mendorong warga Tasmania untuk memberi dukungan kepada para  nelayan.

&quot;Warga Tasmania mungkin sudah melihat peningkatan jumlah 'rock  lobster' dijual di pasar lokal, akibat penjualan ke China yang  dibatalkan,&quot; tulis Peter dalam pernyataan resminya.

&quot;Saya mendorong warga Tasmania untuk mendukung nelayan kita dengan membelinya saat Australia Day.&quot;

Pemerintah negara bagian Tasmania mengatakan mereka telah bekerja  bersama dengan asosiasi nelayan lobster dan dewan industri di Tasmania,  serta Pemerintah pusat Australia untuk lebih memahami dampak penghentian  ekspor pada bisnis lokal.

Selain berdampak pada penjualan lobster, Peter juga telah  memperingatkan kemungkinan dampaknya pada ekspor hidangan lautnya ke  China, yakni abalon.</content:encoded></item></channel></rss>
