<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Virus Korona, Industri Film China Merugi Triliunan Rupiah</title><description>Pasar box office China diperkirakan akan mengalami kerugian besar saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160752/imbas-virus-korona-industri-film-china-merugi-triliunan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160752/imbas-virus-korona-industri-film-china-merugi-triliunan-rupiah"/><item><title>Imbas Virus Korona, Industri Film China Merugi Triliunan Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160752/imbas-virus-korona-industri-film-china-merugi-triliunan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160752/imbas-virus-korona-industri-film-china-merugi-triliunan-rupiah</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2020 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160752/imbas-virus-korona-industri-film-china-merugi-triliunan-rupiah-rXPF60oX1l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160752/imbas-virus-korona-industri-film-china-merugi-triliunan-rupiah-rXPF60oX1l.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pasar box office China diperkirakan akan mengalami kerugian besar saat ini. Hal ini dikarenakan sebagian besar bioskop negara itu telah ditutup.
China menutup lebih dari 70.000 layar setelah merebaknya wabah virus korona yang berasal dari Wuhan. Melansir Business Insider pada Kamis (30/1/2020), penutupan bioskop terjadi selama liburan Imlek.
Baca Juga: Cegah Penularan Virus Korona, Robot Little Peanut Bisa Antar Makanan 
 
Padahal, penjualan pada liburan Imlek tahun lalu mencapai USD1 miliar setara Rp13,64 triliun (Rp13.645 per USD). Dan ditargetkan menghasilkan uang lebih banyak pada tahun ini. Sayangnya akibat wabah virus korona, China berupaya membatasi interaksi di ruang publik yang padat. Akibatnya box office berpotensi pendapatannya menurun sebanyak USD2 miliar setara Rp27,29 triliun.
Distributor dan produser mencoba untuk meringankan kerugian yang akan didapat dengan menunda tanpa batas rilis setidaknya enam film blockbuster.
Baca Juga:&amp;nbsp; Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Korona Meningkat Jadi 170 Orang
 
Sebagian besar perusahaan yang menanggung kerugian terbesar adalah China, tetapi IMAX yang berbasis di Kanada, yang mengoperasikan lebih dari 600 teater di sana, diperkirakan akan terpukul setelah menunda film yang akan dirilis untuk Tahun Baru Imlek.Jika wabah ini berlanjut ke bulan-bulan mendatang, perusahaan film AS  ini juga bisa mengalami kerugian besar karena beberapa hit box office  AS seperti &quot;Jojo Rabbit&quot; dan &quot;Little Women&quot; telah ditetapkan untuk  diluncurkan di China pada bulan Februari. Namun penundaan rilis tayang  film pada Februari ini dapat membuat film yang rilis pada Maret seperti  Disney &quot;Mulan&quot; dan film James Bond terbaru &quot;No Time to Die&quot; mendapatkan  keuntungan.
&quot;Keamanan penonton di China adalah prioritas utama kami,&quot; kata IMAX dalam keterangan tertulisnya.
&quot;IMAX mendukung keputusan untuk menunda perilisan film Imlek dan  meyakini itu sebagai tindakan terbaik dalam situasi yang tidak  menguntungkan,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar box office China diperkirakan akan mengalami kerugian besar saat ini. Hal ini dikarenakan sebagian besar bioskop negara itu telah ditutup.
China menutup lebih dari 70.000 layar setelah merebaknya wabah virus korona yang berasal dari Wuhan. Melansir Business Insider pada Kamis (30/1/2020), penutupan bioskop terjadi selama liburan Imlek.
Baca Juga: Cegah Penularan Virus Korona, Robot Little Peanut Bisa Antar Makanan 
 
Padahal, penjualan pada liburan Imlek tahun lalu mencapai USD1 miliar setara Rp13,64 triliun (Rp13.645 per USD). Dan ditargetkan menghasilkan uang lebih banyak pada tahun ini. Sayangnya akibat wabah virus korona, China berupaya membatasi interaksi di ruang publik yang padat. Akibatnya box office berpotensi pendapatannya menurun sebanyak USD2 miliar setara Rp27,29 triliun.
Distributor dan produser mencoba untuk meringankan kerugian yang akan didapat dengan menunda tanpa batas rilis setidaknya enam film blockbuster.
Baca Juga:&amp;nbsp; Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Korona Meningkat Jadi 170 Orang
 
Sebagian besar perusahaan yang menanggung kerugian terbesar adalah China, tetapi IMAX yang berbasis di Kanada, yang mengoperasikan lebih dari 600 teater di sana, diperkirakan akan terpukul setelah menunda film yang akan dirilis untuk Tahun Baru Imlek.Jika wabah ini berlanjut ke bulan-bulan mendatang, perusahaan film AS  ini juga bisa mengalami kerugian besar karena beberapa hit box office  AS seperti &quot;Jojo Rabbit&quot; dan &quot;Little Women&quot; telah ditetapkan untuk  diluncurkan di China pada bulan Februari. Namun penundaan rilis tayang  film pada Februari ini dapat membuat film yang rilis pada Maret seperti  Disney &quot;Mulan&quot; dan film James Bond terbaru &quot;No Time to Die&quot; mendapatkan  keuntungan.
&quot;Keamanan penonton di China adalah prioritas utama kami,&quot; kata IMAX dalam keterangan tertulisnya.
&quot;IMAX mendukung keputusan untuk menunda perilisan film Imlek dan  meyakini itu sebagai tindakan terbaik dalam situasi yang tidak  menguntungkan,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
