<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng Air Products &amp; Chemicals, PTBA Garap Gasifikasi Batu Bara      </title><description>Air Products bertindak sebagai investor di bisnis upstream dan downstrem</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160837/gandeng-air-products-chemicals-ptba-garap-gasifikasi-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160837/gandeng-air-products-chemicals-ptba-garap-gasifikasi-batu-bara"/><item><title>Gandeng Air Products &amp; Chemicals, PTBA Garap Gasifikasi Batu Bara      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160837/gandeng-air-products-chemicals-ptba-garap-gasifikasi-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/30/320/2160837/gandeng-air-products-chemicals-ptba-garap-gasifikasi-batu-bara</guid><pubDate>Kamis 30 Januari 2020 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160837/gandeng-air-products-chemicals-ptba-garap-gasifikasi-batu-bara-WPxpSZ8rUt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hilirisasi Batu Bara. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/30/320/2160837/gandeng-air-products-chemicals-ptba-garap-gasifikasi-batu-bara-WPxpSZ8rUt.jpg</image><title>Hilirisasi Batu Bara. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri pertemuan antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama Air Products &amp;amp; Chemicals Inc. Dirinya mendukung komitmen kedua perusahaan yang akan menjalankan hilirisasi batu bara.
&amp;ldquo;Kami menyambut baik investasi industri hilirisasi batubara ini, di mana keberadaan batubara akan memiliki nilai tambah dan akan sangat membantu ketergantungan Indonesia atas impor LPG, dengan mengubah batubara menjadi DME,&amp;rdquo; ujar Erick Thohir, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (30/1/2020).
Baca Juga: Bukit Asam Sudah Alihkan Saham Treasuri 96 Juta Lembar
Hilirisasi batu bara diyakini dapat mengurangi nilai impor gas Indonesia hingga sekitar USD1 miliar per tahun. Total investasi untuk pengembangan gasifikasi ini adalah USD3,2 miliar, di mana Air Products bertindak sebagai investor di bisnis upstream dan downstrem.
Sementara itu, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin menyatakan, bahwa melalui hilirisasi, batu bara berkalori rendah akan diubah menjadi produk lain yangmemiliki nilai tinggi dengan menggunakan teknologi gasifikasi.
Baca Juga: Laba Bersih Bukit Asam Anjlok 21% Jadi Rp3,1 Triliun
Teknologi ini akan mengkonversi batu bara muda menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl Ether (DME), Methanol, dan Mono Ethylene Glycol (MEG). Proyek hilirisasi batubara ini direncanakan akan memproduksi 1,4 juta ton DME, 300 ribu ton Methanol, dan 250 ribu ton MEG. Saat ini studi kelayakan sudah selesai dan masuk ke tahap FEED dan EPC.
Pabrik ini diharapkan dapat beroperasi di akhir 2023.&amp;ldquo;Hilirisasi ini  sesuai dengan corporate taglinekami Beyond Coaldi mana Bukit Asam mulai  melakukan transformasi untuk memberikan nilai tambah batubara dengan  mengolah menjadi produk akhir seperti DME, Methanol, dan MEG,&amp;rdquo; ujar  Arviyan Arifin.
Tak hanya Bukit Asam, Air Products juga menyatakan kesiapannya dalam  membangun industri hilirisasi batubara. Pada kesempatan tersebut, Air  Products juga menyatakan kesanggupannya dalam hal dukungan pendanaan  dari investasi yang diperlukan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri pertemuan antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama Air Products &amp;amp; Chemicals Inc. Dirinya mendukung komitmen kedua perusahaan yang akan menjalankan hilirisasi batu bara.
&amp;ldquo;Kami menyambut baik investasi industri hilirisasi batubara ini, di mana keberadaan batubara akan memiliki nilai tambah dan akan sangat membantu ketergantungan Indonesia atas impor LPG, dengan mengubah batubara menjadi DME,&amp;rdquo; ujar Erick Thohir, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (30/1/2020).
Baca Juga: Bukit Asam Sudah Alihkan Saham Treasuri 96 Juta Lembar
Hilirisasi batu bara diyakini dapat mengurangi nilai impor gas Indonesia hingga sekitar USD1 miliar per tahun. Total investasi untuk pengembangan gasifikasi ini adalah USD3,2 miliar, di mana Air Products bertindak sebagai investor di bisnis upstream dan downstrem.
Sementara itu, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin menyatakan, bahwa melalui hilirisasi, batu bara berkalori rendah akan diubah menjadi produk lain yangmemiliki nilai tinggi dengan menggunakan teknologi gasifikasi.
Baca Juga: Laba Bersih Bukit Asam Anjlok 21% Jadi Rp3,1 Triliun
Teknologi ini akan mengkonversi batu bara muda menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl Ether (DME), Methanol, dan Mono Ethylene Glycol (MEG). Proyek hilirisasi batubara ini direncanakan akan memproduksi 1,4 juta ton DME, 300 ribu ton Methanol, dan 250 ribu ton MEG. Saat ini studi kelayakan sudah selesai dan masuk ke tahap FEED dan EPC.
Pabrik ini diharapkan dapat beroperasi di akhir 2023.&amp;ldquo;Hilirisasi ini  sesuai dengan corporate taglinekami Beyond Coaldi mana Bukit Asam mulai  melakukan transformasi untuk memberikan nilai tambah batubara dengan  mengolah menjadi produk akhir seperti DME, Methanol, dan MEG,&amp;rdquo; ujar  Arviyan Arifin.
Tak hanya Bukit Asam, Air Products juga menyatakan kesiapannya dalam  membangun industri hilirisasi batubara. Pada kesempatan tersebut, Air  Products juga menyatakan kesanggupannya dalam hal dukungan pendanaan  dari investasi yang diperlukan.</content:encoded></item></channel></rss>
