<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesadaran Menabung Milenial Terus Meningkat, Ini Buktinya</title><description>Kesadaran menabung para generasi milenial tampaknya terus meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161302/kesadaran-menabung-milenial-terus-meningkat-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161302/kesadaran-menabung-milenial-terus-meningkat-ini-buktinya"/><item><title>Kesadaran Menabung Milenial Terus Meningkat, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161302/kesadaran-menabung-milenial-terus-meningkat-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161302/kesadaran-menabung-milenial-terus-meningkat-ini-buktinya</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2020 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Hairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/31/320/2161302/kesadaran-menabung-milenial-terus-meningkat-ini-buktinya-g4j2nmyerQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/31/320/2161302/kesadaran-menabung-milenial-terus-meningkat-ini-buktinya-g4j2nmyerQ.jpg</image><title>Personal Finance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kesadaran menabung para generasi milenial tampaknya terus meningkat. Saat ini banyak kaum milenial yang rajin menabung guna menambah keuangan mereka.

Bank of America melaporkan, hampir seperempat orang berusia 24-41 tahun yang menabung memiliki tabungan lebih dari USD100.000 atau setara dengan Rp1,37 miliar (dalam kurs Rp13.651), angka ini naik 16% ketimbang periode 2018.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tips Sederhana Membuat Anggaran Keuangan
&quot;Milenium hari ini lebih serius tentang keuangan mereka daripada yang kita lihat secara historis, mereka memiliki ketajaman lebih secara finansial dari yang diduga orang.&quot; kata Kepala Lingkungan Global, Sosial dan Pemerintahan di Bank of America Andrew Plepler, melansir dari CNN, Jumat (31/1/2020).

Lebih dari setengah milenial secara teratur memeriksa saldo akun atau melacak pengeluaran mereka, sebanyak 46% keuangan mereka digunakan untuk membayar kartu kredit mereka setiap bulannya. Dalam satu tahun terakhir ini mereka telah meningkatkan skor kredit hampir sebanyak 40%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mau Pensiun dengan Keadaan Kaya Raya? Ikuti Tips Ini!
Selain menabung, generasi milenial juga melakukan penghematan, yang bertujuan untuk menambah dana pensiun. sebanyak 75% orang menyebutnya sebagai prioritas utama mereka.

&quot;Pensiun adalah titik penekanan yang nyata, generasi millenial telah melihat orang tua mereka dan budaya di sekitar mereka mengalami krisis keuangan. Mereka lebih sadar betapa pentingnya mempersiapkan diri,&quot; kata Plepler.

Tujuan yang lainnya adalah membeli rumah, sebanyak  41% dari Gen Z (di bawah 24) dan 40% dari milenial muda (usia 24 hingga 30) menabung untuk membeli rumah. Sebesar 82% milenial lebih suka membeli rumah yang lebih kecil daripada rumah yang lebih besar dan biayanya di atas anggaran mereka.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Hadapi Tahun Baru, Simak 5 Tips Ini untuk Kelola Keuangan!
&quot;Saya pikir rumah itu masih menjadi aset utama yang menetapkan tujuan untuk populasi ini, mereka melihatnya sebagai bagian dari stabilitas mereka dalam kehidupan dan juga membangun kekayaan,&quot; ungkap Pleper

Walaupun banyak milenial yang menimbun kekayaan dengan tabungan mereka, ternyata sebanyak 27% dari para milenial ini lebih suka menunda untuk menabung, bahkan ada yang memilih untuk tidak menabung sama sekali. Lebih dari tiga perempat dari semua milenium dibebani dengan utang dan 16% memiliki utang lebih dari USD50.000 atau setara dengan Rp682 juta, angka ini belum termasuk hipotek.

&quot;Jika kamu berjuang akan tetapi kamu berhutang, sangat sulit untuk melampaui perjuangan itu,&quot; katanya.

Lebih dari tiga perempat milenial yang memiliki hutang mengatakan hal itu mencegah mereka untuk mencapai tujuan pribadi dalam hal keuangan mereka. Akibat dari utang, 42% mengatakan mereka tidak dapat membeli rumah, 21% menunda menikah dan 21% menunda memiliki bayi.

Mungkin utang juga bisa membuat orang menunggu lebih lama untuk memulai bisnis atau pindah ke pekerjaan yang lebih memuaskan. Utang juga dapat mencegah 18% orang untuk hidup sendiri tanpa dukungan dari keluarga dan teman.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kesadaran menabung para generasi milenial tampaknya terus meningkat. Saat ini banyak kaum milenial yang rajin menabung guna menambah keuangan mereka.

Bank of America melaporkan, hampir seperempat orang berusia 24-41 tahun yang menabung memiliki tabungan lebih dari USD100.000 atau setara dengan Rp1,37 miliar (dalam kurs Rp13.651), angka ini naik 16% ketimbang periode 2018.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tips Sederhana Membuat Anggaran Keuangan
&quot;Milenium hari ini lebih serius tentang keuangan mereka daripada yang kita lihat secara historis, mereka memiliki ketajaman lebih secara finansial dari yang diduga orang.&quot; kata Kepala Lingkungan Global, Sosial dan Pemerintahan di Bank of America Andrew Plepler, melansir dari CNN, Jumat (31/1/2020).

Lebih dari setengah milenial secara teratur memeriksa saldo akun atau melacak pengeluaran mereka, sebanyak 46% keuangan mereka digunakan untuk membayar kartu kredit mereka setiap bulannya. Dalam satu tahun terakhir ini mereka telah meningkatkan skor kredit hampir sebanyak 40%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mau Pensiun dengan Keadaan Kaya Raya? Ikuti Tips Ini!
Selain menabung, generasi milenial juga melakukan penghematan, yang bertujuan untuk menambah dana pensiun. sebanyak 75% orang menyebutnya sebagai prioritas utama mereka.

&quot;Pensiun adalah titik penekanan yang nyata, generasi millenial telah melihat orang tua mereka dan budaya di sekitar mereka mengalami krisis keuangan. Mereka lebih sadar betapa pentingnya mempersiapkan diri,&quot; kata Plepler.

Tujuan yang lainnya adalah membeli rumah, sebanyak  41% dari Gen Z (di bawah 24) dan 40% dari milenial muda (usia 24 hingga 30) menabung untuk membeli rumah. Sebesar 82% milenial lebih suka membeli rumah yang lebih kecil daripada rumah yang lebih besar dan biayanya di atas anggaran mereka.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Hadapi Tahun Baru, Simak 5 Tips Ini untuk Kelola Keuangan!
&quot;Saya pikir rumah itu masih menjadi aset utama yang menetapkan tujuan untuk populasi ini, mereka melihatnya sebagai bagian dari stabilitas mereka dalam kehidupan dan juga membangun kekayaan,&quot; ungkap Pleper

Walaupun banyak milenial yang menimbun kekayaan dengan tabungan mereka, ternyata sebanyak 27% dari para milenial ini lebih suka menunda untuk menabung, bahkan ada yang memilih untuk tidak menabung sama sekali. Lebih dari tiga perempat dari semua milenium dibebani dengan utang dan 16% memiliki utang lebih dari USD50.000 atau setara dengan Rp682 juta, angka ini belum termasuk hipotek.

&quot;Jika kamu berjuang akan tetapi kamu berhutang, sangat sulit untuk melampaui perjuangan itu,&quot; katanya.

Lebih dari tiga perempat milenial yang memiliki hutang mengatakan hal itu mencegah mereka untuk mencapai tujuan pribadi dalam hal keuangan mereka. Akibat dari utang, 42% mengatakan mereka tidak dapat membeli rumah, 21% menunda menikah dan 21% menunda memiliki bayi.

Mungkin utang juga bisa membuat orang menunggu lebih lama untuk memulai bisnis atau pindah ke pekerjaan yang lebih memuaskan. Utang juga dapat mencegah 18% orang untuk hidup sendiri tanpa dukungan dari keluarga dan teman.</content:encoded></item></channel></rss>
