<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Darurat Virus Korona, Bandara Soetta Dirikan Posko Siaga Monitoring</title><description>PT Angkasa Pura II (persero) merespons cepat imbauan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang darurat virus korona</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161470/darurat-virus-korona-bandara-soetta-dirikan-posko-siaga-monitoring</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161470/darurat-virus-korona-bandara-soetta-dirikan-posko-siaga-monitoring"/><item><title>Darurat Virus Korona, Bandara Soetta Dirikan Posko Siaga Monitoring</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161470/darurat-virus-korona-bandara-soetta-dirikan-posko-siaga-monitoring</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/31/320/2161470/darurat-virus-korona-bandara-soetta-dirikan-posko-siaga-monitoring</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2020 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/31/320/2161470/darurat-virus-korona-bandara-soetta-dirikan-posko-siaga-monitoring-jh5kKxzHc2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronavirus. (Foto: Okezone.com/Angkasa Pura II)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/31/320/2161470/darurat-virus-korona-bandara-soetta-dirikan-posko-siaga-monitoring-jh5kKxzHc2.jpg</image><title>Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronavirus. (Foto: Okezone.com/Angkasa Pura II)</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (persero) merespons cepat imbauan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang darurat virus korona. Salah satu dengan  mengaktifkan Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronavirus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, posko akan dilengkapi dengan berbagai peralatan medis, monitor CCTV yang memantau seluruh terminal penumpang, serta sistem teknologi terkini guna mempercepat respons dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran virus Corona.
Adapun personil yang bertugas di posko adalah unsur dari Komite Nasional Fasilitasi (FAL) yang terdiri dari stakeholder di Soekarno-Hatta antara lain PT Angkasa Pura II selaku operator bandara dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara, Karantina Ikan, Imigrasi, Bea dan Cukai, dan sebagainya
Baca Juga: 10 Saham yang Terimbas Wabah Virus Korona
&amp;ldquo;Diaktifkannya Posko Siaga ini juga melihat perkembangan terkini di mana WHO sudah menyatakan bahwa kasus Corona ini sebagai International Public Health Emergency. Kami menyiapkan Soekarno-Hatta sebaik-baiknya untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus ini,&amp;rdquo; ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Jumat (31/1/2020)
Awal mengatakan, selain posko, berbagai upaya akan dilakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran virus Corona ke Indonesia. Misalnya dengan melakukan pemantauan dengan thermal scanner dan surveillance syndrome di terminal penumpang pesawa.
&amp;ldquo;Upaya pencegahan di terminal penumpang melalui thermal scanner dan surveillance syndrome ditambah dengan diaktifkannya Posko Siaga ini maka kami berharap potensi penyebaran virus Corona di Indonesia semakin kecil. Berbagai upaya akan dilakukan PT Angkasa Pura II untuk melakukan pencegahan di Bandara Soekarno-Hatta,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp133 Juta Cukupi Logistik WNI di China
Selain itu, lanjut Awaluddin, pihaknya juga menyiapak rencana kontingensi sesuai dengan PM 61 Tahun 2015 tentang Fasilitasi (FAL) Udara, jika diketahui ada pesawat yang tiba dengan penumpang terjangkit virus Corona.
Skenario dari rencana kontingensi itu antara lain pesawat akan diberikan tempat pendaratan dan ditempatkan ke dalam daerah isolasi atau karantina, sesudah kapten penerbang melaporkan ada penumpang yang diduga terjangkit.Pejabat karantina kesehatan kemudian akan memberikan persetujuan  karantina kesehatan setelah dilakukan pemeriksaan dokumen karantina  kesehatan, pemeriksaan faktor risiko kesehatan masyarakat dan  pemeriksaan kesehatan terhadap orang.
&amp;ldquo;Untuk tempat karantina pesawat yang terduga membawa penumpang  terjangkit kami siapkan di area remote yang terletak cukup jauh dari  terminal penumpang pesawat. Pesawat itu sendiri nantinya akan dilakukan  sterilisasi,&amp;rdquo; jelasnya.
Di sisi lain, perseroan juga bakal membagikan masker kepada para  penumpang di bandara. Hal ini merupakan prosedur pencegahan virus korona  yang penyebarannya begitu cepat.
&amp;ldquo;Melihat hal ini, kami juga mendorong agar tenaga medis selalu  memenuhi kebutuhan di setiap bandara PT Angkasa Pura II. Kami juga akan  membagikan masker kepada para penumpang pesawat di bandara-bandara,&amp;rdquo;  ujar Muhammad Awaluddin.
Sebagai informasi, penyebaran virus Corona dimulai di Wuhan, China,  di mana jumlah penderitanya terus bertambah. Pada 27 Januari 2019 jumlah  penderita di China sebanyak 5.974 orang, lalu naik menjadi 6.973 orang  (28 Januari), kemudian 9.239 orang (29 Januari), lalu 12.167 orang (30  Januari), dan 15.238 orang hingga pagi tadi (31 Januari).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (persero) merespons cepat imbauan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang darurat virus korona. Salah satu dengan  mengaktifkan Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronavirus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, posko akan dilengkapi dengan berbagai peralatan medis, monitor CCTV yang memantau seluruh terminal penumpang, serta sistem teknologi terkini guna mempercepat respons dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran virus Corona.
Adapun personil yang bertugas di posko adalah unsur dari Komite Nasional Fasilitasi (FAL) yang terdiri dari stakeholder di Soekarno-Hatta antara lain PT Angkasa Pura II selaku operator bandara dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara, Karantina Ikan, Imigrasi, Bea dan Cukai, dan sebagainya
Baca Juga: 10 Saham yang Terimbas Wabah Virus Korona
&amp;ldquo;Diaktifkannya Posko Siaga ini juga melihat perkembangan terkini di mana WHO sudah menyatakan bahwa kasus Corona ini sebagai International Public Health Emergency. Kami menyiapkan Soekarno-Hatta sebaik-baiknya untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus ini,&amp;rdquo; ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Jumat (31/1/2020)
Awal mengatakan, selain posko, berbagai upaya akan dilakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran virus Corona ke Indonesia. Misalnya dengan melakukan pemantauan dengan thermal scanner dan surveillance syndrome di terminal penumpang pesawa.
&amp;ldquo;Upaya pencegahan di terminal penumpang melalui thermal scanner dan surveillance syndrome ditambah dengan diaktifkannya Posko Siaga ini maka kami berharap potensi penyebaran virus Corona di Indonesia semakin kecil. Berbagai upaya akan dilakukan PT Angkasa Pura II untuk melakukan pencegahan di Bandara Soekarno-Hatta,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp133 Juta Cukupi Logistik WNI di China
Selain itu, lanjut Awaluddin, pihaknya juga menyiapak rencana kontingensi sesuai dengan PM 61 Tahun 2015 tentang Fasilitasi (FAL) Udara, jika diketahui ada pesawat yang tiba dengan penumpang terjangkit virus Corona.
Skenario dari rencana kontingensi itu antara lain pesawat akan diberikan tempat pendaratan dan ditempatkan ke dalam daerah isolasi atau karantina, sesudah kapten penerbang melaporkan ada penumpang yang diduga terjangkit.Pejabat karantina kesehatan kemudian akan memberikan persetujuan  karantina kesehatan setelah dilakukan pemeriksaan dokumen karantina  kesehatan, pemeriksaan faktor risiko kesehatan masyarakat dan  pemeriksaan kesehatan terhadap orang.
&amp;ldquo;Untuk tempat karantina pesawat yang terduga membawa penumpang  terjangkit kami siapkan di area remote yang terletak cukup jauh dari  terminal penumpang pesawat. Pesawat itu sendiri nantinya akan dilakukan  sterilisasi,&amp;rdquo; jelasnya.
Di sisi lain, perseroan juga bakal membagikan masker kepada para  penumpang di bandara. Hal ini merupakan prosedur pencegahan virus korona  yang penyebarannya begitu cepat.
&amp;ldquo;Melihat hal ini, kami juga mendorong agar tenaga medis selalu  memenuhi kebutuhan di setiap bandara PT Angkasa Pura II. Kami juga akan  membagikan masker kepada para penumpang pesawat di bandara-bandara,&amp;rdquo;  ujar Muhammad Awaluddin.
Sebagai informasi, penyebaran virus Corona dimulai di Wuhan, China,  di mana jumlah penderitanya terus bertambah. Pada 27 Januari 2019 jumlah  penderita di China sebanyak 5.974 orang, lalu naik menjadi 6.973 orang  (28 Januari), kemudian 9.239 orang (29 Januari), lalu 12.167 orang (30  Januari), dan 15.238 orang hingga pagi tadi (31 Januari).</content:encoded></item></channel></rss>
