<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Waspada Investasi Hentikan 444 Investasi Bodong di 2019</title><description>Satgas Waspada Investasi mencatat sudah ada 444 kegiatan investasi bodong yang dihentikan sepanjang 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/02/320/2162177/satgas-waspada-investasi-hentikan-444-investasi-bodong-di-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/02/320/2162177/satgas-waspada-investasi-hentikan-444-investasi-bodong-di-2019"/><item><title>Satgas Waspada Investasi Hentikan 444 Investasi Bodong di 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/02/320/2162177/satgas-waspada-investasi-hentikan-444-investasi-bodong-di-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/02/320/2162177/satgas-waspada-investasi-hentikan-444-investasi-bodong-di-2019</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2020 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/02/320/2162177/satgas-waspada-investasi-hentikan-444-investasi-bodong-di-2019-xAk0zTLNQY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Investasi Bodong (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/02/320/2162177/satgas-waspada-investasi-hentikan-444-investasi-bodong-di-2019-xAk0zTLNQY.jpg</image><title>Ilustrasi Investasi Bodong (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat sudah ada 444 kegiatan investasi bodong yang dihentikan sepanjang 2019. Angka itu rupanya meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menyatakan, menjamurnya investasi bodong ini dipicu rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai investasi tapi gampang tergiur pada untung besar.
Agar tampil menarik, investasi bodong ini biasanya mengubah tampilan jadi lebih menarik yakni lewat media sosial plus melibatkan tokoh agama atau selebriti.
&quot;Saat ini mereka (investasi bodong) mengikuti perkembangan zaman, bagaimana masyarakat dijejali dengan penawaran-penawaran investasi lewat medsos, aplikasi, situs, SMS,&quot; kata Tongam seperti dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (2/2/2020).
&quot;Modus lain adalah mereka menggunakan tokoh-tokoh agama atau artis untuk lebih meyakinkan,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/31/60740/312886_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Penutupan Sore Ini&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Teranyar, ada kasus Memiles yang berkedok investasi iklan digital. Saat ini pihak satgas telah menutup Memiles lantaran tak berizin dan aktivitasnya identik dengan money game atau skema piramida.
Meski demikian, Tongam meyakini uang para nasabah yang sudah masuk ke investasi ilegal tak bisa balik secara utuh. &quot;Dari pengalaman yang ada, tidak pernah ada member yang dapat kembali 100%. Ya sudah hebat dapat 10-20%. Sebab dari berbagai kasus, asetnya jauh lebih rendah dari kewajiban,&quot; katanya.
Baca Juga: Investasi Bodong dari Pandawa hingga MeMiles, Rayuan Maut Berbuah PahitDi sisi lain, dia mengakui ganjaran pidana bagi pelaku terlampau  ringan. Pemilik MeMiles yaitu Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay  pernah diringkus polisi pada 2015 atas kasus investasi tisu kemasan.  Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis tiga bulan  penjara.
&quot;Kita sudah mendorong pelaku dihukum berat, tapi memang  kita hormati putusan pengadilan dan kita lihat hukuman-hukuman ini  harusnya bikin efek jera ke pelaku,&quot; kata Tongam.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/01/10/60228/310357_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gejolak Politik AS &amp;amp; Iran Berdampak Menguatnya Nilai Rupiah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Melihat hal itu,  Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi pun menilai, Satgas Waspada  Investasi kurang gesit dalam merespon fenomena menjamurnya investasi  berbalut penipuan. Bahkan sering kali, ditindak setelah korban  berjatuhan.
Dia mencontohkan kasus penipuan berskema perjalanan  umrah First Travel. &quot;Kecil kemungkinan dapat kembali uangnya, kecuali  kalau asetnya masih ada,&quot; ujar Tulus.
Baca Juga: Modus Investasi Bodong Memiles, Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Pajero</description><content:encoded>JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat sudah ada 444 kegiatan investasi bodong yang dihentikan sepanjang 2019. Angka itu rupanya meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menyatakan, menjamurnya investasi bodong ini dipicu rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai investasi tapi gampang tergiur pada untung besar.
Agar tampil menarik, investasi bodong ini biasanya mengubah tampilan jadi lebih menarik yakni lewat media sosial plus melibatkan tokoh agama atau selebriti.
&quot;Saat ini mereka (investasi bodong) mengikuti perkembangan zaman, bagaimana masyarakat dijejali dengan penawaran-penawaran investasi lewat medsos, aplikasi, situs, SMS,&quot; kata Tongam seperti dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (2/2/2020).
&quot;Modus lain adalah mereka menggunakan tokoh-tokoh agama atau artis untuk lebih meyakinkan,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/31/60740/312886_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Penutupan Sore Ini&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Teranyar, ada kasus Memiles yang berkedok investasi iklan digital. Saat ini pihak satgas telah menutup Memiles lantaran tak berizin dan aktivitasnya identik dengan money game atau skema piramida.
Meski demikian, Tongam meyakini uang para nasabah yang sudah masuk ke investasi ilegal tak bisa balik secara utuh. &quot;Dari pengalaman yang ada, tidak pernah ada member yang dapat kembali 100%. Ya sudah hebat dapat 10-20%. Sebab dari berbagai kasus, asetnya jauh lebih rendah dari kewajiban,&quot; katanya.
Baca Juga: Investasi Bodong dari Pandawa hingga MeMiles, Rayuan Maut Berbuah PahitDi sisi lain, dia mengakui ganjaran pidana bagi pelaku terlampau  ringan. Pemilik MeMiles yaitu Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay  pernah diringkus polisi pada 2015 atas kasus investasi tisu kemasan.  Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis tiga bulan  penjara.
&quot;Kita sudah mendorong pelaku dihukum berat, tapi memang  kita hormati putusan pengadilan dan kita lihat hukuman-hukuman ini  harusnya bikin efek jera ke pelaku,&quot; kata Tongam.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/01/10/60228/310357_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gejolak Politik AS &amp;amp; Iran Berdampak Menguatnya Nilai Rupiah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Melihat hal itu,  Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi pun menilai, Satgas Waspada  Investasi kurang gesit dalam merespon fenomena menjamurnya investasi  berbalut penipuan. Bahkan sering kali, ditindak setelah korban  berjatuhan.
Dia mencontohkan kasus penipuan berskema perjalanan  umrah First Travel. &quot;Kecil kemungkinan dapat kembali uangnya, kecuali  kalau asetnya masih ada,&quot; ujar Tulus.
Baca Juga: Modus Investasi Bodong Memiles, Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Pajero</content:encoded></item></channel></rss>
