<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Januari 2020 Diprediksi 0,42%, Cabai Bakal Jadi Pemicunya</title><description>Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Januari 2020 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,42% (month to month/mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162335/inflasi-januari-2020-diprediksi-0-42-cabai-bakal-jadi-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162335/inflasi-januari-2020-diprediksi-0-42-cabai-bakal-jadi-pemicunya"/><item><title>Inflasi Januari 2020 Diprediksi 0,42%, Cabai Bakal Jadi Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162335/inflasi-januari-2020-diprediksi-0-42-cabai-bakal-jadi-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162335/inflasi-januari-2020-diprediksi-0-42-cabai-bakal-jadi-pemicunya</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2020 09:26 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/03/20/2162335/inflasi-januari-2020-diprediksi-0-42-cabai-bakal-jadi-pemicunya-mLWrdLwvIz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ekonomi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/03/20/2162335/inflasi-januari-2020-diprediksi-0-42-cabai-bakal-jadi-pemicunya-mLWrdLwvIz.jpg</image><title>Ilustrasi Ekonomi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Januari 2020 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,42% (month to month/mtm). Lebih tinggi dari tingkat inflasi di bulan sebelumnya yang sebesar 0,34% mtm.

Adapun secara tahunan, inflasi pada Januari 2020 diperkirakan sebesar 2,66% (year on year/yoy). Lebih rendah dari realisasi inflasi Desember 2019 yang tercatat sebesar 2,72% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menanti Data Inflasi Awal Tahun 2020
&quot;Inflasi bulan Januari lebih didominasi oleh peningkatan inflasi harga bergejolak dan inflasi harga diatur pemerintah (administered prices),&quot; ujar Ekonom Bank Pertama Josua Pardede kepada Okezone, Jakarta, Senin (3/1/2020).

Inflasi harga bergejolak didorong oleh kenaikan beberapa harga komoditas pangan, seperti beras yang naik 0,6% mtm, bawang merah naik 7,6% mtm, bawang putih naik 8,4% mtm, cabai merah naik 36% mtm, serta cabai rawit yang naik 34,8% mtm.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Januari 0,41%, BI: Banjir Jabodetabek Pengaruhi Harga Beras 
Namun, tetap terdapat beberapa komoditas pangan yang cenderung mengalami penurunan harga. Diantranya telur ayam yang turun 1,5% mtm dan daging ayam yang turun 4,4% mtm.

Josua menilai, inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan meningkat sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok serta iuran BPJS Kesehatan. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan cenderung stabil di kisaran 3,02% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi 2019 Rendah, Begini Penjelasan Bank Indonesia
&quot;Berdasarkan pertimbangan tren kenaikan harga emas, sementara nilai tukar Rupiah cenderung mengalami apresiasi sepanjang bulan Januari,&quot; tutup dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Januari 2020 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,42% (month to month/mtm). Lebih tinggi dari tingkat inflasi di bulan sebelumnya yang sebesar 0,34% mtm.

Adapun secara tahunan, inflasi pada Januari 2020 diperkirakan sebesar 2,66% (year on year/yoy). Lebih rendah dari realisasi inflasi Desember 2019 yang tercatat sebesar 2,72% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menanti Data Inflasi Awal Tahun 2020
&quot;Inflasi bulan Januari lebih didominasi oleh peningkatan inflasi harga bergejolak dan inflasi harga diatur pemerintah (administered prices),&quot; ujar Ekonom Bank Pertama Josua Pardede kepada Okezone, Jakarta, Senin (3/1/2020).

Inflasi harga bergejolak didorong oleh kenaikan beberapa harga komoditas pangan, seperti beras yang naik 0,6% mtm, bawang merah naik 7,6% mtm, bawang putih naik 8,4% mtm, cabai merah naik 36% mtm, serta cabai rawit yang naik 34,8% mtm.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Januari 0,41%, BI: Banjir Jabodetabek Pengaruhi Harga Beras 
Namun, tetap terdapat beberapa komoditas pangan yang cenderung mengalami penurunan harga. Diantranya telur ayam yang turun 1,5% mtm dan daging ayam yang turun 4,4% mtm.

Josua menilai, inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan meningkat sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok serta iuran BPJS Kesehatan. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan cenderung stabil di kisaran 3,02% yoy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi 2019 Rendah, Begini Penjelasan Bank Indonesia
&quot;Berdasarkan pertimbangan tren kenaikan harga emas, sementara nilai tukar Rupiah cenderung mengalami apresiasi sepanjang bulan Januari,&quot; tutup dia.</content:encoded></item></channel></rss>
