<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cabai hingga Rokok Jadi Penyebab Inflasi Januari 2020</title><description>- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2020 yang sebesar 0,39% utamanya disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162482/cabai-hingga-rokok-jadi-penyebab-inflasi-januari-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162482/cabai-hingga-rokok-jadi-penyebab-inflasi-januari-2020"/><item><title>Cabai hingga Rokok Jadi Penyebab Inflasi Januari 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162482/cabai-hingga-rokok-jadi-penyebab-inflasi-januari-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/20/2162482/cabai-hingga-rokok-jadi-penyebab-inflasi-januari-2020</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2020 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/03/20/2162482/cabai-hingga-rokok-jadi-penyebab-inflasi-januari-2020-yXHpBcTzwz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Cabai (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/03/20/2162482/cabai-hingga-rokok-jadi-penyebab-inflasi-januari-2020-yXHpBcTzwz.jpg</image><title>Harga Cabai (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2020 yang sebesar 0,39% utamanya disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Terdiri dari komoditas cabai merah, cabai rawit, ikan segar, serta rokok dan tembakau.

&quot;Sedangkan komoditas yang menjadi penyumbang deflasi yakni tarif angkutan udara, bensin, dan daging ayam ras,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2020).
Baca Juga: Awal Pekan, Harga Beras Alami Penurunan
Secara rinci, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat terjadi inflasi sebesar 1,62% dengan andil sebesar 0,41% pada inflasi nasional.

Komoditas penyebabnya cabai merah sebesar 0,13%, cabai rawit 0,05%, ikan segar 0,04%, minyak goreng 0,04%, beras 0,03%, serta rokok kretek filter, rokok putih, rokok kretek, yang masing-masing sebesar 0,02%. Sedangkan daging ayam ras sebesar mengalami deflasi 0,03% dan telur ayam ras deflasi 0,01%.
Baca Juga: BPS: Inflasi Januari 2020 Sebesar 0,39%
Lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat terjadi inflasi sebesar 0,13% dengan andil 0,01%. Komoditas pakaian sebesar 0,11% dan alas kaki sebesar 0,15%.

Kelompok pakaian dan alas kaki tercatat inflasi sebesar 0,12% dengan andil sebesar 0,01% dan andilnya sebesar 0,03%. Sewa dan kontrak rumah tercatat inflasi sebesar 0,10%, pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan 0,40%, serta listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08%.

Lalu kelompok kesehatan tercatat inflasi sebejsar 0,42% dengan andil 0,01%. Terdiri dari jasa kesehatan lainnya 0,93%, obat-obatan dan produk kesehatan 0,25%, serta jasa rawat inap 0,25%.
Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami  inflasi sebesar 0,04%, kelompok perlengkapan, peralatan, dan  pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09, serta kelompok rekreasi,  olahraga dan budaya dengan inflasi 0,18%. Namun ketiganya tak memberikan  andil pada inflasi nasional.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran terjadi inflasi  0,19%, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,46%.  Masing-masing menyumbang andil 0,02% pada inflasi nasional.

Di sisi lain, kelompok pendidikan tercatat mengalami deflasi sebesar  0,14% dengan andil sebesar 0,01% pad ainflasi nasional. Begitupula  dengan kelompok transportasi mengalami deflasi 0,89% dengan andil 0,11%.

&quot;Karena ada penurunn tarif angkutan udara selasai masa liburan Natal  dan Tahun Baru sebesar 0,07% dan penurunan harga bensin 0,06%,&quot; kata  Suhariyanto.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2020 yang sebesar 0,39% utamanya disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Terdiri dari komoditas cabai merah, cabai rawit, ikan segar, serta rokok dan tembakau.

&quot;Sedangkan komoditas yang menjadi penyumbang deflasi yakni tarif angkutan udara, bensin, dan daging ayam ras,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2020).
Baca Juga: Awal Pekan, Harga Beras Alami Penurunan
Secara rinci, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat terjadi inflasi sebesar 1,62% dengan andil sebesar 0,41% pada inflasi nasional.

Komoditas penyebabnya cabai merah sebesar 0,13%, cabai rawit 0,05%, ikan segar 0,04%, minyak goreng 0,04%, beras 0,03%, serta rokok kretek filter, rokok putih, rokok kretek, yang masing-masing sebesar 0,02%. Sedangkan daging ayam ras sebesar mengalami deflasi 0,03% dan telur ayam ras deflasi 0,01%.
Baca Juga: BPS: Inflasi Januari 2020 Sebesar 0,39%
Lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat terjadi inflasi sebesar 0,13% dengan andil 0,01%. Komoditas pakaian sebesar 0,11% dan alas kaki sebesar 0,15%.

Kelompok pakaian dan alas kaki tercatat inflasi sebesar 0,12% dengan andil sebesar 0,01% dan andilnya sebesar 0,03%. Sewa dan kontrak rumah tercatat inflasi sebesar 0,10%, pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan 0,40%, serta listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08%.

Lalu kelompok kesehatan tercatat inflasi sebejsar 0,42% dengan andil 0,01%. Terdiri dari jasa kesehatan lainnya 0,93%, obat-obatan dan produk kesehatan 0,25%, serta jasa rawat inap 0,25%.
Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami  inflasi sebesar 0,04%, kelompok perlengkapan, peralatan, dan  pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09, serta kelompok rekreasi,  olahraga dan budaya dengan inflasi 0,18%. Namun ketiganya tak memberikan  andil pada inflasi nasional.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran terjadi inflasi  0,19%, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,46%.  Masing-masing menyumbang andil 0,02% pada inflasi nasional.

Di sisi lain, kelompok pendidikan tercatat mengalami deflasi sebesar  0,14% dengan andil sebesar 0,01% pad ainflasi nasional. Begitupula  dengan kelompok transportasi mengalami deflasi 0,89% dengan andil 0,11%.

&quot;Karena ada penurunn tarif angkutan udara selasai masa liburan Natal  dan Tahun Baru sebesar 0,07% dan penurunan harga bensin 0,06%,&quot; kata  Suhariyanto.
</content:encoded></item></channel></rss>
