<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Kementerian PUPR Butuh Anggaran Rp300 Miliar</title><description>Kementerian PUPR terus melakukan persiapan sarana dan prasarana penyelenggaranaan piala dunia Fifa U-20 tahun 2020 mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162498/jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u20-kementerian-pupr-butuh-anggaran-rp300-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162498/jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u20-kementerian-pupr-butuh-anggaran-rp300-miliar"/><item><title>Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Kementerian PUPR Butuh Anggaran Rp300 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162498/jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u20-kementerian-pupr-butuh-anggaran-rp300-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162498/jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u20-kementerian-pupr-butuh-anggaran-rp300-miliar</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2020 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/03/320/2162498/jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u20-kementerian-pupr-butuh-anggaran-rp300-miliar-yGwtY0NKLR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sepakbola (reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/03/320/2162498/jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u20-kementerian-pupr-butuh-anggaran-rp300-miliar-yGwtY0NKLR.jpg</image><title>Sepakbola (reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) terus melakukan persiapan sarana dan prasarana penyelenggaranaan piala dunia Fifa U-20 tahun 2020 mendatang. Persiapan yang terus dimatangkan salah satunya adalah lapangan sepakbola untuk latihan dan juga stadion untuk tempat bertanding.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah akan terus mengawal dan membantu dalam hal perisapan infrastrukturnya agara event sepakbola dunia ini bisa berjalan dengan lancar. Apalagi hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 pada 17 Januari 2020 lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Basuki Butuh Pakar Hukum Bantu Bangun Infrastruktur, Buat Apa?
&amp;ldquo;Kementerian PUPR mendukung penuh rencana penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021. Saya tugaskan Kepala Pusat PSPPOP Iwan Suprijanto untuk mengawal dan terus berkoordinasi dengan PSSI. Kami doakan, Pak Iriawan dan seluruh jajaran PSSI sukses mempersiapkan perhelatan akbar yang kian membanggakan negeri kita ini,&quot; ujar Basuki dalam keterangannya, Senin (3/2/2020).

Kepala PSPPOP Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan dukungan untuk venue Piala Dunia FIFA U-20 ini membutuhkan biaya Rp65 hingga 300 miliar. Adapun rinciannya adalah Rp15 hingga Rp170 miliar akan digunakan untuk memperbaiki venues utama yaitu Stadion Pakansari, Jawa Barat dan Stadion I Wayan Dipta, Bali

Sementara Rp40 hinnga Rp120 miliar akan digunakan untuk rehab 3 lapangan  latihan yakni Sriwedari Solo, Sultan Agung Bantul serta Delta Sidoarjo dan 12 Lapangan yang terdiri dari 5 buah lapangan di kota Bogor 5, 4 lapangan di kota Solo 4, dan 3 lapangan di Yogyakarta. Kemudian untuk pembangunan dua lapangan baru di Yogyakarta Rp 10 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dapat Proyek Infrastruktur, Menteri Basuki: Kontraktor Swasta Harus Perhatikan Kualitas
&quot;Ditargetkan perbaikan seluruh venue utama dan lapangan latihan selesai pada Desember 2020,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) pada 18 Januari 2020 telah menetapkan enam stadion yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia FIFA U-20 2021 dari 10 stadion yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia. Keenam stadion tersebut adalah Stadion Utama GBK di Jakarta, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Manahan Solo, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Stadion Bung Tomo di Surabaya dan Stadion I Wayan Dipta di Bali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan Lelang Dini Seluruh Kementerian Segera Dimulai
Di samping itu ada empat stadion lain yang disiapkan sebagai cadangan yaitu Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, Stadion Wibawa Mukti Cikarang dan Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Masing-masing stadion akan didampingi dengan lima lapangan latihan dengan ketentuan empat lapangan terbuka dan satu lapangan tertutup.

Oleh karenannya, dalam rangka mematangkan persiapan, Kementerian PUPR bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar inspeksi bersama (Joint Inspection) yang dipimpin Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di 10 kota yang dipersiapkan menjadi tuan rumah.
Inspeksi dilaksanakan mulai 1 Februari 2020 hingga 20 Februari 2020  ke kota-kota yang dinominasikan menjadi &amp;lsquo;host cities&amp;rsquo; yakni Jakarta,  Bogor, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Bandung, Bekasi, dan Palembang.

Bandung menjadi kota pertama yang dikunjungi Ketua Umum PSSI Iriawan  bersama jajaran pengurus PSSI, didampingi Kepala Pusat Pengembangan  Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (PSPPOP) Direktorat  Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Inspeksi bersama tersebut dilakukan dengan berkeliling Kabupaten  Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang. Sebanyak  satu stadion utama dan delapan lapangan latihan dikunjungi, untuk  memastikan kelayakan lapangan beserta segala infrastruktur penunjangnya,  seperti akses jalan, kondisi ruang ganti, kekuatan lampu, dan lain  sebagainya.

Dimulai dari Stadion Si Jalak Harupat (SJH) di Soreang, pengurus PSSI  kemudian meninjau lapangan latihan Sarana Olah Raga (SOR) Si Jalak  Harupat yang ada di sisi utara stadion. Jika Stadion Si Jalak Harupat  berkapasitas 27.166 tempat duduk dengan kekuatan lampu 2.000 lux, maka  lapangan luar SJH memiliki 400 tempat duduk, berdiri di atas lahan  10.000 meter persegi, lampu berkekuatan 500 lux serta menggunakan rumput  sintetis.

Dari Soreang, Inspeksi bersama kemudian bergerak menuju Kota Cimahi  untuk meninjau lapangan Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 4/105 GS  Kodam Siliwangi. Selanjutnya, berturut-turut lapangan latihan yang  diinspeksi yakni Lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di  Setiabudi Bandung, Lapangan Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB di  Tamansari Bandung, Stadion Siliwangi Bandung, Stadion Arcamanik Bandung,  serta Lapangan Universitas Padjajaran dan Lapangan IPDN di Jatinangor,  Kabupaten Sumedang.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) terus melakukan persiapan sarana dan prasarana penyelenggaranaan piala dunia Fifa U-20 tahun 2020 mendatang. Persiapan yang terus dimatangkan salah satunya adalah lapangan sepakbola untuk latihan dan juga stadion untuk tempat bertanding.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah akan terus mengawal dan membantu dalam hal perisapan infrastrukturnya agara event sepakbola dunia ini bisa berjalan dengan lancar. Apalagi hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 pada 17 Januari 2020 lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Basuki Butuh Pakar Hukum Bantu Bangun Infrastruktur, Buat Apa?
&amp;ldquo;Kementerian PUPR mendukung penuh rencana penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021. Saya tugaskan Kepala Pusat PSPPOP Iwan Suprijanto untuk mengawal dan terus berkoordinasi dengan PSSI. Kami doakan, Pak Iriawan dan seluruh jajaran PSSI sukses mempersiapkan perhelatan akbar yang kian membanggakan negeri kita ini,&quot; ujar Basuki dalam keterangannya, Senin (3/2/2020).

Kepala PSPPOP Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan dukungan untuk venue Piala Dunia FIFA U-20 ini membutuhkan biaya Rp65 hingga 300 miliar. Adapun rinciannya adalah Rp15 hingga Rp170 miliar akan digunakan untuk memperbaiki venues utama yaitu Stadion Pakansari, Jawa Barat dan Stadion I Wayan Dipta, Bali

Sementara Rp40 hinnga Rp120 miliar akan digunakan untuk rehab 3 lapangan  latihan yakni Sriwedari Solo, Sultan Agung Bantul serta Delta Sidoarjo dan 12 Lapangan yang terdiri dari 5 buah lapangan di kota Bogor 5, 4 lapangan di kota Solo 4, dan 3 lapangan di Yogyakarta. Kemudian untuk pembangunan dua lapangan baru di Yogyakarta Rp 10 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dapat Proyek Infrastruktur, Menteri Basuki: Kontraktor Swasta Harus Perhatikan Kualitas
&quot;Ditargetkan perbaikan seluruh venue utama dan lapangan latihan selesai pada Desember 2020,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) pada 18 Januari 2020 telah menetapkan enam stadion yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia FIFA U-20 2021 dari 10 stadion yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia. Keenam stadion tersebut adalah Stadion Utama GBK di Jakarta, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Manahan Solo, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Stadion Bung Tomo di Surabaya dan Stadion I Wayan Dipta di Bali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan Lelang Dini Seluruh Kementerian Segera Dimulai
Di samping itu ada empat stadion lain yang disiapkan sebagai cadangan yaitu Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, Stadion Wibawa Mukti Cikarang dan Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Masing-masing stadion akan didampingi dengan lima lapangan latihan dengan ketentuan empat lapangan terbuka dan satu lapangan tertutup.

Oleh karenannya, dalam rangka mematangkan persiapan, Kementerian PUPR bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar inspeksi bersama (Joint Inspection) yang dipimpin Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di 10 kota yang dipersiapkan menjadi tuan rumah.
Inspeksi dilaksanakan mulai 1 Februari 2020 hingga 20 Februari 2020  ke kota-kota yang dinominasikan menjadi &amp;lsquo;host cities&amp;rsquo; yakni Jakarta,  Bogor, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Bandung, Bekasi, dan Palembang.

Bandung menjadi kota pertama yang dikunjungi Ketua Umum PSSI Iriawan  bersama jajaran pengurus PSSI, didampingi Kepala Pusat Pengembangan  Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (PSPPOP) Direktorat  Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Inspeksi bersama tersebut dilakukan dengan berkeliling Kabupaten  Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang. Sebanyak  satu stadion utama dan delapan lapangan latihan dikunjungi, untuk  memastikan kelayakan lapangan beserta segala infrastruktur penunjangnya,  seperti akses jalan, kondisi ruang ganti, kekuatan lampu, dan lain  sebagainya.

Dimulai dari Stadion Si Jalak Harupat (SJH) di Soreang, pengurus PSSI  kemudian meninjau lapangan latihan Sarana Olah Raga (SOR) Si Jalak  Harupat yang ada di sisi utara stadion. Jika Stadion Si Jalak Harupat  berkapasitas 27.166 tempat duduk dengan kekuatan lampu 2.000 lux, maka  lapangan luar SJH memiliki 400 tempat duduk, berdiri di atas lahan  10.000 meter persegi, lampu berkekuatan 500 lux serta menggunakan rumput  sintetis.

Dari Soreang, Inspeksi bersama kemudian bergerak menuju Kota Cimahi  untuk meninjau lapangan Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 4/105 GS  Kodam Siliwangi. Selanjutnya, berturut-turut lapangan latihan yang  diinspeksi yakni Lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di  Setiabudi Bandung, Lapangan Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB di  Tamansari Bandung, Stadion Siliwangi Bandung, Stadion Arcamanik Bandung,  serta Lapangan Universitas Padjajaran dan Lapangan IPDN di Jatinangor,  Kabupaten Sumedang.</content:encoded></item></channel></rss>
