<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Tingkat Hunian Kamar Turun, Turis Asing Rata-Rata Menginap di RI Lebih dari Sehari</title><description>BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162657/tingkat-hunian-kamar-turun-turis-asing-rata-rata-menginap-di-ri-lebih-dari-sehari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162657/tingkat-hunian-kamar-turun-turis-asing-rata-rata-menginap-di-ri-lebih-dari-sehari"/><item><title>   Tingkat Hunian Kamar Turun, Turis Asing Rata-Rata Menginap di RI Lebih dari Sehari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162657/tingkat-hunian-kamar-turun-turis-asing-rata-rata-menginap-di-ri-lebih-dari-sehari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/02/03/320/2162657/tingkat-hunian-kamar-turun-turis-asing-rata-rata-menginap-di-ri-lebih-dari-sehari</guid><pubDate>Senin 03 Februari 2020 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/03/320/2162657/tingkat-hunian-kamar-turun-turis-asing-rata-rata-menginap-di-ri-lebih-dari-sehari-VlNp13WqaT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hotel (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/03/320/2162657/tingkat-hunian-kamar-turun-turis-asing-rata-rata-menginap-di-ri-lebih-dari-sehari-VlNp13WqaT.jpg</image><title>Hotel (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39%. Angka ini turun sekitar 0,36 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 59,75%.

Sementara jika dibandingkan bulan sebelumnya alias November 2019, mengalami kenaikan sebesar 0,81 poin. Sebab pada November TPK hotel klasifikasi bintang di Indonesia rata-rata hanya sebesar 58,58% saja.
Baca Juga: Kalahkan China, Turis Malaysia Paling Banyak Piknik ke Indonesia
Sementara itu, rata-rata rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2019 tercatat sebesar 1,76 hari. Angka ini mengalami kenaikan 0,01 poin jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

&quot;Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39% atau turun 0,36 poin,&quot; ujarnya mengutip dari data BPS, Senin (3/2/2020).
Baca Juga: Jumlah Turis Asing yang Masuk Lewat Bandara Kualanamu Naik 7,85%
Sementara itu, BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama Desember 2019 mencapai 1,38 juta wisman. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 2,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,45 juta.

Sementara jika dibandingkan bulan sebelumnya atau pada November 2019, justru mengalami peningkatan sebesar 7,52%. Sebab pada bulan sebelumnya, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia hanya 1,15 juta wisman.

Dari jumlah wisatawan mancenegara yang masuk selama Desember 2019, 61% diantarannya menggunakan transportasi udara. Sedangkan, untuk 28% di antaranya menggunakan transportasi laut dan 11% di antaranya menggunakan transportasi darat.


Untuk transportasi udara, jumlah wisatawan mancanegara tertinggi  masuk dari Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali dengan 545 ribu. Angka  tersebut naik 10,51% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 493 ribu  dan 9,90% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,96 ribu.

Sedangkan untuk wisatawan mancanegara yang masuk lewat jalur laut  tertingi biasanya lewat Pelabuhan Batam dengan 190 ribu kunjungan. Angka  ini tumbuh 13,72% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 167 ribu  saja, namun justru turun 18,41% dibandingkan periode yang sama tahun  lalu yang justru mencapai 233 ribu.

Selanjutnya, untuk jalur darat yang paling tinggi masuk lewat Atambua  yang mencapai 13 ribu wisman. Angkat tersebut naik 27,86% dibandingakn  bulan sebelumnya yang hanya 10 ribu namun turun 9,73% dibandingkan  periode yang sama tahun lalu yang justru mencapai 14 ribu
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39%. Angka ini turun sekitar 0,36 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 59,75%.

Sementara jika dibandingkan bulan sebelumnya alias November 2019, mengalami kenaikan sebesar 0,81 poin. Sebab pada November TPK hotel klasifikasi bintang di Indonesia rata-rata hanya sebesar 58,58% saja.
Baca Juga: Kalahkan China, Turis Malaysia Paling Banyak Piknik ke Indonesia
Sementara itu, rata-rata rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2019 tercatat sebesar 1,76 hari. Angka ini mengalami kenaikan 0,01 poin jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

&quot;Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39% atau turun 0,36 poin,&quot; ujarnya mengutip dari data BPS, Senin (3/2/2020).
Baca Juga: Jumlah Turis Asing yang Masuk Lewat Bandara Kualanamu Naik 7,85%
Sementara itu, BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama Desember 2019 mencapai 1,38 juta wisman. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 2,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,45 juta.

Sementara jika dibandingkan bulan sebelumnya atau pada November 2019, justru mengalami peningkatan sebesar 7,52%. Sebab pada bulan sebelumnya, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia hanya 1,15 juta wisman.

Dari jumlah wisatawan mancenegara yang masuk selama Desember 2019, 61% diantarannya menggunakan transportasi udara. Sedangkan, untuk 28% di antaranya menggunakan transportasi laut dan 11% di antaranya menggunakan transportasi darat.


Untuk transportasi udara, jumlah wisatawan mancanegara tertinggi  masuk dari Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali dengan 545 ribu. Angka  tersebut naik 10,51% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 493 ribu  dan 9,90% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,96 ribu.

Sedangkan untuk wisatawan mancanegara yang masuk lewat jalur laut  tertingi biasanya lewat Pelabuhan Batam dengan 190 ribu kunjungan. Angka  ini tumbuh 13,72% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 167 ribu  saja, namun justru turun 18,41% dibandingkan periode yang sama tahun  lalu yang justru mencapai 233 ribu.

Selanjutnya, untuk jalur darat yang paling tinggi masuk lewat Atambua  yang mencapai 13 ribu wisman. Angkat tersebut naik 27,86% dibandingakn  bulan sebelumnya yang hanya 10 ribu namun turun 9,73% dibandingkan  periode yang sama tahun lalu yang justru mencapai 14 ribu
</content:encoded></item></channel></rss>
